Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
45


__ADS_3

"Lu dah ngerjain pr?" tanya Mala saat Dini sudah sampai di kelasnya dengan membanting tas nya di meja.


"Emang ada?" tanya Dini.


"Kimia loh Din bisa bisanya lupa" jawab Mala.


"Loh yg bener?" tanya Dini sambil grasak grusuk di tas nya mencari buku kimia.


"Duh ketinggalan lagi" ucap Dini panik.


"Hayoo kimia pelajaran pertama lohh" ucap Sinta menakut nakuti.


"Semoga bapaknya lupa" ujar Dini.


"Semoga aja sih gue juga belum soalnya" ucap Laras.


"Loh tumben lu belom?" tanya Rina karna Laras ini terkenal rajin.


"Gtw gue males aja" ucap Laras cuek.


"Napa dah tuh orang?" menatap heran ke Laras.


Dini mengangkat bahunya acuh.


"Eh kalian tau ga?" ujar Sinta berbisik ke arah mereka.


"Ghosip lagi nih pasti" ujar Dini curiga.


"Heheh tau aja" cengir Sinta, Dini menggeleng kan kepalanya.


"Ghosip baru apa lagi nih?" tanya Sandra yg sudah berada di depan meja Sinta dengan membawa kursi sendiri.


Sandra memang cepat akrab dengan teman teman kelasnya karna ke randoman nya membuat mereka nyaman dengan Sandra.


"Woi Sandra gue dah bilang brp kali sama Lo jgn pake make up!!" tegur Rangga yg sudah di ambang pintu dengan berkacak pinggang.


Sandra berdiri dari duduk nya dan melipat tangannya ke dada.


"Emang nya knp sih?" tanya Sandra yg tersulut emosi.


"Ya ga cocok sama lu yg masih kelas satu SMK" jawab Rangga.


Teman temannya di kelas sudah sering melihat Sandra dan Rangga cekcok karna masalah make up menor.


"Ya trs knp?, kan gue juga bukan lu" ucap Sandra tak mau ngalah.


"Make up lu tuh menor udah kayak Tante Tante aja lu, emang lu ga malu hah?" tanya Rangga.


Sandra mendekat ke Rangga, teman sekelasnya langsung terfokus ke arah mereka berdua, kali ini apa yg Sandra lakukan.


"Stop bilang make up gue menor kayak tante tante, target pasaran gue memang bukan lu tapi bokap lu!!" ucap Sandra di depan wajah Rangga.


Semua orang yg ada di kelas itu langsung tertawa dan ada yg memukul meja saat mendengar Sandra frontal bilang seperti itu.


"Knp target pasar lu bukan gue aja knp bokap gue?!" tanya Rangga tak terima.


"Terserah gue lah" jawab Sandra.


"Knp bukan gue aja Sandraaaa?" tanya Rangga mengejar Sandra yg keluar dari kelas.


"Ahhahahaa" tawa mereka saat Rangga pergi mengejar Sandra entah kmn perginya.


"Kemana tuh mereka?" tanya Mala yg sudah selesai tertawa.


"Paling mojok" jawab Sinta.


"Udah setengah delapan pak Agus belom datang datang" ujar Dini heran karna biasanya jika jadwalnya pak Agus di kelas mereka pak Agus akan datang lebih awal.


"Mungkin bapaknya sibuk atau jamkos" ucap Mala berbinar binar.


"Semoga aja deh gue juga ga ada bukunya" ucap Dini, pak Agus adalah guru kimia mereka yg terdengar kiler dan sangar nyata nya tidak, seperti guru guru lain aja.


"Eh tadi mau nge ghosipin apa?" tanya Sandra yg sudah di depan meja Sinta.


"Lo dari mana?" tanya Rina.


"Dari WC tuh" jawab Sandra, ternyata ia habis menghapus make up nya.


"Rangga mana?" tanya Sarah.

__ADS_1


"Oh tadi dia di panggil ke ruang guru" jawab Sandra malas.


"Hahahaaa mampus dah tuh siapa suruh keliaran" tawa Sarah.


"Memang bagus sih di panggil sama guru biar ga ganggu gue" kata Sandra menggerutu.


"Tau tau lu suka lagi sama si Rangga mampus" ucap Rina menertawai Sandra.


"Gue orang yg pertama bakal ketawa kalo tau Sandra ma Rangga jadian" ucap Sinta di sela tawanya.


