Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
galau melanda


__ADS_3

happy Reading 😍


***


seminggu rian terbaring di tempat tidur... ternyata sakitnya berkelanjutan, entah karena apa yang jelas dia agak terguncang dengan semua hal baru yang telah dia rasakan.


dalam kamar yang berukuran dua kali tiga dan hiasan khas anak baru gede lengkap dengan poster penyanyi kesayangan yang lagi naik daun dan banyak buku bacaan bertebaran diatas tempat tidur, tampaknya rian sedang di jenguk teman teman nya.


tampaknya Ega, rina dan Titin duduk di sekitar tempat tidur Ryan yang tidak ber dipan dan cuma di gelar di lantai saja. memberikan kesan keakraban diantara mereka.


"ri, kok kamu bisa sakit gini sih? " Titin bertanya sambil memberikan bungkusan yang sedari tadi dia dekap..


sambil celingak celinguk Ega berbisik lirih "sst, memang nya kamu di apain sama si Robert sih...? "


rian melotot ke arah teman nya itu. "apaan siihhh.. "


"kamu sih segitu aja kaget... " rina yang bicara.


Tiba-tiba masuklah mama Maria,mamanya Ryan sambil membawa nampan berisi empat gelas minuman dan sepiring Ubi goreng panas, yang menggoda selera.


"makasih loh anak anak,... kalian mau datang... siapa tau kalau dihibur sakit nya si Ryan cepat sembuh yaa...! " kata mama Maria ramah.


"amiiin...! " sahut mereka kompak.


"iya tante... kami merindukan Ryan"


"ga ada Ryan di tempat kerja ga seruuu, tante...! " celetuk Ega.


"maksudnya ga ada yang bisa di jailin, gitu....? " kata Ryan sambil manyun.


"hahaha... " mereka tertawa geli melihat tingkah Ryan.


"sudah sudah...ayo di minum... kalian pasti haus. "


"ibu tinggal dulu yaa, ayo lanjutkan ngobrol nya"


cukup lama juga mereka bercakap-cakap dan bersenda gurau di kamar nya Ryan.


setelah minuman dan makanannya tandas, rina masih mengelus perutnya... "teman teman kita makan bakso yuk...! " katanya sambil masih mengelus elus perutnya.


"dasar genderuwo...! " kata Titin sambil tiduran di sebelah Ryan.


"iya kayaknya enak banget sih panas gini makan bakso.. aku mau dooong, beliin yaaa.. " tiba tiba Ryan bicara sambil nyengir.

__ADS_1


"tetangga sebelah jualan bakso, baksonya enaak loh.. "


kata Ryan lagi.


"nih uangnya...aku yang traktir dehh" kata Ryan sambil menyodorkan selembar merah pada Ega .


wajah Ega langsung cerah dan setengah bersorak dia bilang" karena ini permintaan tuan putri... mari semua nge baksooo... "katanya riuh.


maka jadilah mereka bermain ramai keluar rumahnya Ryan dan menuju sebelah untuk membeli bakso. karena Ryan ga bisa keluar kamar dulu maka di pasangan oleh Titin.


setelah dilayani mereka ijin ke abang baksonya untuk makannya di rumah Ryan.


" bang kami makan film rumah Ryan yaa.. "


"iya neng,... sok mangga .... " kata abang tetangga Ryan yang tulen orang Sunda.


***


didalam kamar Ryan mereka asyik makan bakso sambil bercanda dan ngobrol ngalor ngidul... maklum anak baru gede... kalo kumpul.. ancur deh dunia.


"gila lo banyak uang neeehhh..! " Titin berkata sambil menyuapkan sesendok penuh bakso mercon yang pedess pull karena di dalam nya cabe semua.


"ssst itu uang dikasih Robert tempo hari.. " bisik Ryan takut di dengar mamanya.


rina bicara sambil berdecap kepedesan.


"ini aku cerita... soalnya kita kan baru ketemu lagi.. " kata Ryan berkelit.


"iya deh maaf ya, soalnya kerja lagi lembur terus nihh"


"kamu cepetan sehat yaa" kata Ega


"si kakak tandi nanyain mulu tuh... " kata rina sambil mengedipkan matanya.


"oya..?, apa katanya..? " tanya Ryan tertarik.


ia hampir lupa sama tandi gara gara kejadian tempo hari.. yang ada di pikiran nya cuma rasa bersalah dan takut dosa,karena keluarga Ryan termasuk religius hingga membuat ia download dan sakit panas selama berhari-hari.


"cie.. cie... ada yang kangeeen neeeh.. " kata rina menggoda Ryan.


yang jadi bahan godaan cuma senyum senyum aja... udah biasa... udah kenal dengan segala buly mereka.


"makanya kamu cepat sembuh yaa... " kata Titin.

__ADS_1


"betulll... biar ketemu ama penggemar kamu ituu.. " kata Ega ikut menggoda Ryan.


"aku udah baikan kok, mungkin senin udah bisa Masuk kerja lagi.. "


karena hari telah sore ahirnya mereka bubar juga... walaupun masih asyik berbincang.


setelah pamit pada mama maria dan mencium punggung tangan nya geng ribut pulang kerumah masing masing.


mama Maria masuk ke kamar Ryan.


"waduuuh Ryan temen kamu seru seruan yaa.. "


"udah sore nih ayo mandi sana, biar cepet sembuh.. mama udah siapin air panasss"


dengan patuh Ryan mandi pake air panas.. uhhh segeeerrr.. rasanya tubuh Ryan enteng dia merasa sangat sehat dan bersemangat..


***


tadi siang sebelum geng ribut ke rumah Ryan sebuah mobil pajero hitam mondar mandiri di sekitar komplek tak jauh dari kampung tempat tinggal Ryan.


"apa aku sudah gilaaa yaa... mondar mandir nggak karuan gini demi untuk ketemu sama orang yang baru ku kenal? "batin orang yang berada di belakang setir


kemudian dia pergi ke arah jalan raya dan meninggalkan komplek itu.


ya dia lah Robert rupanya tiap hari dia selalu terbayang akan wajah cantik dan polos Ryan.. padahal dia adalah playboy yang tak segan untuk bercinta dengan siapa saja yang mau dengannya...


dia adalah mahasiswa ganteng dan tajir... selain mobilnya dia juga punya daftar kekayaan yang tak sedikit sebab orang tuanya adalah pengusaha sukses dan Robert sendiri punya perusahaan pribadi.


sebenarnya sering kali dia membawa anak anak gadis yang dia kenal di jalan untuk bersenang-senang saja dan lantai di lupakan begitu saja.


tak ada kamus galau seperti ini..


kepolosan Ryan menarik sekali. terbayang oleh nya ketika berciuman dengan Ryan... desahannya... ughh.


"anehhh padahal hanya sebatas bermesraan, nggak sampai berhubungan intim"batin robert lagi.


sorenya ia kembali melewati depan komplek itu.. Tiba-tiba matanya menangkap rombongan geng ribut. . ckiiit.... ia langsung menghentikan mobilnya tepat di sebelah geng ribut...


***


pa kabar kamu yang masih mau baca cerita receh ku ini... makasih yaaa


jangan lupa likenya..

__ADS_1


moga Allah SWT memudahkan urusan kita


__ADS_2