
hari senin nya Ryan sudah benar-benar sehat sehingga dia masuk kerja kembali, Teman-teman nya menyambut dengan gembira terutama Tandi tentu saja.
"Ryan, kamu udah sehat lagi?, maaf ya aku nggak nengokin. " kata Tandi.
"iya, aku udah sembuh kok, nggak apa apa nggak nengokin juga yang penting kirimannya, hahaha" kata Ryan setengah bercanda.
Tandi merasa senang karena memang dia menyukai Ryan dari dulu pas pertama bertemu, dan hari itu Ryan disuruh kerja di ruangan mesin lagi membantu Tandi.
sambil kerja tak henti henti nya mengobrol seru setengah berteriak, karena bising nya suara mesin.
"Ryan, kok kamu bisa sakit sih... " tanya Tandi.
"ya bisa lah aku kan manusia..! ".
" kamu tu ya, ditanya serius malah becanda. "
"sebelum sakit, aku jalan jalan ke lembang bareng teman teman sampe malam tan. " kata Ryan jujur.
"mungkin kamu masuk angin" kata Tandi lagi.
mereka terus bekerja hingga waktu istirahat tiba.
mesin pembuat cotton bud dimatikan.. seeet... langsung hening diruangan itu terasa nyaman di telinga, Ryan dan Tandi melepaskan alat penyumbat telinga dan bersiap untuk istirahat, makan siang dan sholat dhuhur.
Ryan memilih untuk sholat terlebih dahulu, karena kamar mandi nya cuma satu maka terpaksa dia mengantri dulu untuk berwudhu.
setelah mendapat air wudhu kemudian Ryan mendirikan sholat empat rakaat dengan khusyuk.
selepas shalat Ryan bergabung dengan Titin dan yang lain nya untuk makan bekal yang dibawa dari rumah.
teras belakang adalah tempat menjemur cotton bud basah yang baru keluar dari mesin .ya, bila matahari terik cotton bud bisa di jemur di loyang loyang besar, setiap beberapa jam dibalik namun bila hari kurang terik atau malah hujan maka cotton bud akan di masukan ke dalam oven untuk mengeringkan nya.
disitulah tempat favorit Ryan cs untuk makan siang karena ada semacam bale bale di bawah pohon mangga, sehingga bila di hari yang terik maka disitu sejuk dan nyaman.
mereka makan bekal dari rumah masing-masing dan saling bertukar lauk nya sehingga menambah kenikmatan makan walau dengan lauk seadanya tapi kebersamaan membuat segalanya nikmat.
setelah makan mereka mengobrol sebentar sampai waktu istrahat selesai lalu kembali bekerja. begitulah sehari-hari nya Ryan di pabrik cotton bud.
***
di ruang mesin kembali mesinnya dinyalakan hingga suara yang berisik itu berbunyi kembali, Ryan memasang alat pelindung telinga atau ear plug dan mulai memasukkan kapas lembar demi lembar ke dalam mesin penggulung.
__ADS_1
Tandi memperhatikan dari jarak dekat karena memang posisi mereka berhadap-hadapan dan dipisahkan oleh mesin pembuat cotton bud itu.
"apa sih kamu ngeliatin terus" tanya Ryan tiba-tiba karena merasa diperhatikan, dia merasa risih.
Tiba-tiba tandi mendekati Ryan berjalan memutari mesin sambil tersenyum pada Ryan.
"Ryan aku suka kamu... " tandi berkata sambil memandang mata Ryan. "maukah kau jadi pacar ku? "
sambungnya lagi.
kata kata tandi menimbulkan desir aneh didada Ryan entah perasaan apa yang jelas perasaan nya sangat bahagia itu adalah pernyataan cinta yang pertama dia rasakan, dia sendiri merasa bingung dengan gejolak di hidup nya akhir akhir ini.
pertama Robert yang telah menyentuhnya, tapi ia sangat sadar bahwa dia sangat jauh berbeda status sosial nya, dan Robert biasa memainkan wanita-wanita yang mau main dengan nya asalkan dia mengeluarkan sedikit uang, dan sekarang tandi yang menyatakan cinta padanya dengan terang-terangan.
"hey, kok melamun... gimana mau nggak, atau.. kau udah punya pacar ya? " kata tandi membuyarkan lamunan nya.
dengan pipi yang memerah Ryan menjawab "iya, aku mau jadi pacar mu" katanya malu malu.
"makasih ya Ryan aku janji akan membuat kamu senang" kata tandi dengan wajah yang berbinar dan hati yang senang karena cinta nya terbalas.
memang dilihat dari status sosial, tandi setara dengan Ryan hingga bisa membuat nyaman dan tak akan dihina di kemudian hari jika memang mereka berjodoh lagi pula tandi lumayan menarik.
setelah itu mereka kembali bekerja, dengan aura yang berbeda diruang itu.. entah kenapa tiba-tiba terasa sangat canggung, yang biasanya selalu bercanda sekarang malah diam diaman tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"duuh udah jadian yaaa... " ledek Ega dengan heboh.
"yang jadian wajib nraktir... " seru Titin menodong.
sepanjang jalan mereka terus meledek pasangan baru
tersebut, yang diledekin tenang tenang saja tidak marah.
"aku sampai sini aja yaa, sampai ketemu nanti malam ya" kata tandi setelah sampai di depan rumah Ryan.
"duuh yang mau kencan, gak ngajak ngajak" kata yang lain rame.
"boleh kok kalau kalian mau ikutan, nanti aku akan ajak teman-teman ku yang cowok, siapa tau pada cocok! " kata tandi.
"asik, aku mau " titin.
"ayoo" Ega.
__ADS_1
"iya, siapa tau ikutan dapet pacar" rina.
sepakat lah mereka memang kompak geng ini.
"emang mau kemana kita"tanya Ryan.
" di kampung sebelah ada pasar malam, kita main kesitu yuk... banyak wahana seru loh... trus kita makan bakso bareng yaa, tapi bayar masing-masing. " kata tandi.
"huu, nggak seru ah... kan cowok yang harus bayar" kata Ryan polos.
"iya, kamu kan pacar ku, kamu ku traktir doong tapi kalau harus nraktir semua mana mampu aku! "
"iya deh, ga papa kita bayar masing-masing kok! "kata Titin melerai pasangan baru itu.
"siapa tau temen kamu mau nraktir kami kaaan! "kata rina penuh harap.
maka mereka berpisah disitu dengan janji nanti malam.
***
hay pembaca.... jangan bosan yaa.
*tahu nggak kalian,
masa remaja adalah masa yang paling indah, maka nikmatilah dengan baik...
tapi jangan sampai salah memilih teman
aku pernah dengar entah siapa yang ngomong,
**kamu dilihat dari temanmu**
jadi pilih lah teman yang baik yang mengajak kepada kebaikan
" kalo kita aja masih polos nggak ngerti dunia mana tau itu baik atau jelek kan, yang penting happy"😁
"nah kalo gitu terserah takdir lo aja maemunah! ! "😴
"emang remaja susah percaya kebaikan sih"🤔
so jalani aja😔
__ADS_1
stay safe guys virus masih mengintaimu😷