
...WARNING....
...⚠️⚠️...
...INI KAWASAN LARANGAN...
...TERDAPAT ADEGAN EKHEM HEM....GA JELAS....
Suara OSIS yang sedang memberikan instruksi membuat para siswa siswi berdecak kesal tapi tidak dengan Al dia mengamati dengan seksama apa yang OSIS katakan.
"Woi cape ga?" tanya Gio.
"Cape lah" jawab Farhan.
"Ohh"
"Lah.." heran Farhan.
"Jam berapa sih ini?" tanya Nathan.
"Jam 12 kurang 5 menit"
"Hm"
"KALIAN DI BERI WAKTU 30 MENIT BUAT ISOMA(istirahat sholat makan),KALAU SUDAH KALIAN KE LAPANGAN LAGI!!"
"IYAA KAK"
Para siswa/i berhamburan bubar dan pergi ke kantin dan ada yang ke mushola.
"Oi ke kantin yok" ajak Gio.
Farhan menyentil kepalanya Gio "Sholat dulu goblok"
Mengusap kepalanya "Iya anj santai dong"
"Diliat liat angkatan kita cantik cantik ya apalagi nak perawat buset damage nya ga main" ujar Bastian memerhatikan sekitarnya.
"Pucek boy cap kadal mah beda semua aje diliat cantik" sahut Adit.
"Yang cintanya bertepuk sebelah tangan ga usah bacot" sindir Bastian.
"Lo nyindir gue?"Tanya Adit tidak terima.
"Merasa?,kalo merasa sih ya udah"
"SINI LO ANJ"
Dan berakhirlah kejar kejaran seperti bocah TK.
Kalian pasti bertanya tanya kok Bastian tau cinta nya Adit bertepuk sebelah tangan? ya karna anggota GATOT kecuali Al, pas SMP sekolahnya sama dan mereka juga se kelas.
Dan ya sekarang mereka satu sekolah lagi makanya itu mereka pada akrab.
"Eh dengar dengar kalo kita satu kelas pas kelas 1 disini, kita bakal sekelas sampe lulus" kata Gio
"Tau dari mana Lo?" tanya Raka
"Anj bakal bosen gue liat muka kalian terus" sahut Ridho
"Dihhh....."
"Sama gue juga bosen liat lu" sahut Nathan dengan tatapan mengejek.
"Pfttt mampuss"
"Kalian udah saling kenal?" tanya Al.
"Lo dari mana aje kok baru tau" jawab Farhan.
"Dari tadi" ucapnya datar.
"Ahh ga asik" lesu Farhan.
"Lah..." heran Al
Tiba tiba Adit datang dan merangkul pundak Farhan yang tengah ngos ngosan habis kejar kejaran ma si pucek boy.
"Kita asikin lah ya gak Dho?" ucap Adit melihat Ridho.
Ridho mendekati Farhan dan Adit lalu merangkul mereka berdua "Yoi jelas itu mah"
Farhan akhirnya tersenyum dan membalas rangkulan mereka berdua.
"Yok balapan ke mushola, yang terkahir sampai dia yang traktir minum,deal?" ajak Farhan
"Ya yang menang pasti lu lah,deal aja deh" pasrah Ridho
"1, 2, 3,,,,Lariiii...."
"Woi tungguin gue woi!!" teriak Gio dan ikut berlari.
__ADS_1
Tinggal lah Al, Nathan, Wisnu, Raka, dan Riko.
Al menatap mereka dengan senyuman kecut,sambil mengingat teman nya yang entah dimana keberadaannya.
Nathan maju kedepan agar sejajar dengan Al.
"Mereka berempat emang kek gitu dari SMP ga pernah berubah,selalu menyemangati satu sama lain,jadi Lo ga usah kaget gitu" sentak Nathan memukul pundak Al kecil dan berlalu menyusul mereka, Al hanya tersenyum kecut dan menyusul mereka.
"Yes gue yang menang" senang Farhan
"Dah bisa ditebak sih siapa yang menang modus doang kan lu,bilang aja mau di traktir"kesal Ridho karna dia yang paling akhir dan alhasil dialah yang mentraktir ke 3 temannya itu.
"Menyebalkan sangat menyebalkan" ucapnya.
"AHAHHAHAAA" tawa puas 3 orang itu.
"Toss dulu dong kita" ajak Farhan dan di iya in oleh mereka bertiga,tos ala ala mereka.
"Mereka kalo udah gabung berempat gila nya nambah" bisik Nathan ke Al.
"Hahha" tawa kecil Al.
"Nah gitu kalo ma kita jangan serius serius amat, ntar jadi nya ke Riko tuh muka nya dah abstrak gitu"sindir Nathan lalu menatap Riko sambil tertawa.
Merasa di sindir Riko pun menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam nya dan melenggang pergi untuk berwudhu.
...***...
"Eh diliat liat banyak cogan anjierr" Ucap Sinta.
"Santai aja kali tuh mata awas copot" tegur Dini.
"YAHAHhhaa" tawa Laras.
"Tawa Lo nyet"
"enggak gue nangis" jawab Laras datar.
"Sholat yo" ajak Rina.
"Yok"
"Gue lagi dapet"
"Yok kita ke kantin aja" ajak Lastri.
"Lu ga sholat?"
"Dapat apa? lotre?"
