
Upacara pun dimulai dengan tenang hanya petugas upacara bergerak dan berbicara ya walaupun banyak siswa siswi yang bergerak karna merasa lelah apalagi saat pembina nya memberikan pidato yg cukup panjang dan ucapan selamat datang kepada murid baru.
Dan yang ditunggu tunggu para siswa siswi dari kelas 1 sampai 3 adalah pembacaan doa yang artinya sebentar lagi upacara di bubarkan.
"Upacara selesai tanpa penghormatan balik kanan bubar jalan" pekik pemimpin upacara.
Osis mengambil alih lapangan dan menyetopkan pembubaran.
"MURID BARU TETAP DI LAPANGAN!!" Ucap OSIS memakai mic.
Kelas dua dan tiga mengsoraki para OSIS karna mereka tidak menganggap para OSIS, yang sering mereka sebut sebagai 'Babu sekolah'.
Kelas dua dan tiga bubar dan mereka pergi ke kantin padahal bukan jamnya istirahat mereka emang dikenal bandel nya bukan prestasinya.
"Mau ngapain lagi sih?" tanya Gio capek.
"Ya mana gue tau njir" jawab Ridho kasar.
"Ih babang kasar ga suka" ucap Gio seperti cewe.
"Ga jelas amat lu" balas Ridho.
"MURID BARU KE GEDUNG DEPAN PEMBAGIAN KELAS!!" ucap OSIS.
Para murid baru pun bubar dan pergi ke gedung depan mengikuti instruksi OSIS.
"Semoga kita sekelas yaa" ucap Sinta memohon.
"Semoga deh" balas Laras.
"Gue mah ogah sekelas ma lu" sahut Sarah.
"Gue juga ogah sama lu iuhh" balas Sinta mengejek.
Sarah menatap Sinta dengan tatapan jijik dan Sinta menatapnya dengan tatapan ingin muntah.
"Mulai deh" ujar Dini malas.
"Ohh iya tadi buketu katanya mau cerita habis upacara" sahut Mala tiba tiba.
"Nah iya untung Mala ingetin"
"Ayo buket cerita"
"Emang ya kalian ini kalo tentang ghibah pasti ga lupa" jengah Dini melihat mereka satu persatu.
"Hehe begitulah" cengir mereka.
"Cerita sambil jalan nih?" tanya Dini memastikan.
"Iyaa" jawab mereka serempak.
"Jadi ginii...." Dini memotong ucapannya dan melihat ekspresi temannya yg sedang serius menunggu.
"Nungguin yaaa" ucap Dini mengolok.
"Anj..."
"Iss serius dong buket"
"Jangan panggil buketu lagi kan gue bukan ketua lagi" ucap Dini.
"Pengalihan isu pengalihan isu nih" ujar Sinta.
"Iya buket nih, udah enak manggil buketu"
"Ya udah terserah"
"Lanjutin lagi dong ceritanya jadi apaa tadii?"
"Jadi gini..." Dini pun menceritakan apa saja yg terjadi di dalam toilet tadi tanpa ada yang tertinggal.
"Busett buketu emang hebat sih" tepuk tangan Mala dan diikuti yang lainnya.
__ADS_1
"Hebat dari mananya?" ucap Dini bingung.
"Hebat aja gitu baru awal udah di labrak ma kakel" sahut Rina dan diangguki oleh mereka.
"Herann, hebat dari mana nya coba, dilabrak masa jadi hebat" ucap Dini tambah bingung.
"Ga usah dipikirin buket pokonya hebat deh" sahut Sarah sambil membayangkan adegan Dini dilabrak.
Tak terasa semua murid baru telah sampai di gedung depan dan disuruh untuk duduk dilantai menunggu nama mereka dipanggil satu satu.
"YANG MERASA NAMANYA DIPANGGIL, MAJU!! DAN IKUTI KAKAK OSISNYA BIAR DITUNJUKKAN KELASNYA"
"YANG PERTAMA TKJ YANG BERNAMA NATHAN ADIRAKSA, KELASNYA DI LANTAI DUA"
OSIS menyebut nama mereka satu persatu dengan jurusan masing-masing sampai Dini yang terakhir.
"YANG TERAKHIR DINI VARIS DIRGANTARA PERAWAT KELAS NYA LANTAI DUA"
Dini menaiki tangga sambil diliatin para anggota OSIS karna tinggal dia sendiri yang namanya baru disebut.
Dini melewati lorong yang tidak terlalu panjang tapi itu menyita perhatian publik karna ya dia harus melewati kelas anak TKJ yang dihuni para laki laki satu perempuan pun tidak ada karna TKJ lah paling sedikit muridnya ya itu 20 orang aja itu pun 1 kelas aja.
Dini mempercepat jalannya tanpa melihat kelas TKJ, tapi nasib berkata lain.
"Hai cantik mau kemana nih" muncul tiba tiba seorang lelaki di depannya yang pasti ia anak TKJ.
"Ya ke kelas lah" jawab Dini ketus.
"Ketus amat si cantik, nanti cantik nya ilang loh"
"Bodo"
"Cantik lupa ya sama babang?" tanya orang itu.
