Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
26


__ADS_3

Di pagi hari Senin dimana semua orang memulai kembali pekerjaan nya sama seperti Dini dan Rey yang tengah menyiapkan perlengkapan sekolahnya.


"Maaaaa kaos kaki Dini manaaa" teriak Dini sambil grasak grusuk di lemari.


"Loh kamu yang taro dimana, kan tadi malam udah dibilangin perlengkapan yang di pake hari ini disiapin biar paginya ga telat" ucap mama Sonia di ambang pintu.


"Iss tadi malam lupa nyiapin kaos kakinya, biasanya mama taro dimana" tanya Dini.


"Di lemari bawah mu itu lohhh" jawab mama Sonia.


"Ga ada loh udah di cari tadi" kesal Dini memonyongkan bibirnya.


"Kalo mama dapat mama ketok palamu" mendekat arah lemari, Dini berdecak kesal melihat mama nya grasak grusuk di lemarinya.


"Ini loh apaa udah dibilangi juga, makanya kalo cari jangan sambil ngomel kamu ini" menonyor pelan kepala Dini.


"Wah tadi itu ga ada kok bisa bisanya sekarang ada" batin Dini kaget.


"Iss mama nanti Dini bodok loh"


"Abang mu aja yang cowo ga se riweh kamu, kamu yang cewe kok riwehnya minta ampun" omel mama Sonia dan keluar dari kamar Dini.


"Bandingin aja terus" gumam Dini terdengar oleh mamanya.


"Ngelawan terussss yaa" berbalik badan menatap Dini tajam.


"Ga mah" ucap Dini menunduk, dan mama Sonia kembali melanjutkan jalannya keluar.


"Diniii cepet turun kita telat lohh ini mau upacara hari pertama" teriak Mama Sonia.


"Iya mahhh udah ini" Dini menuruni tangga.


Rey sedari tadi sudah di meja makan dan memainkan handphone nya.


"Cepet Abang mu dari tadi nungguin lama amat"


"Namanya juga cewe mah" bela Dini.


"Udah!! makan!!, jawab terus"


Selesai makan Dini dan abangnya berpamitan kepada kedua orang tua nya, Dini sekarang memakai motor sendiri sesuai perjanjian dengan abangnya kmrn.


Sesampainya sekolah Dini dan Rey menjadi pusat perhatian oleh seluruh siswa-siswi yang ada di sekolah itu karna parkiran dan lapangan jaraknya sangat dekat, kalo Rey sih udah biasa dan Dini pun juga tapi ini beda karna Dini memakai legging hitam sampai lutut nya.


Ya disekolah itu memakai rok di bawah lutut tapi karna Dini memakai motor yg bisa dibilang lumayan gede setara dengan motor abangnya jadi ia memakai legging agar pahanya tidak terekspos.


"Keren sih kalo cewe make moge"


"Keren bett parahhh"


"Gue yakin bakalan jadi inceran nih"


"Buset Rey damagenya ga ngotak co"


Saat Dini dan Rey membuka helm nya para siswa siswi menjerit histeris bagaikan melihat artis.


Dini mengkerutkan dahinya Napa sih gajelas amat kek ga pernah liat cecan aja.


Dini mendekat ke abangnya.


"Bang WC nya dimana?" tanya Dini.


"Di pojok noh" tunjuk Rey.

__ADS_1


"Ohh oke"


Dini ingin melangkah tapi tertahan oleh tangan seseorang.


"Apa sih bang"


"Buset buset couple goals banget ga sih"


"Cocok bangettt aaaaaa"


"Cihhh"


"Caper amat"


"Mau ngapain?" tanya Rey.


"Mau lepas legging nih ga liat?" jawab Dini kesal.


"Ohh" melepaskan pegangannya ke pergelangan Dini dan berjalan, Dini pun tak mengambil pusing dan menuju ke WC.


Selesai Dini melepas legging nya ia keluar dari dalam WC tapi ada yang menghalangi jalannya tiga seorang wanita, WC nya sepi hanya ada mereka berempat.


Dini menatapnya acuh dan ingin melewat ke sampingnya tapi pergelangan tangannya di pegang kuat.


"Lepass!"


"Gak akan" jawab nya.


"Lepas ga!!!" tegasnya.


"Gak bakal huh!" melihat dengan tatapan mengejek.


