Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
42


__ADS_3

...YOW KEMBALI LAGI DENGAN AUTHOR TERCANTIK DAN PEROASTING HANDAL....


...BECANDA, LU ANGGAP SERIUS GUE GIBENG LU....


...CUSS BACA....


...JGN LUPA LIKE KOMEN🤬🤬🤬...


Di hari Senin dimana semua orang memulai kembali aktivitas nya dan di mana semua murid berdoa agar di paginya hujan namun Tuhan tidak akan mengabulkan doa orang yg pemalas seperti yg baca.


Rey dan Dini sudah sampai dari tadi di parkiran, kalian bertanya tanya kan motor Dini yg kmrn ditinggal udah di ambil apa belom? Yap jawabannya belom karna Dini malas mengambil motornya jdi ia nebeng sama abangnya.


Membuat satu sekolah geger karna Dini berboncengan dengan ketos yg di kenal Dingin dan cueknya siapa sangka di balik ke dinginan nya tersimpan perhatian yg lebih untuk adiknya.


"Duh bang aku diliatin mulu udah kek artis aja" bisik Dini.


"Lu diliatin karna aku kok bisa bawa gembel" canda Rey.


"Ihh Abang mah gitu" memukul lengan Rey.


"Hahahaa dah dah aku mau ke rusis(ruang OSIS)" kata Rey di sela tawanya, murid kelas dua tambah bingung knp Rey sama dia selalu tertawa sedangkan di sekolah ia sangat jarang senyum.


"Itu siapa sih kok bisa jalan ma Rey?" ucap orang di sebrang sana.


"Dia lama lama ngelunjak ya!!" mengepalkan tangannya.


"Kita liat aja nanti" smirk.


"Duh kok perasaan gue tiba tiba ga enak ya" ujar Dini bergidik ngeri melihat sekeliling nya dimana semua nya kakak kelas.


"Gue masuk ga ya?" pikir Dini.


"Ah ga usah deh" lanjutnya setelah selesai berpikir.


"Hai Din?" sapa Geng DIFICIL ya ketuanya belom ada.


"Eh hai juga" melihat mereka dengan senyuman.


"Buset dah lu yang senyum gue yang diabetes" gombal Bastian.


"Bisa aja lu" tawa Dini.


"Masih pagi juga udah ngegombal aja" sahut Nathan.


"Pemanasan pagi itu emang enak nya ngegombal ya ga Din?" menaik turun kan alisnya.


"Itu sih mau lu" memukul lengan Bastian.


"Tumben kalian bersembilan" ujar Dini.


"Halah bilang aja lagi nyariin Al" ejek Gio.


"Tau aja lu Yo" ucap Farhan menyenggol tubuh Gio memancing Dini.


"Ah apaan sih" cengir Dini.


"Tuh kan keliatan banget Hahaha" tawa Adit.


"Ga usah ngakak ga ada yg lucu" tegur Wisnu.


"Etdah ngapa lu yg sewot" menaikan alisnya satu.


"Pms dia kali" ujar Ridho.


"Palamu pms" memeluk batang lehernya Ridho.


"Eh buset tangan lu woi udah kek mau SmackDown gue aja" memukul lengan Wisnu.


"Riko lu diam aja dari tadi ngomong Napa" tegur Gio.

__ADS_1


"Hm" dehem Riko.


"Njir abstrak amat" ucap Farhan spontan.


"Bwahahahah" tawa Gio lepas dan yg di tertawai sedang melihat ke arah Gio dengan tatapan tajamnya.


"Males dia ladenin orang ga waras" ucap Raka membela adiknya dan pergi duduk ke atas motornya.


Dan akhirnya datang lah sang ketua dengan motor kebanggaan nya.


"Cui cui liat tuh ketua dah tiba" ucap Farhan melihat ke arah Al dengan tatapan takjub.


"Buset lakik nya siapa tuh?" sahut Adit nyaring mengode ke Dini.


"Ekhhem siapa yah" serasa tuli Dini tak mengherankan mereka karna tatapannya hanya tertuju pada Al yg tengah memasuki gerbang.


Tanpa ia sadari dari tadi ada yg melihat ke arah Dini dan melihat arah gerak matanya Dini apa yg ia lihat, seketika ia mengepalkan tangannya.


"Gua bakal ngelakuin apapun demi dapatin Lo kembali, jika itu pun menyangkut teman gua, gua bakalan tetep perjuangin Lo biar pun Lo ga mau" batin seseorang.


Al pun turun dari motornya dengan keren nya lalu di sambut oleh temannya.


"Busett damage Lo ga main main coi" puji Wisnu.


"Setuju sih" sahut Nathan.


"Kalian ga belok kan?" tanya Gio memicingkan matanya.


