Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
perangkap nikmat


__ADS_3

yeayy jumpa lagi guys 😍😍😍


selamat membaca..


***


rian cemberut karena tidak diizinkan untuk mencoba minuman itu.


"dasar bandel, aku tuh bukan pelit, tapi sayang sama kamu... " kata Tandi.


"kok yang lain boleh sih aku jan penasaran bagaimana rasanya" sahut Ryan memaksa.


"Teman-teman yang lain sudah biasa, kamu kan belum pernah" bujuk Tandi lagi.


"sudah lah Tandi, sedikit aja gak akan apa apa kok" kata Ega melerai pasangan itu.


"iya tan, kami juga ga apa apa, cuma fly sedikit, hihihi"


Titin ikut bicara, sambil tertawa karena agak mabuk.


"ya sudah, boleh, tapi sedikit yaa" kata Tandi akhirnya mengijinkan Ryan untuk minum.


lanjut tuangan anggur itu bergilir lagi dan Ryan ikut dalam putaran demi putaran gelas hingga habis isi di botol itu.


rina menuangkan seperempat gelas anggur dan menyodorkan nya kepada Ryan.


"nih, pelan pelan aja minumnya... " kata nya sambil tersenyum dan kembali menghisap rokok nya.


'sruup' Ryan meminumnya "ihh, rasanya aneehhh"


"habiskan lah nanti kamu akan merasa enak" kata Titin menghasut Ryan.

__ADS_1


karena memang Ryan sangat ingin tahu efeknya makan walaupun rasanya tidak enak diajak paksakan untuk menghabiskan nya dengan cepat.


"nih makan kacang nya biar rasanya tidak terlalu pahit" kata Ega sambil menyodorkan kacang goreng pada Ryan.


putaran gelas berlanjut hingga habis, dan Ryan ikut didalamnya, tak terasa ia sudah menghabiskan tegukan demi tegukan itu.


Tandi menarik Ryan ke belakang ke tempat yang agak gelap sebelum nya dia ijin sama yang lain.


"guys aku mojok dulu ya... " katanya.


tentu Tandi tahu kalau efek dari minuman itu membuat wanita bergairah bahkan kini Ryan merasa ingin di jamah oleh Tandi. Tandi tak menyia nyiakan kesempatan itu, maka dia menarik Ryan menjauh ke tempat yang sepi.


dipinggir lapangan agak jauh dari pasar malam dibawah pohon ada bangku panjang, disitulah mereka duduk dan bermesraan.


"Ryan boleh aku menciummu?"tanya Tandi sambil membelai rambut Ryan yang panjang, tangan satunya lagi ada di pinggang Ryan dan mengelus nya.


" ya Tandi aku mau" kata Ryan yang memang sudah terangsang juga, karena efek minuman tadi.


"pelan pelan dong tan, aku gak akan kemana mana kok" kata Ryan dengan gairah yang sama besarnya.


mereka mengulangi nya berkali kali sambil tangan Tandi menggerayangi tubuh montok Ryan yang baru tumbuh itu.


"aaah... " erangan Ryan terdengar makin membuat Tandi bernafsu.


Tandi menyingkapkan kaos street yang di pakai Ryan sampai kelihatan bh warna merah itu, dan menarik nya ke bawah, tampaklah dua payudara yang menantang di depan mata Tandi.


"jangan tan nanti ada orang lewat" kata Ryan mengingat kan.


"sst disini sepi dan gelap mana ada orang lewat" jawab Tandi berbisik.


lalu Tandi meremas gunungan itu dengan kedua tangannya dan menghisap puncaknya,

__ADS_1


"aahhhh" Ryan mendesah lagi, tangannya menggapai kepala Ryan dan menekankan lebih dalam lagi.


"Tandi... , Ryan... " teriak andri teman nya tandi memanggil mereka.


cepat cepat Ryan membenahi bajunya yang tak karuan karena ulah Tandi.


"iya kami akan kesitu, tunggulah sebentar" teriak Tandi menyahuti.


lalu mereka bergabung kembali dengan yang lain.


"udah mojok nya? " kata Ega sambil cekikikan.


"Hus, jangan ganggu Ryan, Ega" kata Titin mengingatkan.


"ayo kita pulang, udah malem ni.. " kata Tandi mengajak pulang.


"cieee, mentang-mentang udah dapet dia ngajak pulang, huuu" kata andri menggoda Tandi.


"ayolah, udah malem nih takut besok nggak bisa bangun pagi, besok kan kerja... "


karena memang sudah malam mereka ahirnya pulang kerumah masing-masing.


***


dirumah Ryan seperti biasa sudah pada tidur, jadi tak ada yang menginterogasi nya.


Ryan merebahkan tubuhnya yang lelah, pikiran nya melayang mengingat kejadian tadi, saat di bermesraan dengan Tandi.


lalu ingatannya melayang ke waktu itu, dua minggu yang lalu saat dia bermesraan seperti tadi tapi sama orang yang berbeda ya dia ingat pada Robert.


'apakah ini ya Tuhan, kenapa aku begitu gampang terangsang? 'batinnya

__ADS_1


tak terasa dia tertidur ditemani suara binatang malam yang merdu menina bobokan seluruh alam ciptaanNya.


__ADS_2