"Gue ada masalah apa sama kalian hah?" tanya Dini yang masih dalam keadaan sedikit tenang.


"Apa bilang aja ga usah bertele tele!!" ucap Dini tegas.


"Maksud lo apa deket deket sama pacar gue!!" ucapnya.


"Pacar Lo?"


"Hah yang mana" lanjutnya lagi.


"Ga usah pura pura bego deh lu"


"Gue emang ga tau pacar lu yang mana" jawab Dini acuh.


"Reyy itu pacar gue!! ga usah deketin dia lagi" ucapnya menunjuk nunjuk ke arah wajah Dini.


Dini menangkap jari yang melayang layang di depan wajahnya dengan tangan yang satunya dengan sangat erat sampai orang itu meringis.


"Ohh Rey?jadi pacar lu Rey???!!"


"Gini amat seleranya" menatap mengejek.


"Maksud lo apa? gue ga cantik gitu? hahh!" orang itu mulai kesal.


"Hah? gue ga bilang lu ga cantik, lo aja yang merasa"


"Lo kelas brp?" tanya nya yg sudah menyulut emosi.


"Kepo amat"


"Lu..." ucap seseorang itu terpotong.

__ADS_1


"Dah lah Luna ntar nih anak cepuin lo ke Rey lagi" bisik temannya.


"Ya lun ntar dia ilfeel lagi ma lu" bisik temannya yg satu tapi Dini masih dengar karna jarak mereka agak deket.


Tapi Luna tidak mendengarkan saran mereka.


"Lo punya hubungan apa sama Rey hah?" tanya nya lagi.


"Lu siapa nanya nanya? guru?"


"Bukan kan ya udh minggir gue mau pergi ntar telat gue gara2 lu pada yg ga jelas" ucap Dini dan menghempaskan tangan Luna dengan keras sampai orang Luna meringis.


"Aww sialan tuh anak awas aja" melihat Dini yg sudah jauh dan seperti meramalkan mantra santet.


"Lu main labrak aja sih lun" tegur temannya yg bernama Lina.


"Cewe yang kek gitu emang bagus di labrak ganjen amat" ucapnya yang masih kesal.


"Ganjen gmn sih? gue baru nyampai juga ga tau permasalahannya" ujar teman yang satunya lagi bernama Vivi.


"Dia itu tadi pas sampai di sekolah, dia di pegang sama Rey nah makanya si Luna ini marah" jelas Lina.


"Gitu doang anjir di permasalahin" ucap Vivi heran dan pergi keluar dari WC dan disusul oleh Lina.


"Lahh gmn sih ga dukung gue" ucapnya kesal dan menyusul mereka berdua.


Dini sudah berada di lapangan sambil celingak-celinguk mencari teman temannya, tanpa menunggu lama temannya melambai lambai ke arahnya.


"Eh buket masih pagi aja udah bikin drama aja" ucap Laras.


"Iya buket mana pegang pegangan lagi uuu masih lagi udah di sugukan yang uwaw banget" timpal Sinta.


"Enak aja drama otak lu tuh isinya drama Mulu"


"Hehe"


"Eh tadi gue habis di labrak" ucap Dini berbisik tapi bisa di dengar oleh ke 9 temannya itu.


"HAH yang bener" ucap mereka bebarengan.


"G percaya ya udah" tersenyum jail karna ia tau teman temannya itu sangat suka berghosip.


"Buket ceritain ayo cerita" Mala menggoyangkan lengan Dini dan disusul oleh mereka berlapan.


"Eh eh iya iya sabarrrr" ucap Dini pasrah.


"Jadi gini...."


"SEMUANYA BERBARIS YANG BENER SEBENTAR LAGI UPACARA DIMULAI!" ucap OSIS.


"Ya ga bisa, ayo baris barisss cepat" ejek Dini.


"Yaaaaaaa" kecewa mereka.


Dini tak tega melihat temannya kecewa dan terpaksa habis upacara ia menceritakan kejadian di WC.


"Ya udah habis upacara gue cerita"


"Yesss" seruuu mereka.


KONFLIK NYA MAU RINGAN APA SEDANG ATAU BERAT NIHHHH....


LIKE KOMEN AND VOTE.

__ADS_1


NEXT.


__ADS_2