
happy Reading😍
***
selama seminggu ini, aku kerja di ruang mesin bersama Tandi, dia orang nya ceria dan senang melucu, sehingga aku cepat akrab dengan nya.
selama seminggu ini juga aku mengagumi Tandi yang membuat hatiku ceria dan setiap pulang kerumah, aku selalu menjadi kan dia objek fantasi ku.
bahkan mama sering meledek ku, karena aku sangat bersemangat bila mau pergi bekerja. "duuuh anak mama, kayaknya lagi jatuh cinta nih" ledek nya.
aku adalah anak tunggal mamaku, makanya setiap ada perubahan, mama pasti tau. "siapa nih yang udah membuat anak mama jatuh cinta? "
"ada deh ma" jawab ku ber teka teki, sambil menyiapkan bekal makanan untuk dimakan nanti siang, nasi, telur mata sapi, dan orek tempe buatan mama yang jadi favorit ku.
dihari sabtu, seperti biasa kami bekerja sambil bercanda, ini adalah hari gajian, kami hanya bekerja setengah hari saja, tak terasa aku akan gajian, yeay.
"yang gajian pertama, wajib traktir yaa.. " todong teman temanku.
"oke, pulangnya kita ngebakso yuk, sepuasnya, bayar masing masing, hahaha... " kataku.
"yeee, kirain mau ditraktir....! " semua menimpuk aku pakai kemasan cotton bud kecil.
"mana berani aku pakai uang gajiku buat nraktir kalian" kataku "uangnya mau kukasih ke mama semuanya" lanjutku.
Diruang mesin aku kembali membantu Tandi untuk memasukkan gulungan kapas yang akan jadi bulatan bulatan cotton bud, Tiba-tiba Tandi ngomong "ri,... nanti pulangnya kita makan bakso yuk, aku traktir dehhh" katanya.
aku berfikir, mau apa dia ya, lalu aku punya ide jahil biar ga jalan berdua aja.. "boleh, tapi ada syaratnya..! " kataku.
"mau di traktir aja pake syarat., huh... apaan? ".sambil merenggut Tandi bicara.
aku tertawa jahil, kataku " aku mau ajak teman-teman ku boleh ngga"
"haaah, bisa bangkrut dong aku"kata Tandi lagi sambil melotot.
" ya udah ga jadi deh", jawab ku cepat, aku sebenarnya memang ngga mau keluyuran, sehabis bekerja, karena aku anak baik yang selalu nurut sama mama.
"iya deh kamu boleh ajak satu teman aja.. " kejar Tandi lagi.
"nggak ah temanku kan banyak, minimal tiga lah anak cewek aja, yaaaa".aku masih berkelit, biar ngga jadi.
sejenak Tandi berfikir ....., " ya udah deh,....iya, kamu boleh ajak tiga teman se geng mu itu"putusnya lagi.
aku melongo, bingung karena aku ga bisa menolak lagi,hufft...
__ADS_1
"sebentar, aku mau bilang dulu teman teman ya"
lalu aku keluar dari ruang mesin dan menghampiri teman teman ku yang sedang mengepak, aku bilang tentang rencana Tandi yang ingin mengajak mereka... tentu saja tak ada yang menolak, mereka senang.
"tapi tin, aku takut bila pulang terlambat" kataku pada Titin.
"ga apa apa ri,bilang aja kamu lembur... " ide nya.
"trus kalo ditanya, mana uang lemburnya gimana? "
"iya juga yaa" kata Titin lagi "jujur aja, nanti aku bantu jelaskan ke mama kamu ya" katanya lagi.
"udah, sana masuk lagi, biar kerjaan cepat berees"
"oke boss" kataku sambil tersenyum dan melangkah ke ruang mesin lagi.
"gimana ri? " tanya Tandi
"iya mereka setuju" kataku
Tandi tertawa senang lalu berkata "awas ya kalo ngga jadi"
***
"mang pesen bakso lima porsi ya "kata Tandi,
kami lalu mencari tempat duduk yang nyaman sambil tertawa dan bercanda kami menunggu pesanan bakso kami datang.
aku, Titin, rina, dan mery, mengobrol heboh tak mempedulikan sekitar, maklum anak remaja, apa apa bisa di buat bahan becandaan.
Titin " stt, geng kita dukung aja dia yaa sama Tandi"
Rina "betul uyy, biar sering sering kita di traktir macam ini, hihi"
mery "setujuuu... ! "
"stt,... orang nya datang tuhhh" kataku
Tandi melangkah ke arah meja kami, lalu duduk disebelahku, serempak semua mendehu dengan seru
"huuuuuu... ",
" cie, cie... "
__ADS_1
"ehm ehm"
seru mereka gokil, membuat suasana ceria, aku tersipu karena di ledek oleh mereka,
sementara Tandi biasa aja, dia cuma tertawa melihat tingkah teman temanku itu. dia malah ikutan bercanda dengan mereka.
tak lama bakso nya dihidangkan, hmmm harum nya bikin suara suara pada ngilang... sementara.
bakso di sini memang juara, satu porsi terdiri dari mie sayuran dan bulatan bakso sebesar bola tenis yang diiris berbentuk kali dan merekah seperti bunga, sungguh menggugah selera.
kami sibuk menambah kan saos kecap dan sambelnya sesuai selera masing masing.... beuuu, jangan ditanya seleranya anak muda, biasanya mereka tak puas bila pedasnya belum level dewa, manis, pedes dan asem karena pakai cuka.
ketika makan tak ada yang bicara, hanya suara decap lidah dan bibir yang kepanasan dan rasa pedas yang membakar, apalagi makannya bareng bareng sama geng, huhh... nikmat mana lagi yang kau dustakan.
dan yang lebih nikmat lagi.. gratiss, hihihihi.
tak berapa lama, bakso nya sudah tandas masuk ke perut kami,
sambil meng usap usap perutnya mery berkata"ahhh kenyang sekali, makasih ya tan"
Titin membeli sebungkus rokok putih di kios sebelah... kemudian dia mulai merokok, Teman-teman yang lain ikut mengambil batang batang rokok itu termasuk Tandi... mereka menghisap dengan nikmat sambil mengobrol.
aku baru tahu kalau teman-teman ku sudah mulai merokok, aku bingung harus bagaimana, sepertinya enak, aku pengen mencobanya..
"gimana sih rasanya tin, " bisik ku pada Titin
"enak...., cobalah! " kata Titin sambil mengeluhkan asap rokok ke depan wajah ku..
****
hayyy, jumpa lagi kita.....
jangan bosan ya...
kalo suka kasih like sama komen yaaa😁
bilang next aja juga ga papa.
kata emakku " jangan iri dengan hidup orang lain, karena semua yang terlihat memang selalu indah, padahal orang lain juga berfikir demikian tentang kita,... nah lhooo"
stay safe
jangan lupa bahagia 😍
__ADS_1