Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
33


__ADS_3

...MARI KITA LANJUTTT BACA SAMBIL DENGERIN MUSIK LEBIH ENAK....


...CUSS BACA....


"Gmn? lu mau jadi partner gue ga?" tanya Al tanpa menoleh ke samping.


"Boleh deh kek nya seru" jawab Dini sambil mikir.


Al menoleh kesamping "Oke nomor lu mana?" pinta nya.


Dini mengkerutkan dahinya "Modus ya lu?" sambil memicingkan mata nya.


"Kalo ga mau ya udah" kembali dengan posisinya semula menatap layar bioskop.


"Nih nih" menyodorkan hp nya Al pun menggapai nya dan menyimpan nomor Dini.


"Ntar gue hubungin lo" ucap Al dan di angguki oleh Dini.


Setelah kurang lebih 2 jam duduk akhirnya mereka bangkit dari duduknya.


"Duh anj encok gue" ucap Sinta.


"Udah kek pantat monyet nih" sahut Gio.


"Haahhaa kan lu monyet nya gimana sih" timpal Farhan.


"Asw"


"Makan yok ke bawah" ajak Gio.


"Lo yang traktir?" tanya Ridho.


"Ya enggak lah bayar sendiri-sendiri" ucapnya cepat keburu ia yg disuruh bayar kan bisa berabe.


"Hahahhaa komuk lu bisa kondisikan ga jelek amat" ucap Bastian.


"Anjing bacot" ucapnya sangat sopan.


"Tape basi jangan banyak bacot" lanjutnya lagi.


"Awokawok ngakak" tawa Bastian ia tak pernah menganggap Gio serius karna bawaan Gio itu bercanda terus.


"Ayo dah lapar nih" ucap Dini dan di angguki oleh mereka.


Sambil turun ke bawah Farhan gabut dan akhirnya ia mendekat ke Lastri.


"Nama kamu Lastri ya?" ucap Farhan di dekat Lastri.


Para temannya hanya menyimak apa yg mereka berdua bicarakan.


Lastri yang merasa akan di gombal ia pun mengikuti alurnya.


"Iya kok tau" balas Lastri.


"Name tag lu terpampang jelas blokkk" ucap Farhan dengan tawa nya.


"Sialan" memukul lengan Farhan dengan keras.


"Aww sakit anj" ucap Farhan menggosok gosok lengannya yg di pukul.


"Lu nyari gara gara sih" ucap Lastri tak mau mengalah.


"Ye kan gue tadi ga nge gombal hahhahaa" tawanya saat teringat Lastri merasa ingin di gombal.


Lastri memukul lengannya Farhan yang satu lagi biar ia jera untuk mengoloknya.


"Aww Lastri jahat banget sih" ucapnya seperti anak kecil, Lastri memutar bola matanya malas.


Tiba tiba Farhan di jitak oleh Ridho dan menyeretnya ke kelompok laki laki karna yg di depan kelompok perempuan.


"Lu ngapain anj bikin kesel" ucap Ridho.


"Ye gabut pak" ucapnya tanpa berdosa.


"blokkk goblok"


Mereka pun berjalan dengan elegan nya menuruni tangga karna kalau lift mereka ga muat.


Mereka jadi sorotan mata oleh pengunjung di mall sana, dan ternyata ada anak SMP juga yg lagi bersama temannya.


"Eh foto mereka keknya bagus" ucap salah satu anak SMP itu.


"Iya pas viral kan" ucap yg satu lagi.

__ADS_1


"Anjay terkenal dong"


"Cekrekkk" mereka pun memfoto Dini dan kawan kawan lalu di masukan ke ige.


"Bagus juga" Melihat hasil jepretannya.


Mereka pun pergi entah kemana.


Dini dan kawan kawan telah sampai di lantai dua dmn tempat makannya di lantai satu mereka masih istirahat karna kelelahan menuruni tangga dari lantai 7.


"Buset keram kaki gue" keluh Mala.


"Mau gue gendong?" ucap Bastian dan di jitak oleh Wisnu.


"Punya gue nih" ucap Wisnu tak terima punya nya mau di gendong.


"Lu ga peka sih jadi gue aja" ucap bastian tak mau mengalah.


"Mau by one dek?" ucap Wisnu tak main main.


"Buset kalem bos kalemmm" menenangkan Wisnu.


"Becanda anjing lu baperan amat" ucap Bastian sedikit gentar.


"Gue juga becanda" ucap Wisnu pergi mendekati Mala.


"Sialan si Wisnu anjig"


"Yok dah turun sisa satu lantai lagi nih" ucap Adit.


Mereka pun melanjutkan perjalanan nya ke lantai 1 lalu memasuki resto nya, di dalam restonya terdapat banyak anak muda seperti mereka tapi ada 4 meja yg kosong dan mereka menyatukan 4 meja agar tidak terpisah.


"Kalian pesen apa?" tanya Dini.


"Samain aja deh" jawab Nathan dan di angguki oleh mereka.


