
...JIAKHH NUNGGUIN YAK?...
...GA NUNGGUIN JUGA GPP SIH CKK...
...CUS BACA!!!...
Al memberhentikan motornya di salah satu market, Dini pun kebingungan mau apalagi nih anak.
Ia cape berhenti terus sedari tadi, ya walaupun dia yg ngelakuin tetep Al yg di salah kan.
Al masuk ke mart itu dan mencari apa yg ia butuh kan dan membayarnya.
"Ngapai!?" tanya Dini saat melihat Al sudah keluar membawa sekantung plastik sedang.
"Nih"
"Apa?" tanya Dini bingung.
"Buka aja"
Mata Dini berbinar-binar.
"Buat gue semua?" tanya Dini senang saat melihat banyak Es krim di kantong kresek nya.
"Heem"
"Thanks Al mwah" ucap Dini membuat Al tersenyum geli.
Mereka pun melanjutkan lagi perjalanan nya yg terus tertunda.
Sekitar satu jam mereka di perjalanan dan itu sudah satu dengan mampir beli dan sholat, ya mereka melakukan sholat Isya sekaligus sebelum Al membeli es krim buat Dini.
Cukup tidak jauh perjalanan namun membuat Dini kelelahan karna ia harus berhenti membeli makanan untuk Abang nya karna ia pastikan Rey belom makan dari tadi siang.
Dini dan Al sudah sampai di depan rumah sakit, tanpa menunggu lama lagi ia masuk dengan berlari tanpa melepaskan helm nya dan tak lupa membawa es krim yg di belikan Al tapi melupakan martabak dan nasi goreng nya, alhasil Al lah yg membawa makanan itu.
Dini pun dengan cepat membuka ruangan dimana mama dan papa nya berada dan terkejut, tapi tak sampai es krim nya jatuh kan sayang.
Ternyata yg berada di dalam ada Genta, Indra dan Vero.
"Dini Lu nggak takut jatuh apa?" tegur Al saat melihat Dini di ambang pintu belum masuk.
"Kalo kesandung gmn?" gerutu nya masih yg seperti ibu ibu marah ke anak nya.
Al heran knp Dini terdiam, ia pun melihat apa yg Dini lihat.
Al merasa asing siapa yg berada di dalam sana tapi ada satu orang selain Rey yg muka nya tidak asing baginya.
"Ayo masuk ngapain disitu" ucap Rey.
"Untung gue beli makanan banyak" gumam Dini.
Al menaruh makanan yg di beli Dini ke meja, dan duduk di samping Vero.
Al menepuk nepuk sofa yg berada di dekatnya agar Dini duduk di situ, Dini pun duduk di samping Al.
Mereka ber enam hanya berdiam diri tak ada yg memulai obrolan, Dini pun pergi keluar entah pergi kemana.
Setalah 2 menit Dini pun kembali dengan membawa piring plastik 6 buah, Dini menurun kan makanan nya ke bawah dan menyingkir kan meja yg berada di tengah situ tapi sebelum itu ia menyapu bersih lantai itu agar nyaman di duduki.
Mereka menatap Dini, apa yang akan di lakukan oleh nya.
"Ayo turun!!" ucap Dini tegas tapi tak kencang karna ia tak ingin mengagetkan kedua ortunya.
Mereka pun serempak turun dari sofa dan duduk seperti anak TK.
Dini membagi nasi gorengnya sama rata, karna ia hanya membeli 3 bungkus, ia tak tau jika Rey memanggil temannya.
__ADS_1
"Ayo di makan!" ucap Dini.
"Ah gue kenyang" ucap Genta.
"Gue laper sih" ucap Vero dan mengambil piring yg berisikan nasi goreng.
Dini tersenyum melihat Vero yg tak seperti Genta dan Indra.
"Makan aja!" ucap Rey, ia tau adik nya ga mau di bantah jika soal makanan.
"Al lu makan nih" ucap Dini memberikan sepiring buat Al.
Al tanpa ragu mengambil nya dari tangan Dini membuat Dini tersenyum.
Saat vero ingin menyuap nasi ke mulut nya Dini memberhentikan nya.
"Berdoa dulu!" ucap Dini, Vero pun cengengesan dan membuat Genta dan Indra merasa malu.
"Gini amat punya temen"
Rey pun memimpin doa nya dan mereka langsung menyambar makanan nya, Dini tak lupa mengeluarkan martabak asin yg terlihat sangat menggiurkan dan langsung menyambar nya.
Dini melihat Al yg tak memakan martabak telur nya ia langsung menyuap kan ke mulut Al, mau tak mau ia pun melahap pemberian Dini.
Dini menyelesaikan makanannya dengan cepat karna ia baru kepikiran jika ia mempunyai es krim.
Mereka melihat Dini seperti kesambet jin makan, karna ia sangat cepat makan nya seperti tak makan 3 hari.
Dini pun langsung minum, Al melihat itu ikut takut jika Dini keselek atau airnya masuk ke hidung.