"Dapat Sehun"
Selesai menjalankan ibadah sholat Dini dan kawan kawan bergegas ke kantin,tapi sebelum ke kantin ada kendala yang menghambatnya.
"Minggir" merasa tidak di dengar Dini pun mengencangkan suaranya.
"Minggir woi" tegur Dini dengan suara yang nyaring,merasa ditegur ia pun berbalik, saat orang itu berbalik Dini sedikit terkejut.
"Paan sih berisik" ketus cowo itu sambil menaruh tangannya yang satu di kantong celananya dan menatap orang yang menegurnya..
DEG.
"Minggir gue bilang!"
"Kalo gue ga mau?" ucapnya sambil tersenyum sedikit dikit aja, cewe cewe pun menjerit histeris melihat senyum cowo itu, Dini pun sedikit terpukau tapi di tepis.
Dini maju selangkah kehadapan nya lebih dekat dan menunjukkan smirk nya.
"Buset buset kek drama Korea woi..."
"Iya cokk aaa..." heboh Lastri dan Sinta sambil menggigit jarinya.
Rina, Laras, dan Sarah hanya jengah melihat tingkah kedua temannya itu padahal ketua nya lagi ribut tapi sempat sempat nya menghayal.
Tanpa Dini sadari dirinya dan lawannya telah jadi tontonan gratis di depan mushola.
"Lo ga mau minggir?"
"Enggak"
"Udah lah ayo buruan, keburu waktu istirahat nya habis" lerai teman nya.
"Ga bisa"
"Kita jadi perhatian semua orang woi!" bisik temannya dan ia pun menengok sekeliling nya ternyata benar.
"Ga peduli"
"Keras kepala amat sih ni anak, seret aja kali ya"
Kata temennya dan mereka pun menyeretnya.
__ADS_1
"Cantik jangan marah ya, nanti jadi sumo loh" Ucap teman satunya dan berlari menyusul temannya yang sudah pergi karna diseret.
Tapi ada satu laki laki yang sebelum pergi ia menatap Dini bertanya tanya,Dini pun meliriknya sebentar dan mengalihkan pandangannya.
"Lah drama nya udah selesai?" tanya Sinta
"Udah"
"Ya elah belom 10 menit dah tamat ae"
"menyebalkan sangat menyebalkan" mengentak kan kakinya
"Ga usah alay, ayo cabut"
"Siallan kenapa dia sih" batin Dini
"Siaall sial nih jantung selalu gini kalo ketemu dia aghkkk" batin cowo itu
"Lo masih ada rasa ma dia?" bisik teman cowo itu.
"Gak"
"Ga usah bohong dari tatapan lu aja bisa di tebak kalo Lo masih ada rasa sama dia"
"Gak usah di bahas deh"
Perbincangan mereka berdua terdengar samar di telinga yang sedang menguping dan masih bertanya tanya ada hubungan apa antara dia dan Dini, tapi dia urungkan dan mengembalikan sifat bodo amatnya.
"Ketua Ketua sini sini!!" teriak Sukma.
"Heboh banget,noh jadi perhatian semua orang lagi kan" ujar Rina.
"Emang tadi ada drama apaan kok jadi perhatian sama orang?" tanya Mala dan melanjutkan makannya.
"Males gue jelasin Lo aja Sin"
"Jadi gini..."
"Nah gitu"
Mala Menggebrak meja "WHAT!" suara Mala memekik keras dan jadi perhatian semua orang lagi dan lagi lalu duduk kembali tanpa merasa bersalah.
"Aaaa pasti seru tadi yaaaa ketinggalan drama" ucapnya mendrama Dini memutarkan bola matanya malas.
Ctakkk
"Seru pala kau"
Mengusap dahinya "Auww sakit ketu"
"Bodo"
"Bu pesen bakso sama es tehnya 1 ya" pesan Dini.
"Saya juga Bu samain" ucap orang yang di belakang Dini, tanpa berbalik Dini tau siapa yang memesan.
Dini berbalik dan bersingkuh dada "Lo suka ma gue ya?" tanya nya tiba tiba.
"Hah"
"Lo pasti ga budek kan tadi gue bilang apa"
"Jangan ngarep"
"Halah udah ngaku aja Lo suka ma gue kan"
Cowo itu berjalan maju mendekati Dini, Dini ikut mundur sampai ke tembok "Jadi cewe ga usah terlalu kepedean ntar Lo malu sendiri" menyudutkan Dini ke tembok.
Dini agak risih di sudutkan seperti itu.
Dini tersenyum sinis "Huh gue gak kepedean emang kebenaran nya gitu kan"
"Na jjiss" ucap nya penuh penekanan.
"Noh liat ketua kita, buat adegan baru lagi,ini mah harus di vidioin" ucap Sinta dan mengambil ponsel nya.
"Ganjen banget jadi cewe"
"Tadi di mushola, sekarang cowonya beda lagi"
"Biasa caper"
"HEH MULUT SIAPA ITU" suara Rina memekik keras,mereka pun terdiam.
"Mulut gue kenapa?" sahut cewe itu dan berdiri bersingkuh dada.
"Lo..."
YAAAHAHA... GANTUNG KEK HUBUNGAN KALIAN.
KURANG GREGET YA GA?
__ADS_1
NEXT.