Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
47


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Rey khawatir.


"M-mamah P-papah kecelakaan bang" kata Dini dan air matanya turun tanpa kendali.


"Din kamu lagi ga becandain Abang kan?" tanya Rey mendorong tipis tubuh Dini, dan melihat Mata Dini sudah bengkak sedikit.


"Bang kecelakaan bukan hal untuk di jadiin lelucon!!" jawab Dini sesugukan.


"Ya uda sekarang, Mereka di rumah sakit mana?" tanya Rey dengan mata yg berkaca kaca.


"Di rumah sakit xxx" jawab Dini yg tak berhenti menangis.


"Udah jgn nangis lagi pasti mamah sama papah baik baik aja" ucap Rey menenangkan Dini padahal ia juga sangat khawatir, tapi sebagai Abang ia harus menenangkan adiknya.


"Ayo naik" ucap Rey, Dini pun mengambil helm nya di motor dan naik di belakang Rey sambil merapalkan doa nya.


Rey membawa motornya dengan kecepatan tinggi, iya tak mau terjadi apa apa pada kedua orang tua mereka.


Sedari tadi Al berada di belakang Dini dan mengekori nya tanpa ketahuan, dan ia tau apa permasalahan nya.


Al dengan cepat juga membawa motor nya, ia tak boleh kehilangan jejak, karna saat ini pasti Dini butuh senderan.


20 Menit kemudian Dini dan Rey telah sampai di rumah sakit yg perawat tadi katakan.


Dengan cepat Dini dan Rey masuk berlari menanyai ke resepsionis.


"Apa orang yg kecelakaan 30 menit tadi di bawah ke sini?" tanya Rey.


"Iya mereka sedang berada di ruangan ICU lantai dua" jawab resepsionis itu.


"Makasih" ucap Rey dan membawa Dini menaiki tangga.


Al pun juga sudah sampai di rumah sakit dan melihat Rey membawa Dini ke lantai atas, ia pun mengikuti mereka dengan berlari.


"Dok, gimana keadaan mamah dan papah saya dok?" tanya Rey ketika melihat dokter keluar dari ruangan ICU.


"Kondisi pasien sedang kritis, dan tadi mereka kekurangan darah untungnya persiapan kami masih ada,nkami membutuhkan doa kalian," ucap dokter menjelaskan secara rinci saat pasien datang.


"Dok tolong lakukan yg terbaik untuk kedua orang tua kami" ucap Dini memohon.


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin" ucap Dokter menepuk nepuk pundak Dini agar Dini tenang.


"Dok pasien perempuan mengalami serangan jantung!!" panggil perawat, dokter pun masuk dan melakukan tindakan.


"Lakukan RJP(resusitasi jantung paru)" suruh dokter.


"Bang gmn ini bang hikss," tangis Dini pecah.


Rey membawa Dini ke kursi, karna kondisi Dini ikut melemah jika itu bersangkutan dengan mamah nya.


Rey melihat di pintu kaca apa yg dokter itu lakukan dan melihat papah nya terbaring dan di pasangkan alat alat yang ia tidak ketahui.


2 menit melakukan tindakan RJP jalur nafasnya kembali normal.


"Ah syuklah" ucap Dokter.


Al berlari mencari dimana Dini berada, tadi ia sempat melihat jika Dini dan Rey pergi ke lantai dua, Al mengerem mendadak ketika ia melihat Dini menangis di kursi.


Al berjalan pelan mendekat ke arah Dini, Rey masih melihat apa yg di lakukan oleh dokter jadi ia tak melihat jika ada Al yg tengah menatap mereka.


Al sudah berada di depan Dini, ia tak tega melihat Dini kali ini yg benar benar rapuh, Dini mendongak melihat siapa yg ada di depannya, air matanya pun lolos lagi ketika ia melihat Al.


"Al? hiksss..." tangis Dini, Al pun membawa Dini ke pelukannya agar Dini merasa tenang.


"Cup cup sudah ya, Mamah dan Papah pasti bakal baik baik aja" ucap Al menenangkan Dini sambil mengecup kepala nya di dalam dekapannya.


"Mamah ma papah bakalan baik baik aja kan Al? hikss..." mengeratkan pelukannya ke Al.

__ADS_1


"Pasti sayang!!" jawab Al tak tega melihat Dini yg seperti ini.


"Kita tunggu dokter nya ya" ucap Al mendudukkan Dini dan menghapus air matanya.


Dokter keluar dan membuka maskernya lalu menjelaskan keadaan kedua orang tua Dini.


"Dok gmn dok?, Mamah saya baik baik aja kan dok?" tanya Rey saat dokternya keluar Dini pun bangkit dari duduk nya di bantu oleh Al.


"Alhamdulillah kedua orang tua adik sudah melewati masa kritisnya dan akan di pindahkan ke ruang rawat" jelas dokter nya.


"Alhamdulillah" ucap mereka serempak.


"Dok tolong pindah kan ke ruangan rawat yg khusus dua orang aja dok" ucap Rey.