"Ah diam lu kodok sawah" ucap Nathan.


"Njir cakep gini dibilang kodok sawah" ucap nya tak terima.


"Ada yg nungguin Lo tuh dari tadi" kata Adit sambil melirik ke arah Dini, Al mengikuti arah pandang Adit dan tersenyum tipis.


Merasa di omongin Dini pun pura pura melihat sekeliling nya.


"Lu?" ucap Al tertahan, Dini menghadap ke arahnya.


"Hah?" tanya Dini yg keringat Dingin


"Bukan lu tapi Raka" ucap Al mendekat ke arah Raka.


"Anjg" gumam Dini.


"BwahahahHHhaha" tawa mereka yg tidak jauh dari Dini yg sedari tadi melihat interaksi Al.


"Senam perut di pagi hari" ucap Bastian paling nyaring tawa nya.


"Buset itu mulut apa toa nyaring amat" tegur Ridho.


"Gue pas bayi makan toa jadi gini nyaring kalo ketawa" ucap Bastian niatnya ngelucu, tapi mereka malah datar.


"Ketawa dong bgsd gua lagi ngelucu nih" ujar Bastian tapi tetap di tatap datar oleh mereka.


"Ah anjg kalian" ucap Bastian menjauh dan mendekat ke arah Dini.


"Bwahhahaha" mereka baru tertawa emang teman luknut.


"Dini lu tau ga?" tanya Bastian yg berniat menggombal.


"Ga" jawab Dini.


"Sama gue juga" ucap Bastian.


"Cringe banget anj" kata Wisnu yg mendengar itu.


"Ya kan gue lagi ga ngelucu bgsd" balas Bastian.


"Sudahlah badoet"

__ADS_1


Teman Dini pun akhirnya sudah terlihat dari kejauhan.


Dini melambai lambai dan akhirnya di notic oleh mereka, mereka pun mendekat ke arah Dini.


"Tumben cepat keluar?" tanya Dini.


"Males gue di tegur Mulu" jawab Sinta di angguki oleh temannya.


"Nah bagus nyadar" kata Dini.


"Mau baris langsung ga?" tanya Rini.


"Belom rame Nunggu disini aja dulu" jawab Laras.


"Disini ngapain kek orang beleloan gini?!" sahut Sarah.


"Ya itu sih lu" ucap Sinta.


"Lu nyari gara gara Mulu dah" ujar Sarah.


"Ah males banget udah pagi ribut mending ke ayang beb" ucap Mala dan pergi ke Wisnu buat bucin.


"Masih pagi udah mau ngebucin aja" sindir Adit.


"Yg jomblo mah diam aja" balas Mala.


"Mampus di roasting ma cewe gua lu!" puas Wisnu.


"Duo babi" ucap Adit malas dan pergi ke arah Raka Riko dan Al yg entah bahas apa.


"Woi bahas apa sih?" tanya Adit.


"Bahas negara" jawab Raka.


"Sok iye bahas negara" ucap Adit dan mendekat ke arah Dini dan temannya yg lagi ghosip.


"Eh iya coi masa ya si itu anak analis ada yg gitu" ucap Lastri.


"Gitu apaan?" tanya Adit yg tiba tiba nimbrung.


"Ada yg...." mulut nya di tutup oleh Rina.


"Gapapa hehe ini urusan cewe"


"CEK CEK CEK" suara mic yg terdengar sampai ke parkiran semua siswa siswi berhamburan pergi ke Lapangan.


Dan yg di parkiran pun juga menuju ke lapangan dan menitip kan tasnya ke penjual.


"Din?" tegur Al di samping Dini, posisi Al di samping Dini karna Dini berada di pojok diantara tmn tmn nya yg lagi menuju ke arah lapangan.


"Paan?" tanya Dini menoleh ke Al.


"Gapapa" Jawa Al yg bikin Dini emosi di pagi hari mana tadi udah bikin malu.


"Gajelas"


"Ya emang gue suka ga jelas tapi kalo cinta gue ke lu jelas" ucap Al tapi di dengar samar samar oleh Dini karna suara orang di sekitar nya membuat suara Al jadi kecil di telinganya.


"Hah?" tanya Dini menengok ke Al.


"Ga ada pengulangan"


WOI NGEBLANK.


SAMBIL NUNGGU UP INI MENDING BACA NOVEL BARU AUTHOR YG BERJUDUL "HISTORIS"


HISTORIS INI BERKISAH DI SMP JADI BISA DI BILANG MASA LALU ATAU SEBELUM TERJADINYA MASA DI SEKOLAH SMK, BISA DI SEBUT PREQUEL.


NEXTT IBAB.

__ADS_1


__ADS_2