
...NUNGGUIN YA?...
...JGN LUPA LIKE NTAR CRAZY UP...
Canada jam 20:00.
"Kapan kamu ke Indonesia nak?" tanya Bunda nya di telpon.
"Tahun depan Bunda sayang hahha" Jawabnya Di sela tawa nya, ia sangat gemas dengan bundanya selalu menanyakan kapan ia pulang.
"Itu terlalu lama nak!" ucap Bundanya.
"Kontrak nya baru selesai tahun depan Bunda" ucap nya menjelaskan.
"Baiklah kamu baik baik di situ nak selesai kan kontrak nya dengan cepat lalu pulang ke Indonesia karna kami di sini sangat merindukan mu" ucap Bunda nya lesu.
"Iya bunda aku mau makan malam dulu nanti aku hubungin lagi" ucap nya dan langsung mematikan telpon nya setelah bundanya mengucapkan "iya"
Orang itu berjalan menuju ke arah dapur dan mengambil segelas air putih lalu meneguknya dengan cepat.
"Apa dia sudah bertemu dengan Dini?" gumamnya.
...•...
...•...
Sekolah jam 09:10.
"Kantin yuk" ajak Lastri.
"Emang boleh?" tanya Mala.
"Boleh boleh aja" sahut Rina.
"Yok deh" ajak Dini.
Mereka pun berjalan keluar kelas dan membuat Rangga menegur mereka.
"Heh mau kmn?" tanya Rangga.
"Kantin" jawab Sarah, Rangga pun melihat jamnya.
"Belom jam nya, sana duduk lagi!" tegas Rangga tapi di abaikan oleh mereka.
Mereka melambai ke Rangga dan melesat pergi, membuat Rangga menggerutu kesal.
"Kalo ga mau dengerin ketua kelas napa jadiin gua ketua kelas anj!" gerutu Rangga.
Teman sekelasnya pun juga ikut keluar pergi ke kantin dan itu membuat Rangga tambah kesal.
"Udah lah yok ke kantin juga lapar gua" ajak Risky sambil memukul perut nya yg sedari tadi demo.
"Yok deh gua juga lapar" ujar Rangga.
Risky mendelik heran ke Rangga karna ia tadi habis marah marah dan sekarang malah mau ke kantin.
"Yok dah" merangkul pundak Rangga.
Di kantin.
"Buset gue kira masih sepi ternyata dah rame aja" ucap Sinta.
"Noh nak TKJ dah duluan" ucap Laras melihat ke meja anak TKJ yg sangat ribut karna lelucon Gio.
"Mau kesana?" tanya Mala.
"Di sampingnya aja noh ada yg kosong" tunjuk Dini.
Mereka pun ke meja dekat anak TKJ, anak TKJ melihat ke arah mereka kecuali Riko dan Al.
Mereka duduk dengan damai dan bercerita hal hal yg ada di benak mereka.
"Eh mau apa biar gue yg pesan?" tanya Dini.
"Seperti biasa" ucap mereka serempak dan membuat Dini tersenyum geli.
"Buset cok Dini pas senyum damage nya ga main main" puji Gio melihat Dini ke penjual kantin.
"Setuju sih, pasti yg dapatin Dini beruntung banget" sahut Bastian.
"Hooh yang pastinya bukan lu" ucap Ridho.
"Njir gua juga ga ngarep jingan" kata Bastian.
__ADS_1
Al sedari tadi mendengar apa yg mereka ucapkan tapi males meladeni mereka.
"Eh dari tadi kita disini belom mesan apa apa, laper gua" ujar Adit.
"Pesan lah" sahut Raka.
"Kalian mau apa?" tanya Al tiba tiba.
"Samain aja deh apa pun gue makan kalo lagi laper" ucap Adit.
"Kalian juga di samain?" tanya Al dan di angguki oleh mereka.
Al berjalan ke penjual yg ada di kantin dengan tangan kiri nya di kantong celana.
"Kesambet apa tuh anak?" tanya Adit.
"Kesambet setan cemburu kali" jawab Wisnu.
"Lah iya co, cemburu kali ya kita bahas Dini" ucap Gio memikirkan perkataan nya tadi.
"Hayooo lewat mana lu pulang, ntar di begal sama Al lu" ujar Nathan.
"Njir ga lah ga mungkin" ucap Gio.
"Bwhahaha takut" tawa Farhan.
"Lu juga di tandai ma Al" ucap Nathan menakut nakuti mereka.
"Njing jgn nakut nakuti napa" ujar Bastian karna tadi ia juga ikut bahas Dini, Mereka tertawa lagi kecuali Riko.
"Si Riko nih pendiam apa bisu sih?" tanya Gio.
"Lu ada masalah ma gua?" tanya Riko, ia heran selalu di bawa ke dalam masalah ya walaupun bukan masalah besar, tapi ia sangat heran ia diam aja di bawa bawa apa lagi ikut nge bacot.
"Enggap pak enggak, kan nanya aja" jawab Gio dengan cengengesan nya.
"Lu jangan senyum senyum di depan umum!" bisiknya di belakang Dini.
Dini berbalik ke belakang dan melihat siapa yg membisikinya.
"Al?, emang knp?" tanya Dini tak di heranin oleh Al, Al memesan makanan yg sesuai dengan temannya dan pergi tanpa membalas pertanyaan Dini.
