
...EH SORRY YA GES BARU SEMPET UP HUHU KMRN PUSING BANGET JADI GA SEMPET DEH...
...IM SO SORRY:(...
...CUSS BACA...
"Ya karna Al anggota kita" jawab Nathan maju ke depan.
"Anggota?anggota anak TKJ?" tanya Dini.
"Bukan"
"Terus?" tanya nya penasaran.
"Jadi Al itu adalah anggota....eh bukan" potong Nathan
"Tapi ketua dari..." ucap Nathan terpotong lagi agar Dini merasa penasaran.
"Apaa?"
"D I F I C I L" ucap Al mengeja katanya satu persatu.
"Hah DIFICIL?" tanya Dini heran dia belum pernah mendengar nama geng itu sebelum nya.
"Iya, dan gue ketuanya" ujar Al.
"Kok lu ga bilang ke gue sih" ucap Dini kesal.
Yang lain bingung kenapa Dini harus di beritahu kalo Al adalah anggota DIFICIL.
"Urusan ma lu apaan?" tanya Al menaikan satu alisnya.
"Emm aah ga papa lupakan" ucap Dini gugup.
"Btw kok ada si ketos?" tanya heran Farhan.
"Napa lu ga suka gue di mari?" tanya Rey ketus.
"Hehe ya ya ga gitu" menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.
"Ayo ke situ" ajak Al karna balapannya akan di mulai, sejak Al masih SMP di USA ia sangat sering diajak oleh temannya ke tempat balapan makanya ia membuat sebuah geng motor saat di sini(Indonesia).
"Lawan lu brp?" tanya Dini saat berjalan menuju ke aspal.
"Tiga" jawab Al, Dini mengangguk angguk kan kepalanya tanda mengerti.
Cewe cewe memandangi Al tanpa berkedip jika berkedip sama saja membuang rezeki yg ada di depannya.
Al memasangkan helm ke Dini seperti adegan yg romantis yg melihat itu merasa sangat iri apalagi partner lawannya karna mereka memakai helm sendiri, tapi mereka tak tahu kalau orang yg lagi di pakein helm itu sedang komat kamit entah apa yg dia bilang.
Anggap aja lagi masangin helm.
Dini pun menaiki jok di belakang yg kosong dengan tumpuhan bahunya Al.
"Pegangan" ucap Al.
"Hah?" tanya Dini tak mendengar.
Tanpa menjawab pertanyaan Dini, Al menarik tangan Dini agar memeluk pinggang nya.
Dini ya nurut nurut aja, entah knp malam ini ia merasa sangat senang dan tidak ingin menghilangkan mood nya itu.
"Lama lama gue ancurin juga ni bumi" ucap Adit meng gigit kuku jarinya.
Sedari tadi Wisnu mem Vidio gerak gerik Al dan Dini dan ia post di ig dengan hastag #ketuaketua entah apa maksudnya.
"Asek bagus juga Vidio gue" ucap Wisnu dan memperlihatkan hasil Vidio nya ke Bastian.
"Gue blender juga nih hp" ucap Gio saat melihat rekaman vidionya.
"Ahahhaaa yg jomblo mah bisanya gigit kuku doang" tawa Wisnu.
"Hadehhh" Nathan menggeleng gelengkan kepala nya heran melihat temannya di sekolah mau pun di luar sama aja kelakuannya.
"Rak?" panggil Ridho.
"Hah paan?" tanya Raka.
__ADS_1
"Manggil doang" ucap Ridho.
"Ckk bacot ga usah manggil" dengan tatapan masam nya.
"Lah kok..."
"Udah udah ga usah mancing Raka dia lagi pengen tuh" ucap Bastian menepuk pundak Ridho.
"Pengen apaan?" tanya Ridho polos.
"Hahhaaaa ntar lu tau sendiri" ucap Bastian dan pandangan nya menuju ke Al yg lagi bersiap siap untuk menancap gas.
Gadis di tengah jalan dengan baju yg kekurangan bahan itu membawa dan mengayunkan serbet/bendera berwarna biru itu lalu di jatoh kan artinya balapan di mulai.
Al menancap motor nya kencang 100km/jam ,Dini mengeratkan pelukannya pada Al, dan disitu lah Al mengeluarkan smirknya dan menambahi kelajuan motornya.
Sisa satu laps lagi dan mereka akan tau siapa yg akan menang, Al sangat jauh di antara mereka ber tiga.
Tanpa sepengetahuan Al mereka bertiga itu adalah satu komplotan dan mereka berencana ingin main kotor.
Al seperti bisa membaca isi pikiran mereka, ia pun dengan hati hati melihat ke samping kanan dan kiri takut ada yg tiba tiba muncul, tapi itu tak mengurangi kecepatan ia membawa motor nya.
Al sudah berada di persimpangan terakhir dengan pencahayaan di jalan itu remang remang.
Al tidak lengah saat melihat ada orang di samping jalan memakai pakaian serba hitam.
Al melihatnya dari jauh kalau orang yg memakai pakaian hitam itu sedang menggelinding kan sesuatu ternyata itu adalah ban truk.
Dini merasa was was karna di depan mereka ada ban yg menggelinding tapi Al sangat santai dengan gesitnya ia menghindari ban itu dari posisi ke kiri langsung ke kanan *ngerti ga? kalo ga yws*.