"Najiss banget" ujar Sandra.


"Hadehh" geleng geleng Dini.


Dret dret.


"Apa?" tanya Dini saat mengangkat telp nya.


"Nanti ke sini" ucap orang di sebrang sana.


"Liat nanti" balas Dini.


"Oke bye mwah" ucap orang di sebrang sana dan memberikan kecupan di hp.


Dini tersenyum geli.


"Napa lu?" tanya Mala melihat Dini tersenyum.


"Telpon" jawab Dini singkat.


"Telponan sama siapa lu? hayoooo" tanya Sinta menggoda Dini.


"Ah dah lah bahas aja apa tadi yg mau di ghosip?" ujar Dini mengalihkan bicara.


"Dih ngalihin"


"Nah bener tuh apaan tadi? gue dah nunggu lama belom mulai mulai juga anjir " tanya Sandra yg tak lupa kata kata mutiaranya.


"Jadi tuh...."


...•...


...•...


"Mabar yok jamkos nih" ajak Gio.


"Di luar kuy disini sumpek amat" ujar Farhan.


"Siapa nih yg mau ikut? party kita" ucap Gio.


"Gue sama Ridho" sahut Adit.


"Napa gue sih?" tanya Ridho.


"Ayo lah"


"Ayo deh" ucap Ridho.


Mereka pun keluar dari kelas sambil membawa kursi mereka.


"Kurang 1 nih" ucap Gio.


"Bas Lo mau ikut ga?" tanya Gio.


"Ga dulu gue males" jawab Bastian.


"Lagian lu sih ngapain nanya Bastian, dia lagi ngebaperin anak sebelah tuh" ujar Adit menatap Bastian yg tengah senyum senyum sendiri.


"Al mau ikut ga?" tanya Farhan.


"Ga dulu deh" jawab Al yg tengah memakai earphone.


"Ga ada yg mau apa?" tanya Adit.


"Gue aja lagi gabut juga" ucap Raka mengajukan diri.


"Nah ini nih sahabat gue memang" ujar Gio menepuk nepuk pundak Raka.


"Nathan ma Riko main solo ga ngajak ajak" ujar Raka.

__ADS_1


"Makanya males banget" ucap Adit.


"Wisnu mana dah?" tanya Gio.


"Ke WC" jawab Nathan.


"Loginnn"


...•...


...•...


Dilain tempat.


"Gimana udah di jalanin rencananya?" tanya Orang itu di telp.


"Rencana A sudah di jalan kan tuan, tuan tinggal menunggu hasilnya saja" jawab anak buah nya di sebrang telp sana.


"Bagus, kalian jangan meninggal kan jejak sedikit pun!!" ucap nya tegas.


"Baik tuan"


"Perhatikan gerak gerik nya jgn sampai hilang informasi" ujar orang itu dan mematikan sambungan telp nya secara sepihak.


Smirk.


...•...


...•...


Dini tengah menjelajah isi gedung 1 Yap ia sedari tadi mutar mutar tidak jelas.


saat di lorong ia melihat seseorang seperti tak asing dan menegurnya.


"Bang Rey" tegur Dini saat melihat Abang nya di gedung 1.


"Apa?" tanya Rey.


"Ngapain ke sini bang?" tanya Dini, tapi matanya terfokus oleh dasi Rey yg camping.


"Di panggil sama wakil kesiswaan" jawab Rey.


"Ohh" ucap Dini ber- oh ria saja.


"Ya udah Abang ke sana dulu belajar yg bener" ucap Rey ingin pergi tapi tertahan.


"Apa?" tanya Rey lagi.


"Bentar nih dasi nya compang camping" ujar Dini dan memperbaiki dasi Rey.


Dari kejauhan ada yg melihat interaksi mereka dan mengkerutkan dahinya lalu memotret mereka.


"Udahh" menepuk nepuk baju Rey di sekitar dasinya.


Rey dengan gemas mengacak acak rambut Dini dan pergi ke ruang kesiswaan.


Dini pun kembali ke kelasnya karna ia sudah merasa lelah telah mengelilingi gedung dari lantai 3 sampai lantai bawah.


WISNU



TAMPAN SEKALI😍


...•...


MALA



PASANGAN YG SERASI🥵


...•...


HAHHH CAFEK.


LIKE YA LIKEE🤬


NEXT

__ADS_1


__ADS_2