Dini menaikan alisnya dan melihat orang yg di depannya dari atas sampai bawah.
"Emm enggak ingat"
"Ini Gio cantik" ucap Gio mendekatkan wajahnya ke wajah Dini, Dini reflek mundur.
"Oohh Gio ingat ingat" ucap Dini sambil mendorong tubuh Gio yang condong ke depan menggunakan jari telunjuknya.
"Ya udah gue mau ke kelas awas ya ganteng!" ucap Dini tersenyum yang di buat buat.
"Hehe iya" salting Gio.
Dini pun melalui Gio dengan memutar bola matanya malas.
"Jantung gue ga aman co" ujar Gio memegang dada kirinya sambil tersenyum seperti orang gila.
"Masih pagi juga jangan gila" ucap Ridho memukul lengannya.
"Sewot aja lu jadi orang"
"Heh masuk ke kelas!! ntar ada guru produktif yang masuk" tegur Nathan.
"Ckk iyaa iyaaa"
...°...
Kelas keperawatan 4.
Dini duduk paling depan karna bagian belakang pada kosong sudah di tempatin para cowo 7 biji karna bagian depan biasanya langganan di tunjuk.
"Buketu untung kita sekelas" ucap Mala histeris dan pindah duduk ke samping Dini.
"Hehe iya, eh kita ga ada yg kepisah ya?" Dini melihat2 ke belakang tempat duduknya ternyata dipenuhi oleh teman sekelompok nya.
"Iya untung aja sih jdi biar ga canggung gitu" jawab Mala.
Guru produktif sekalian wali kelas masuk dan menyuruh mereka memperkenalkan diri satu persatu, selain perkenalan guru menanyakan tujuan masuk ke perawat apa.
"Tujuan kamu masuk ke perawat apa Risky?" tanya guru kepada siswa yg bernama Risky.
__ADS_1
"Tujuan saya disini ingin menjadikan negara menjadi satu dan kesatuan" jawab Risky dengan percaya diri.
Semua yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak, Risky heran knp ia ditertawakan?!.
"Cok cok tujuan lu apa bukan tujuan negara lu perawat apa IPS" ujar temannya yang bernama Diki.
"Ya ga salah sih Ki tapi ah sudah lah next"
"Perkenalkan nama saya Rangga Saputra Bisa dipanggil Rangga atau sayang gpp kok"
Semua pun tertawa lagi sampai guru juga ikut tertawa.
"Tujuan mu masuk ke perawat apa Rangga?" tanya Bu guru.
"Ingin merawat orang sakit" ucap Rangga dengan serius, tapi entah mengapa wajah Rangga seperti ngelawak jdi lah mereka tertawa.
"Ya kan Bu ga salahkan?" tanya Rangga yg seperti anak kecil.
"Iya ga salah mereka yang salah" ucap Bu guru sambil menahan tawanya.
"Menyebalkan sangat menyebalkan"
"Cukup perkenalannya hari ini Assalamualaikum" pergi begitu saja.
"Waalaikumusalam"
Kriinggg kringggg
Bel pun berbunyi yang tandanya istirahat.
Semua murid berkeliaran keluar kelas dan menuju ke kantin dan ada juga yang ke pakle pakle penjual pentol/bakso goreng.
"Eh ke kantin yuk" ajak Dini dan di angguki oleh temannya.
Mereka pun pergi ke kantin bersama, karna kantin kelas satu dua dan tiga itu gabung jadi kantin terlihat lebih ramai.
"Ramai amat cok" ucap Sinta melihat kantin yg begitu berdesakan.
"Hooh rame amat, tau gitu bawa bekal ae lah" sahut Sarah.
"Terobos aja lah anying" ujar Rina dan maju lalu diikuti oleh mereka sambil tertawa renyah.
Setelah 15 menit menunggu akhirnya pesanan mereka jadi dan mengambil menaruhnya di meja.
Mereka makan sesekali berbicara sampai ada yang menggebrak mejanya.
"BRAKKK"
Dini dan teman temannya kaget karna ada yang menggebrak meja nya, Mala sedikit tersedak kuah bakso yang sangat pedas.
"Uhhuk uhhuk" sedak Mala dan meminum es jeruknya.
Dini mendongak kan kepalanya melihat siapa yang menggebrak meja nya.
Semua murid yang ada di kantin menjadi diam dan meja Dini menjadi pusat perhatian.
"Kang labrak sekolah cok"
"Mereka murid baru? nyari masalah ma kang labrak?"
"Mereka kang labrak sekalian kang bully ga sih?"
"Iya co"
"Apa?" tanya Dini dan berdiri sejajar dengan kang labrak kata nya.
"Hebat juga nyali lu" ujar salah satu kang labrak itu dengan bersingkuh dada.
"Apa!! gue tanya?" tanya Dini tegas mengulangi perkataannya.
"Gue..."
"Ada apa ini ribut ribut?" tiba tiba ketos datang yang tak lain adalah Rey kakak Dini.
__ADS_1
Mereka pun sontak diam, para murid emang ga menghargai OSIS tapi tidak dengan Rey karna ketegasannya itu lah iya di segani.
NEXT.