Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
pasar malam


__ADS_3

hayy ketemu lagi 🙏🙏😍😍


selamat membaca


***


Ryan dan teman teman berangkat ke pasar malam di lapangan desa, mereka tak mau ketinggalan acara hiburan itu, karena kelompok hiburan itu hanya setahun sekali menggelar hiburan nya di kampung ini dan itu pun hanya selama dua minggu saja.


tandi mengajak teman cowok nya tiga orang, sehingga rombongan mereka lengkap, layaknya empat pasang muda mudi yang sedang berkencan bareng.


tandi bergandengan tangan dengan Ryan diikuti oleh Titin dan usep, Ega dan Zaky, rina dengan andri, mereka mengelilingi lapangan yang suasananya meriah dengan musik yang hingar bingar di setiap wahana yang ada.


suasananya tak jauh dengan taman hiburan dufan tapi dalam versi mini.


ada enam wahana yang berdiri megah di sana, ada kora kora , bentuknya seperti perahu besar yang berayun ayun, jika naik wahana itu adrenalin akan terpacu ,sangat digandrungi oleh anak anak muda, karena tiket nya tidak mahal, hanya lima ribu rupiah setiap kali naik.


"ayo kita naik ini yuk " kata Titin sambil menunjuk kora kora yang sedang berayun, terdengar jeritan jeritan dari sana.


"nggak ahh, aku takuuut" rina yang bicara sambil menatap wahana itu dengan meringis.


"kali gitu kita naik bianglala aja, nggak akan terlalu kencang kok, lihatlah itu" kata tandi sambil menunjuk ke arah bianglala besar yang sedang berputar perlahan.


"iya, itu tampaknya aman, ayo kita beli tiketnya" sahut Ryan semangat.


mereka semua setuju, lalu ikut mengantri untuk membeli tiketnya.


satu kotak bianglala diisi oleh dua orang jadi wahana itu sangat cocok untuk pasangan.


setelah lumayan lama mengantri ahirnya semua naik juga,


***


bianglala itu berputar keatas dengan perlahan rasanya seru dan menyenangkan, apalagi ada tandi disampingku, dia merangkul pundakku dengan mesra dan aku merasa terlindungi.


ketika kami berada di puncak, tandi memelukku lebih erat lagi dia juga mencium pipi ku sekilas.


"kamu nggak marah kan, Ryan aku ingin kamu merasakan cinta ku padamu" katanya sambil menatap mataku.


dengan berdebar dan merasakan desiran desiran aneh aku menggeleng sambil tersenyum.


"tak apa tandi, aku juga menikmati nya kamu boleh menyentuh ku sesukamu, asal tahu batasan mu saja"

__ADS_1


bianglala berputar kembali menuju ke bawah, aku merasa agak pusing , tapi tangan tandi menenangkan ku.


setelah turun dari bianglala kami masuk ke rumah hantu, kulihat semua teman ku cepat akrab dengan teman teman cowok mereka masing-masing.


karena kulihat mereka semua berpegangan tangan masing-masing dan masuk ke rumah hantu, terdengar jeritan ketakutan didalam sana, aku makin mengeratkan genggaman tanganku pada tandi.


"kau takut ya" katanya pada ku.


"iya, sedikit" sahut ku sambil terus berpegangan pada tandi.


kami masuk semakin dalam ke lorong lorong gelap itu, di kiri kanan tampak hantu hantu dari boneka yang bisa bergerak, dan suara suara mengerikan membuat ku semakin ketakutan.


"jangan takut Ry, mereka cuma lah boneka.. " katanya


aku tak menjawab karena ketakutan, malah makin memeluk tandi dari belakang.


kemudian entah apa yang terjadi, Tiba-tiba tandi menarik tanganku menuju ke suatu pojok yang dihuni oleh sebuah boneka hantu yang mengerikan. aku menutup mataku ketakutan.


aku merasakan tangan tandi memelukku dan menyandarkan ku ke dinding kemudian dia mencium bibirku dengan lembut dan dalam semua yang di sekeliling ku mendadak terasa berhenti, aku melayang.


kami bercumbu di sudut itu cukup lama hingga ketika keluar dari wahana itu teman teman menunggu di pintu keluar dan ramaikan ramai bersorak ke arah kami.


"huuuu... "


"paling mereka asik asikan berdua... "


"lihat pipinya merah gitu... pasti habis uhu uhu dehhh"


ocehan teman teman membuat kupingku panas dan pipiku tambah memerah.


"apaan sih kalian ini" tandi berkata, lalu dia membela diri"tadi Ryan ketakutan, jadi aku menenangkan nya... "


"udah udah, mari kita cari makanan, aku udah lapar nih"lerai Titin


" ide bagus tuh, kita makan apa nih"


"biasaaa, makanan kesayangan kita... "


"baksooo... " kata mereka kompak sambil tertawa.


mereka berjalan melewati stand stand pakaian dan juga sepatu sepatu cantik dengan harga yang murah menuju ke arah stand makanan yang banyak di sebelah utara lapangan desa.

__ADS_1


stand penjual bakso ada beberapa disana, kami memilih yang tidak terlalu ramai, lalu memesan delapan porsi dan duduk menunggu pesanan siap,.


kami tertawa dan mengobrol seru, suasana yang menyenangkan dan membuat ku merasa punya teman.


tak lama pesanan kami datang hmmm sangat menggoda selera, aku pesan mie ayam bakso , mangkuk itu terlihat penuh diisi oleh mie yang besar besar, potongan potongan ayam yang diiris kotak sebuah bakso besar yang isinya daging cincang telur dan hati ayam, bakso bakso kecil dan disiram dengan saos tomat kental dan banyak, lalu kuraih botol tempat sambal dan menuangkannya ke mangkuk sehingga warnanya menjadi merah, kuaduk mie dengan sendok dan garpu sehingga semua bumbu tercampur sempurna, segera kunikmati... hmmm rasanya maaantaaap.


setelah kenyang kami duduk duduk di pinggir lapangan sambil merokok dan minum sebotol anggur yang dibeli oleh tandi, aku penasaran bagaimana rasanya.


"apakah rasanya enak? " tanyaku pada tandi.


teman teman yang lain minum anggur memakai gelas bekas air mineral yang di tuang sedikit sedikit,dan di gilir ber keliling,tampaknya nikmat ,sesekali menghisap rokok ditangan mereka.


"ini tidak enak ry,kamu jangan yaa" kata tandi.


"ih kok yang lain boleh sih, kamu pelit" sahut ku penasaran.


"aku mau coba doong, sedikit saja.. ! " pintaku memelas.


***


stay atau home


stay safe


"Thor, lo dapet bansos nggak? "


"apaan? "


"bantuan pemerintah itu lhoo"


"dapat lah, tetangga ku juga punya mobil tiga dapet"


"kok aku nggak dapet ya? "


"lo punya kk ama KTP nggak"


"nggak Thor, waktu itu mau bikin nggak ada duit"


"pantesan maemunah, kata siapa bikin kk KTP harus bayar? "


"pak rt minta.... "

__ADS_1


"ya iyalah kalo nyuruh orang makanya berangkat sendiri"


"gratissss"


__ADS_2