
Ryan berkumpul lagi bersama teman-teman dari pabrik lamanya, mereka merupakan teman teman kecilnya yang tumbuh bersama sama, karena kesibukan nya mereka jarang bertemu, maka pertemuan seperti ini sangat membahagiakan bagi Ryan.
"gimana Ryan, kamu betah kerja disitu? " tanya Ega sambil mengepulkan asap dari hidungnya lalu menyeruput kopi krim yang masih panas, tampaknya sangat nikmat.
"aku betah kok, kan kerjaannya sesuai sama keahlian dan minat ku" jawab Ryan lagi.
"yang penting gajinya... empat kali di kita looh" kata rina, dia juga sama sedang menghisap asap rokok putih yang dibawa oleh Titin sambil tangan kanan nya memegang gelas kopi krim tampak sibuk sekali.
"hahhh,?.... empat kaliiii?... wuii, hebat kau.. sayang kita tak bisa ikut yaa, begini kalau tak sekolah, huh! " kata Titin heboh, dia merasa senang karena Ryan bisa lebih baik lagi, dia tak merasa iri, karena sadar, dirinya tak memiliki ijazah untuk bisa menembus pabrik besar.
"iya, alhamdulillah... do'ain ya teman teman, aku jadi bisa nabung untuk melanjutkan sekolah lagi" kata Ryan menjelaskan rencana nya .
"iya kami do'akan kamu.. moga kamu sukses yaa" jawab Titin mewakili teman teman yang lain, mereka sibuk dengan makanan ringan yang disuguhkan oleh Ryan.
mereka mengobrol terus sampai ibunya Ryan datang, setelah itu, mereka pamit pulang pada ibunya Ryan karena besok mereka masih harus bekerja, sedangkan Ryan sudah libur, dia berjanji untuk datang ke tempat kerja besok menjelang mereka pulang pada tengah hari untuk menemui bos yang lama, dan mengambil gaji gantungan nya.
__ADS_1
***
langkah Ryan terhenti sesaat sebelum akhirnya dia masuk ke pintu gerbang yang familiar itu, dia segera disambut oleh pak satpam ramah yang tersenyum lebar.
"duuh, yang udah dapet kerja an baruuu, kangen sama bapak yaaa...? tanya pak satpam itu bercanda.
" iyaa, tau aja bapak, kalau Ryan kangen sama bapak?, hihihi"Balas Ryan tak mau kalah.
setelah berbasa-basi sebentar dengan pak satpam, Ryan. masuk ke dalam rumah besar yang disulap jadi pabrik kecil kecilan itu, dia langsung menuju ke ruang bosnya, karena tadi di pos satpam sudah dihubungi lewat interkom, dan Ryan dipersilahkan untuk masuk.
"masuk.. " kata orang yang ada di dalam.
"Ryan..!, ibu kangen sama kamu..ibu kirain sakit lagi... kamu ternyata malah pindah kerja..! " kata wanita cantik di ruangan itu sambil mengembangkan tangannya, tak ragu Ryan menyambut pelukan ramah bekas bosnya itu.
"iya bu, maaf Ryan tak pamit dulu ya... " kata Ryan, lalu Ryan bercerita dari awal sampai dia bisa diterima di pabrik itu, tak lupa Ryan juga cerita tentang keinginan untuk bersekolah lagi.
__ADS_1
"ibu nggak marah kok, ibu bangga sama kamu, ibu do'ain biar kamu bisa meraih semua cita-citamu.. "
kata bos nya lagi.
"amiin, makasih bu.. " jawab Ryan semangat.
bos Ryan memang baik, Ryan di beri haknya yaitu sisa gajinya yang belum dibayarkan ditambah dengan sebuah amplop yang tertutup.
"apa ini bu? " tanya Ryan keheranan karena setahu dia tak dia cuma sisa gaji saja.
"itu sedikit rezeki dari ibu untuk mu, semoga bermanfaat untuk menambah uang masuk sekolahmu ya... " kata bos itu dengan tulus.
Ryan memeluk wanita itu, dia sangat terharu, ternyata bosnya adalah wanita yang baik hati.
setelah memasukkan semuanya kedalam tas kecilnya, dia menemui teman temannya, karena sebentar lagi waktu pulang, Ryan menunggu untuk pulang bareng mereka, sambil sedikit membantu pekerjaan agar cepat selesai.
__ADS_1