"Ohh oke" Dini pergi memesan makanan dan minuman.


"Lu mesen apa?" tanya Sukma ke Dini yang sudah duduk di dekat Al karna kursi itu aja yg tersisa.


"Liat aja ntar" jawab Dini.


"Ya elah buk"


"Emm permisi gue lagi dapat tantangan minta nomor hp nya si ini" tunjuknya ke Al.


"Boleh minta nomor hp nya?" tanya nya ke Al.


"Ga" ucap nya cuek.


"Pliss deh ini tantangan" ucapnya lagi memohon.


"Nomor gue aja nih nih" ucap Adit menyodorkan hp nya.


Perempuan itu hanya tersenyum yg mengartikan tidak ingin.


"Tantangannya kok milih milih" ucap Dini yg matanya fokus ke hp nya.


"Pliss ya" ucapnya lagi memohon.


"Ga, gue menghormati perasaan cewe gue" ucap Al sambil melirik ke Dini.


"Oh kalau gitu ya udah deh maaf ya ngeganggu" ucap perempuan itu dan pergi ke meja nya semula, ada beberapa perempuan di situ yg sedang menertawakan dia yg di tolak.


"Hahahaaa gue bilang apa ga mungkin dia mau ngasih" ucap temannya.


"Baru kali ini ada cowo yg nolak gue" ucap perempuan itu dengan meremas kuat hp nya seperti sangat kesal.


"Lu sih ngotot pergi ke sana" ucap temannya yg satu.


"Ya gmn ya pas dia masuk sama teman temannya gue langsung tertarik" ucapnya.


"Mikir lu dah ada cowo" ucap temannya.


"Bodo amat"


...•••...


"Agresif juga tuh cewe" ucap Adit.


"Itu cuman akalan dia doang tantangan nya padahal dia emang mau minta nomor nya si Al" sahut Dini.


"Yoi gue mah tau tipikal cewe kek gitu" ucap Al.

__ADS_1


"Eh tapi Al lu emang beneran udah ada cewe?" tanya Bastian.


"Kaga itu cuman akal akalan gue aja biar dia pergi" ucap Al menoleh ke Dini yg sedang serius main hp nya padahal pendengaran nya tetap menuju ke mereka yg sedang membahas cewe yg di maksud Al.


"Oh gue kirain lu dah ada, ntar ada yg kecewa patah hati lagi" ucap Sinta melirik lirik ke Dini


Dini yg merasa seperti di sindir ia pun menatap Sinta dengan tatapan datarnya.


"Hahahaaa" tawa Sinta dan Mala.


Cowo cowo yg ada disitu tidak mengerti apa yg 2 orang itu sedang di bahas.


Dan akhirnya makanannya pun sampai.


"Buset nasi Padang" ucap Gio melihat nampan yg di bawa penuh dengan ayam.


"Bukan goblok disini mana ada nasi padang" menoyor kepala Gio.


"Dasar kampoengan"


"Bacot"


Mereka pun makan dengan tenang dan damai sampai di mana Sinta membuka suaranya.


"Eh tau ga pak Kasim yang di sekolah kita itu?" ucap Sinta di sela makannya.


"Kenapa?" tanya Dini.


"Kenapa?" tanya Rina karna ia merasa penasaran.


"Juragan Empang ternyata" ucap Sinta dan melanjutkan makannya.


"Setannnn"


Akhirnya mereka selesai makan Dini pun mengumpulkan duit anak anak satu per satu.


"Duit duit duit sini sini" ucap Dini menagih karna ingin membayar ke kasir.


"Lo ngapain ikut?" tanya Dini saat di depan kasir.


"Ga boleh?"


"Ga"


Al pun kembali ke meja nya, Dini mengkerutkan dahinya.


"Aneh"


"Nih ya mba makasih" Dini kembali ke mejanya.


"Mau cabut apa gmn?" tanya Dini yg sudah di mejanya.


"5 menit lah baru cabut" ucap Adit.


"Hooh nurunin nasi ke perut" ucap Sinta.


Setelah 5 menit akhirnya mereka cabut dari resto sana cuaca juga sedikit mendung atau karna ini udah sore jadi langit sedikit gelap.


"Kita pisah disini?" tanya Mala.


"Hooh" mereka bersalaman tapi bukan sembarang bersalaman.


"Adit Gio antar teman gue sampe selamat awas Lo" ancam Dini.


"Iya iya siapppp"


"Oke see u guys" lambai Dini dan menancap gasnya.


"Buset tuh cewe ga bisa kalem apa bawa motornya" ucap Gio bergedik ngeri melihat cara Dini membawa motor.


"Oke bye guys" lambai Al dan menancap gas nya menyusul Dini.


"Buset mereka emang cocok sih sama sama bar bar" ucap Lastri.


"Yok kita juga pulang"


Mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing masih dan mengerjakan tugas yg di beri oleh guru mereka tadi siang.


LIKE DONG OI


NEXT.


__ADS_1


__ADS_2