"Baikk"


"Makasih ya dok" ucap Rey berterimakasih.


"Itu sudah tugas saya dik" ucap dokternya tersenyum dan menepuk pundak Rey lalu pergi ke ruangannya.


Dini pergi memeluk Al dengan perasaan senang seketika air matanya pun mengalir lagi.


"Alhamdulillah bang Mamah sama Papah baik baik aja" lirih Dini.


Rey mengangguk angguk dan mengecup kepala Dini lama.


"Loh Al? sejak kapan?" tanya Rey saat ia baru melihat Al di belakang nya.


"Dari tadi bang" jawab Al.


"Kok tau kita di sini?" tanya Rey menyelidik.


"Tadi ngekor dari belakang" jawab Al cengengesan dan menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal.


"Ohh" ucap Rey.


...•...


...•...


"Gimana rencana nya? berhasil?" tanya orang itu di telp nya.


"Berhasil tuan, kedua orang itu telah di bawah ke rumah sakit" jelas nya.


"Kenapa ga kalian habisi saja?!!" pekik orang itu membuat bulu kuduk orang yg di sebrang sana meremang.


"M-maaf tuan tadi warga sedang ramai, jadi kita tidak sempat membunuh mereka, tapi kira kira mereka kehilangan banyak darah apalagi wanitanya terkena serpihan kaca" jelas bawahan nya.


"Aku bilang suami nya saja yang ku bunuh!! kenapa wanita nya kamu celakai?!!" orang itu seketika berdiri dari singgah sana nya.


"M-maaf tuan orang itu bersama istrinya, jad..."


"Maaf maaf?!! jika terjadi sesuatu pada wanita nya kamu yg akan bertanggung jawab!!" ucap orang itu tegas dan mematikan sambungan telepon nya.


...•...


...•...


Sementara itu di sekolah.


"Ini Dini pergi kemana?" tanya Bu guru yg bernama Intan.


"Dini ijin Bu" jawab Mala.


"Ijin kemana?"


"Ke rumah sakit orang tua nya kecelakaan" sahut Rina.

__ADS_1


"Ya udah mari kita doakan kedua orang tua teman kalian selamat dan sehat wal Afiat" ucap Bu intan selaku guru agama.


"Berdoa di mulai Al-fatihah........ selesai"


"Ya udah sekarang kita lanjutkan pelajaran nya" ucap Ibu nya.


...•...


...•...


Sudah jam 2 siang Al Dini dan Rey masih berada di rumah sakit, mereka tengah berada di ruang rawat melihat apakah ada perkembangan dari kondisi mamah dan papah nya.


"Al lu pulang aja ntar bunda nyariin" ucap Dini pada Al, Al melihat jam tangannya.


"Ya udah deh nanti gue ke sini lagi ya, mau apa?" tanya Al ke Dini lagi duduk di samping ranjang ke dua orang tuanya.


"Es krim deh" jawab Dini, Al pun tersenyum mengangguk lalu mendekat ke arah Dini dan mengecup kepala nya.


CUPP


"Ekhem" Rey pura pura batuk, Dini pun bersemuh merah.


"Hehe bang gua balik dulu" pamit Al ke Rey dan ber- TOS ala ala.


"Assalamualaikum" salam Al dan menghilang di balik pintu.


"Waalaikumusalam" balas mereka berdua.


"Bang duduk sini" ajak Dini karna di sampingnya ada satu kursi lagi.


Rey pun mendekat ke arah Dini dan duduk di sebelah nya.


"Kamu?..." ucap Rey di potong oleh Dini.


"Ga usah nanya bang" ucap Dini memotong ucapan Rey.


"Apa nya? maksud Abang tuh kamu ga pulang dulu? mandi?" ucap Rey.


"Ohh Abang aja deh, Dini masih mau disini" ucap Dini.


"Emang kamu kira Abang mau nanya apa?" tanya Rey curiga.


"Ga ada" jawab Dini dengan pipi yg bersemuh merah.


"Lah, napa tuh pipi merah?" tanya Rey makin curiga.


"Ga papa! sana dah pergi mandi" ucap Dini mendorong abangnya yg sudah berdiri sejak tadi.


"Ya udah Abang ke rumah dulu kamu jaga mamah papah ya" pamit Rey dan mengulurkan tangannya.


"Iyaa" menerima uluran tangannya Rey dan Salim.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumusalam, hati hati bang" ucap Dini di ambang pintu.


...EKHEM GTW KAPAN UP GA BISA MASTIIN, TUNGGU AJA SAMPE LEBARAN MONYET....


...HARUSNYA EPS INI BSOK DI UP TAPI SAYA TAK TAHAN MELIHAT KE UWUAN AL, O EM JI...


...JGN LUPA LIKE AH GMN SIH BACA DOANG GA LIKE, LIKE DOANG GA KOMEN...


...THANKS YANG DAH LIKE!!...


NEXT.


__ADS_1


__ADS_2