Senjata makan tuan ban itu mengenai salah satu dari mereka bertiga temannya sangat tidak solid mereka hanya membiarkannya aja dan berlalu menyusul Al.
Garis finish sudah di depan mata Al dan Dini, Dini melonggarkan pelukannya lalu berdiri dan mengangkat tangannya ke atas.
(Gue cari ga ada yg berdiri adanya gini doang anggap aja berdiri)
Seluruh penonton disitu jadi saksi jika Al lah yg menang dan bersorak riuh.
"Aghhhkk encok nih pinggang" ucap Dini sambil merenggangkan otot pinggang nya Al hanya tersenyum melihat Dini.
Teman teman Al termasuk abangnya Rey mendekat ke arah mereka mengucapkan selamat.
"Gue udah pastiin sih kalo lu yg bakal menang"
ucap Nathan menepuk nepuk pundak Al.
"Lu keren banget tadi Din" puji Gio.
"Ah gue mah always cool" ucap Dini menyombongkan diri.
"Selamat bro" TOS ala ala.
"Thanks coi"
"Selamat bro" ucap Riko.
"Wah momen langkah nih harus di abadikan" ucap Farhan antusias saat mendengar Riko ngomong.
"Ga usah alay" ujar Riko malas meladeni si Farhan.
"Lu ada yg lecet? kalo ada bilang Abang biar gue kasih pelajaran nih anak" ucap Rey tak main main.
"Buset santai bang adek lo selamat dengan sehat tanpa lecet sedikit pun" ucap Al.
"Loh jadi kak Rey nih kakaknya Dini?" tanya Gio.
Rey menatap tajam ke Al karna ia rahasianya terbongkar, Al senyum canggung saat di tatap Rey ia tau kesalahan nya.
"Iya jgn bilang siapa-siapa tapi" jawab Al melirik lirik ke Rey takut di terkam.
"Kalian nempel banget jadian ya?" tanya Adit dengan memicingkan matanya.
"Mata lu napa? pengen gue colok?!!" ucap Dini aslinya salting.
"Ye buk jangan dong nanti ga bisa melihat kecantikan mu lagi" gombal Adit dan di tatap tajam oleh Al.
__ADS_1
"Becanda pakkk ampun gue kek mau di telan hidup hidup" sembunyi Adit di belakang Bastian.
"Karna lu yg menang traktir dong Al" ucap Gio tak tau malu.
"Yoi tenang aja"
"Nih ketua gini nih mengetahui isi hati dan pikiran anggotanya" ucap Gio mendramatis.
"Lu mah kalo ada mau nya ya muji muji asw" sahut Farhan.
"Bener tuh" timpal Ridho.
"Ya elah boy" ucap Dini sambil melihat juara kedua dan ketiga lalu disusul oleh yang terakhir.
"Juara 1 dimohon untuk ke sini" ucap MC.
"Gue kesana dulu ya" ucap Al ke teman temannya dan di angguki.
Al maju ke depan tak lupa ia membawa Dini.
"Napa gue ikut?" tanya Dini keheranan tapi tak di gubsir oleh Al.
"Terkacang" gumam Dini dan menurut saja.
MC pun juga ikut heran tapi karna ia juara satu jadi semau nya aja lah yg penting bahagia.
"Selamat buat...siapa namanya?" tanya MC.
"Alvaro" ucap Al lantang.
Mereka semua serasa terhipnotis oleh suaranya yg sangat aghkk mengguncang hati.
Al pun dikasih hadiah berupa uang 25jt rupiah dan helm couple.
"Ini hadiahnya dan sekali lagi selamat yah" ujar MC.
Al mengangguk kan kepalanya karna sedari tadi Dini dan Al tidak melepas helm mereka.
"Apa ada yg ingin di sampaikan?" tanya MC.
"Gak" jawab Al.
"Ah oh oke silahkan ke tempatnya" ucap MC terasa canggung.
"Yang kalah jangan berkecil hati suatu saat kalian pasti akan menang jua" ucap MC menyemangati orang yg curang.
Al dan Dini ke tempat mereka semula, teman temannya pada cengar cengir karna bau duit sudah tercium dari jauh.
"Mingkem" ucap Dini sambil tertawa melihat Gio Farhan Ridho Bastian dan Adit sedari tadi menganga melihat amplop yg di bawa Al sangat tebal.
Satu komplotan kalah itu tak jauh dari keberadaan Al.
Dini melirik mereka yang mereka tengah menatap Al dengan api yg membara hingga kepalan tangannya membuat urat nadinya muncul.
Dini membuka helm nya
"Udah curang kalah lagi Hahahaaa" sindir Dini dengan suara yg kencang sehingga komplotan tim lawan mendengarnya.
"Siapa yg lo bilang curang hah?"
VISUAL BINTANG UTAMA
Alvaro
Dini
...Cocok ga? komen ya...
...Yang lain nyusul eps selanjutnya....
...Panjang kan ceritanya ga pendek....
LIKE KOMEN BIAR AUTHOR SEMANGAT 45🤬
VOTE JANGAN LUPA🤬
__ADS_1
NEXT.