"Makannya cepet amat Din? kek ada yg ngejar aja" tegur Vero sambil melahap makanan nya dengan seksama seperti sedang membuat moment.
"Ah itu" ucap Dini terpotong dan mengambil kresek yg di gantung.
"Untung ga meleleh banget" ucap Dini dan memakan es krim nya.
"Ya elah lu mentingin es krim doang? untung kaga keselek lu" ucap Al yg sudah selesai makan.
"Ada yg mau martabak main nih" ucap Dini menyodor kan mereka martabak manis, tapi mereka seperti ingin muntah melihat makanan lagi.
"Enggak lu aja" ucap Al dan di angguki oleh mereka kecuali Vero.
"Mau mau" ucap Vero mendekat ke arah Dini.
"Enak kan?" tanya Dini saat Vero mulai memakannya.
"Enak, rasa coklat kacang ya?" tanya Vero.
"Iyaa" ucap Dini sumringah.
"Wihh kesukaan gua juga tuh" ucap Vero.
"Nih kak apa lagi kalo pake eskrim" memberikan es krim nya satu.
Mereka yg melihat itu serasa perut mereka menggelitik ingin memuntah kan isi perut nya.
"Adek lo ngeri amat Rey, gua aja liat nya aja mau muntah" ucap Genta.
"Sama Cok" ucap Indra setuju.
"Ya gitu emang dia suka banget sama es krim" ucap Rey menggelidik sambil melihat adik nya dan Vero yg tengah memakan es krim dan martabak manis.
"Oh iya kemarin gue ga sempet nanya kalian jurusan apa?" tanya Dini.
"Al tolong balikin meja itu kesini dong" ucap Dini tersenyum ke Al.
Al pun mengangkat meja itu dengan enteng dan duduk kembali ke tempat nya.
__ADS_1
"Kita farmasi" jawab Indra.
"Kalian berempat?" tanya Dini dan duduk di samping Al, Al hanya menyimak pembicaraan mereka entah mengapa Al ngantuk dan mengambil topi nya Dini dari kepalanya dan menutup muka nya.
Yang tanya, dari mana topi nya berasal? Yap Dini selalu memakai topi saat memakai helm agar rambutnya tetep bagus dan tidak kasar.
"Iya" jawab mereka berempat.
"Loh Abang farmasi?" tanya Dini tak percaya, dari Rey masuk Dini memang tak pernah menanyakan Rey mengambil jurusan apa ia baru tau hari ini, sedangkan abangnya yg jadi ketua OSIS aja ia tak tau.
"Lu emang nya gtw Abang lu farmasi?" tanya balik Indra.
"Ga tau" jawab Dini polos.
"Astaga" ucap mereka bertiga karna Rey memang tau jika adik nya ini tak tau ia mengambil jurusan apa di sekolah nya, dasar adik durhaka.
"Itu siapa Din?" tanya Genta yg menunjuk ke Al.
"Oh ini Al namanya" jawab Dini.
"Ohh"
"Dia emang gini ga suka berbaur" ucap Dini menjelaskan, dan mereka pun ber oh ria saja.
...•...
...•...
"Ayah baru pulang?" tanya orang itu di ruang tamu sambil meminum minumannya dengan elegan.
"Nak? sejak kapan kamu disini?" tanya ayah nya yg pura pura tak tahu.
"Sejak aku tau jika ayah berniat buruk ke orang lain" jawab nya dan berdiri dari duduk nya.
"Hoohoho anak ku ternyata sudah besar" ucap ayah nya sambil tertawa memeluk anak nya mencoba untuk mengalihkan perhatian.
"Sudah lah ayah, ayah kapan sadar!!, ayah tahun kemarin juga mencelakakan anak nya! apa ayah tidak puas?" tanya anak nya menatap ayah nya kecewa.
"Ayah gak akan puas jika mereka belom mati di tangan ayah!!" ucap nya dengan wajah yang serius.
"Aku akan kembali ke canada besok dan ayah tidak usah menunggu ku lagi!" ucap nya dan pergi ke kamar nya.
"Sampai kapan kamu akan mengerti Arnold jika mereka lah pembunuh ibu mu!" ucap nya lirih.
...•...
...•...
Teman Rey pun sudah pulang dari 30 menit yg lalu dan sekarang menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Al, Al bangun" ucap Dini mencoba membangunkan Al.
Al pun merenggangkan otot nya dan membuka mata nya pelan, dan ternyata ia melihat pemandangan yg sangat indah di depannya.
Ia reflek mencium kening Dini, untung saja Rey tidak di sini, ia akan menjadi seperti nyamuk jika di situ.
"Ih Al" memukul lengan Al dengan wajah yg sudah memerah seperi tomat.
"Nikah yuk"
...ADUHHH DI GANTUNG LAGI AWOKAWOK ...
...GA BISA JANJI KAPAN UP NYA TAPI KALO GA SIBUK GUA UP MWEHEHEH....
...LIKE JINGAN☺️...
...JAN LUPA KOMEN IHHH🤬...
__ADS_1
...OKE THANKS...
NEXT