Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
halo dunia


__ADS_3

karena mama dan papa ku berbeda suku, mereka menikah dengan penuh pertentangan dari kedua belah pihak,baik dari keluarga mama, apalagi dari keluarga papa.


mama adalah wanita yang berani dan sedikit temperamen,manis tinggi besar, tapi proporsional, dengan wajah khas daerah timur, kulit hitam manis dan rambut tergerai panjang.


papaku, tinggi kurus dengan sorot mata teduh, dia anak bungsu yang kurang beruntung, sekolah nya cuma sampai Kelas 3 SD, tapi dia adalah idola ku.


"kang... apakah kau tak menyesal mempunyai istri seperti ku..? " kata Mama,sambil menatap mata papaku.


"aku tak menyesal sayang, yang aku takutkan, malah kau yang menyesal punya suami miskin seperti ku".


sahut papaku,sambil mengelus pipi mama.


di zaman itu pantang untuk menikah dengan orang yang beda suku tapi karena cinta keduanya benar-benar kuat,maka tak ada yang bisa menghalangi kedua insan itu untuk melangsungkan pernikahan.


dengan memakai setelan khas untuk menikah di zaman itu, yaitu celana hitam dan baju kemeja putih plus peci hitam.. papa dan keluarganya datang ke kediaman keluarga mama...


rambut papaku kala itu gondrong, walaupun mau menikah, dia tetap mempertahankan rambutnya itu, seharusnya sih kalau mau menikah ya harus cukur dulu biar rapi dan keliatan gagah.


maka jadilah mereka berangkat walaupun papa masih gondrong ala ala anak muda di jaman itu.


memang di jaman itu, sekitar tahun 70 an, mode yang nge hits remaja cowok adalah rambut gondrong, kemeja ketat, celana cut bray... itu loh yang bawahnya lebar tapi atasnya ketat... hehe, kebayang nggak..??


kalo mode ceweknya yaitu dress mini yang tingginya setengah paha, plus rambut panjang yang tergerai sepinggang, sexy....


***


"saya Terima, nikah dan kawinnya , maria binti tukiman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar kontan. " papaku ber ikrar dengan lancar..

__ADS_1


"bagaimana saudara saudara sah? "tanya na'ib


"saaahhh" serempak semua yang hadir berbicara.


pernikahan itu hanya dihadiri oleh keluarga inti dan teman teman dekat papa dan Mama saja


setelah acara ijab qobul, dilanjutkan dengan acara ramah tamah, dengan hidangan sederhana..


mamaku, Maria adalah gadis periang yang berasal dari suku Jawa yang merantau sejak lulus SMP ke kota Bandung


sedangkan papaku asep,berasal dari suku Sunda, adalah pemuda yang tidak bersekolah karena faktor ekonomi namun dia tidak berpangku tangan, dia bekerja serabutan sebagai kuli kasar.


mungkin karena itulah pihak keluarga Mama tidak setuju dengan hubungan mereka karena menurut uwak lidya kakaknya Mama, papaku tidak bisa di andalkan untuk menjamin masa depan Mama.


di pihak keluarga papaku pun,yang pola pikir nya kuno, adalah pantangan untuk menikah dengan lain suku karena, konon akan membawa kesialan di kemudian hari nanti.


*****


mama ku yang berani ,tetap tegar,walaupun tinggal di lingkungan yang tidak nyaman, tak ada yang baik padanya.


dia bertekad akan bertahan asal kan tetap disamping papa.


saudara saudara papa memang baik bila didepan, karena sifat mama yang keras, dia tak segan untuk memarahi orang yang menyinggung nya bila dia rasa dalam pihak yang benar.


kehidupan rumah tangga mereka berjalan dengan penuh kekurangan karena pekerjaan papa hanya buruh kasar, kadang - kadang menganggur lama,


uwak Jamal, kakaknya Mama, sering mengirimi beras jatah nya karena dia tentara dan belum menikah, sehingga cukup membantu ekonomi keluarga baru ini.

__ADS_1


begitulah kehidupan orang tuaku di awal awalnya begitu penuh tekanan namun Mama bahagia karena bisa berumahtangga dengan lelaki pujaan hati nya.


ditahun kedua pernikahan mereka lahir lah aku yang diberi nama" ryani andini".


di jaman itu tidak lazim untuk melahirkan di bidan atau dokter, mama melahirkanku dirumah, dengan ditolong oleh seorang dukun beranak, yang bernama mak itih.


kala itu udara sangat nyaman dan sejuk, matahari bersinar dengan teduh, di sawah sedang musim panen, semua turun, karena itu nenekku tak sempat menunggui mama yang akan melahirkan, sebelum pergi ke sawah, dia memanggil mak itih untuk membantu persalinan mamaku.


papaku menunggui sambil komat kamit berdoa sebisanya, dia genggam tangan mama, mencoba menenangkan.


dengan peluh bercucuran dipandu oleh mak itih, mama mengejan, penuh perjuangan, dan lahirlah aku.


"halo dunia aku dataaang!!!!"


aku lahir dengan berat diatas rata-rata, hampir empat kilo, maka dari itu, aku sangat menggemaskan. dengan pipi bulat, lucu sekali, bulat dan kemerahan mirip seperti buah apel.


*********


notes:


happy Reading yaaa....


ini adalah tulisan pertama ku, maaf kalau kurang rapi dan banyak typo....


moga virus Corona cepat enyah dari Indonesia kita yang tercinta ini...


banyak banyak lah bersyukur atas apa yang kita dapat selama ini, karena esok belum tentu milik kita....

__ADS_1


jangan lupa bahagia 🤓


__ADS_2