"Kesambet apa tuh orang, aneh banget tiba tiba bilang gitu" gumam Dini melihat Al yg sudah duduk di kursinya.
"Maksud?" tanya Al dengan tatapan tajam.
"Ekhem maksudnya itu Dini,,, ah lupakan" jawab Wisnu gelagapan dan tidak jadi menjawabnya membuat Al tambah heran.
Mereka yg sedari tadi melihat interaksi Al dan Wisnu membuat mereka menahan tawanya, karna Wisnu terlihat gugup dan cicit.
Pesanan mereka datang setelah 10 menit lamanya menunggu.
"Wesss ngiler gua liatnya" ucap Bastian mengambil makanannya.
"Nih tisu lap tuh iler lu mau netes" ucap Ridho memberikan tisu ke Bastian.
"Hehehe" cengir Bastian dan di tatap datar oleh Ridho.
"Tumben ga gila lu?" ujar Nathan.
"Gua mah kalem" balas Ridho dan memakan makanan nya.
"Hilih"
...•...
...•...
BRAKK BRAKK
Orang di sekitar berkumpul melihat apa yg terjadi, ternyata ada kecelakaan tunggal yg terjadi di persimpangan jalan.
Setelah ambulance datang orang itu pun di larikan ke rumah sakit dengan keadaan yg tidak bisa di pastikan karna darah berlumuran dimana mana.
Ternyata orang yang kecelakaan adalah sepasang suami istri yg tengah pulang ke rumahnya sehabis bepergian.
Di sekolah.
Drett Drett
"Hallo?"
"....."
__ADS_1
"Iya benar"
"....."
BRUK
Hape nya jatuh dari genggaman nya dan seketika ia juga jatuh dengan buliran air mata yg menetes dari mata kirinya.
"Din? Din lu knp?" tanya Mala berusaha membangun kan Dini.
"Dini hey?" menghapus air matanya Dini.
Ternyata yg menelpon nya adalah pihak perawat dari rumah sakit.
Dini berdiri dan berusaha menjaga keseimbangan nya.
"Din Din Lo knp? cerita sini?" tanya Sinta yg tak tega melihat temannya yg ia tak tau permasalahannya.
"G-Gue mau ke rumah sakit" ucap Dini sesegukan.
"Mau ngapain Dini?" tanya Rina yg berusaha menenangkan Dini.
Dini tengah di kerubuni oleh teman sekelas nya karna mereka tau kalau Dini sekuat apa.
"B-bokap N-nyokap G-gue..." ucap Dini lirih mulutnya seperti kaku.
"T-telpon bang Rey, i-iya telpon bang Rey" ucap Dini yg setengah sadar.
Dini mengambil hp nya dengan gemetar dan air matanya tak kunjung berhenti, ia mengetik dengan cepat mencari nomor Rey tapi tangan nya sangat Tremor(gemetar) membuat hp nya jatuh dari tangan nya.
"Huhuuhuuu" nangis Dini tak tertahan di pelukan Rina.
Sinta mengambil telp nya Dini dan mencari nomor Rey lalu menelpon nya.
Dini pun berpikir pergi ke rumah sakit sendirian lalu mengambil hp nya dari Sinta.
"Tolong ijinin gue ya, gue harus pergi sekarang!" ucap Dini sesegukan dan menghapus air matanya lalu berlari pergi ke luar kelas.
"Dinnnnn" teriak temannya mereka cemas karna kondisi Dini seperti itu takut terjadi apa apa ke Dini.
Gio, Adit dan Farhan di depan kelas melihat Dini lari melalui mereka dengan air mata yg menetes.
Mereka bertiga kebingungan melihat Dini berlarian menuruni tangga.
Al keluar dari kelas nya "Knp?" tanya Al bingung melihat mereka terdiam.
"Dini tadi habis lewat di depan kita, mata nya merah habis nangis kali" ucap Gio menjelaskan.
"Dia masih nangis ko tadi" ujar Farhan.
"Iya ingus nya ga ada yg bleber" sahut Adit.
"Njir Cok"
"Nangis?" tanya Al memastikan.
"Iyaaa" ucap mereka bertiga serentak.
Al pun ke dalam kelasnya mengambil tasnya, karna ia mempunya i firasat buruk.
"Tolong ijinin gua ya" ujar Al dan turun ke bawah.
"Lah Napa tuh anak, hari ini aneh banget dia?" tanya Adit bingung melihat Al membawa tas nya dan pergi menuruni tangga dengan terburu buru.
"Ntah lah yok ke TU ijinin Al" ajak Farhan.
Al kembali ke atas, membuat Adit, Gio dan Farhan heran ketika Al berjalan ke arah kelas Dini.
"Tas nya Dini mana?" tanya Al di depan kelas Dini.
"Nih" Mala memberikan tas nya Dini ke Al.
Al pun lari lagi di depan Gio, Farhan dan Adit.
Di parkiran Dini melihat Rey tengah ke arahnya, Dini berlari menghambur ke dalam pelukannya Rey.
"Kenapa?" tanya Rey khawatir.
"M-mamah P-papah kecelakaan bang" kata Dini dan air matanya turun tanpa kendali.
NTAR MALAM DI LANJUT.
NEXT.
__ADS_1