
hayyy... selamat membaca yuups
***
Tandi mengeratkan pelukan nya seakan kita telah berpisah lama sekali...tangan nya membelai rambut panjang ku, lalu dia menundukkan wajah nya dan mencium ku sangat dalam... aku sedikit membuka mulutku dan membiarkan Tandi mengeksplorasi nya.
"uuuhhh" desah ku merasa nikmat.
dadaku berdebar kencang desiran darahku seakan hendak meledak ketika dicium seperti ini.
tangan Tandi mulai bertualang kemana mana, dia meremas dadaku dengan lembut membuat ku makin bergairah.
"aahhh... " desah ku tak tertahan... untungnya ruangan itu adalah ruangan kedap suara hingga tak akan terdengar dari luar.
aku hanya pasrah pada setiap sentuhan Tandi yang ku akui aku inginkan juga.. dia begitu pandai menyentuh wanita yang baru merasa kan seperti ku.
tangannya menyingkap baju ku membuka kancing kancingnya dengan sebelah tangan.. sedangkan tangan yang lain nya menahan pinggul ku agar tetap menempel padanya.
terasa panas di bawah, tonjolan nya terasa keras dan tanpa melepas pakaian,dia tekankan ke bawahku.. aku merasa basah disitu.
setelah berhasil melepaskan kancing bajuku dia mulai meremas remas dadaku lagi ,kali ini tanpa penghalang
masih mencium bibirku dia memainkan ujung nya.. nafasnya memburu.
lalu dia menghisap puncak p*udara ku "ooohh... " desah ku lagi.
Tiba-tiba Tandi tersentak lalu melepaskan aku.
"maaf Ryan... aku tak tahan" katanya.
"iya tak apa apa, asal kamu bisa kontrol aja jangan sampai kebablasan" kataku lagi.
__ADS_1
kami bekerja kembali seperti tidak terjadi apa apa.
***
seperti biasa waktu istirahat tiba aku makan bareng genk ku yang seru, tentu saja aku jadi bahan bulan mereka tanpa ampun, aku tenang aja sudah biasa.
"hayoo tadi kamu ngapain didalam...? " todong Ega.
"nggak.. nggak ngapa ngapain kok ya bekerja lah" elakku.
"pasti sedikit ada sesuatu yaa... tuh mukamu merah hahaha" goda Titin.
sontak aku mengambil kaca dan berkaca disitu.
Teman-teman kompak tertawa, karena melihat tingkahku yang lucu itu.
"naaah kena kamu... hihihi hayoo ngakuu? "rina menimpali.
"nggak kok aku nggak merah.. nih lihat" sambung ku lagi.
kami terus bersenda gurau sampai waktu istirahat habis.
sehabis istirahat aku pindah ruangan tidak diruang mesin lagi karena bagian pengepakan lagi di buru buru akan ada pengiriman hari ini, tandi juga ikut membantu mengepak cotton bud yang telah dikemas kecil kecil dan di pres sehingga ruang pengepakan terasa ramai... kami dikejar target.
hari itu semua kerja lembur demi pengiriman yang harus segera diselesaikan.. bila tidak beres maka pemilik akan kena cash.
"ayo lebih semangat teman teman... kita harus kirim hari ini..!! " begitu kata ma anto.. supir sekaligus orang kepercayaan pemilik usaha ini.
"oke mas... tapi kalo beres traktir dooong... " kata Ega bercanda.
"dasar kamu... traktir aja maunya.. iya deh kalo jam delapan beres nanti mas traktir makan siomay bang hari deh"
__ADS_1
kata mas anto menyemangati.
"horee asiik" Ega kegirangan.
kami lebih serius lagi bekerja sehingga tak ada yang mengobrol apalagi bercanda.
sekitar jam tujuh tiga puluh pekerjaan kami selesai.
"tring tring tring... " terdengar suara bang hari yang khas menjajakan siomay nya.
"ihh pas banget dehhh " kata Ega senang..
"ya udah sana panggil bang hari nya.. " kata mas anto sambil tersenyum... dia puas atas hasil kerja hari ini karena semua sesuai target yang diharapkan.
anak anak ribut keluar berebut menghampiri bang hari.
"baaang.. tunggu...! " suara nyaring Ega memanggil bang hari yang udah agak jauh.
"iya neng... ini abang balik lagi" bang hari segera berbalik menuju anak anak yang memanggilnya.
somay bang hari memang langganan kami jadi kami langsung berebut mangkok dan meracik sendiri sendiri bang hari tinggal menghitung berapa harganya.
Ega mengambil sebuah bakso isi daging cincang yang besar, dua buah somay basah, dua buah somay kering dan tampak memotong sebuah somay panjang, sampai mangkoknya penuh sesak, dia membumbui nya dengan pekat, saos kecap dan sambal yang banyak, tak lupa mengambil juga dua buah pangsit .
"egaaa kamu lapar apa doyan seehhh" teriak Titin heboh, padahal mangkok dia juga sama sesaknya.
"hehe, ga apa apa doong.. mumpung ada yang nraktir"
kata Ega sambil cengengesan.
satu persatu mengambil mangkok dan mengisinya sesuai selera.
__ADS_1
setelah semua mengambil somay kami lalu menikmati nya didalam, seru sekali hari ini... walaupun lelah tapi sangat menyenangkan, salah satu pengalaman indah yang kelak bisa kukenang.