
happy Reading...
***
sore sore sebelum magrib, Merry datang kerumah seperti yang di janjikan nya.
"assalamu'alaikum... " kata merry didepan,
mamaku membukakan pintu, aku pura pura sibuk mencuci piring di dapur.
"waalaikumsalam..., eh nak merry mau ketemu Ryan ya..? "kata mamaku
" iya tante, ryannya ada ? " sahut merry sambil mencium tangan mamaku.
"ada di dapur tuh, lagi cuci piring ayo masuk nak samperin aja ke dapur" sahut mamaku sambil menunjuk ke dapur.
"tante, aku mau beli baju nih buat ke ponakan ku yang baru lahir, boleh ya aku ngajak Ryan...? "kata merry hati hati, kebetulan memang kakaknya merry baru melahirkan.
" ooh kakakmu si jamilah ya, dia udah melahirkan? kapan? " mamaku bertanya karena memang mengenal kakaknya merry.
"udah seminggu tante.. " jawab merry
"alhamdulillah kalo gitu syukur deh kalo udah selamat"
kata mamaku lagi "mau belanja kemana? "
"ke mall yang baru itu tan, ga akan lama kok" rayu merry lagi "boleh ya tan? "
"ya deh boleh, tapi jangan lama lama ya" "jam 9 harus sudah pulang, takut soalnya anak gadis itu bahaya kalo main malam malam "
merry ikut sholat magrib di rumah sehabis sholat kamipun berangkat.
dengan memakai celana jeans dan kaos streets Belang warna putih pink yang dilapisi jaket tebal aku dan merry yang memakai baju tak jauh beda dengan ku, bergegas jalan keluar kampung dan masuk ke komplek tempat janjian.
disana sudah menunggu teman teman yang lain, Titin, Ega, Arni dan Rina, mereka berkumpul di pinggir jalan yang sepi sambil melambai ke arah kami.
"lama banget sih, kami udah dari tadi nih! "
kata rina sambil menghisap sebatang rokok dan mengepulkan asapnya dengan nikmat diiringi dengan desisan.
"kami sholat dulu" kata merry "udah jangan berisik, kan si Robert juga belum datang. "
lalu merry meminta dia batang rokok pada rina dan salah satunya diberikan pada ku.
sekitar lima belas menit kemudian datang juga mobilnya Robert, dia menepi di sebelah kami., lalu dia dan teman temannya turun dan menghampiri.
__ADS_1
Robert adalah seorang pria yang masih kuliah,umurnya sekitar dua puluhan , anak orang kaya, tampangnya lumayan, begitu juga teman temannya
semuanya anak orang berada yang senang menghamburkan uang. kami berkenalan dengan temannya Robert ada dua orang, nama nya Doni dan Jack, setelah berbasa-basi kamipun naik mobilnya Robert.
"gimana girls, jadi kita hapingfun di lembang? "
tanya Robert
"jadi dong, tapi jangan lama yaaa, kita bawa bayi nihhh" sahut rina sambil menunjuk ke arah ku.
"iyaa, barang baru nihhh? " kata Robert
"kamu sama aku ya, siapa tadi nama kamu? "
"Ryan" sahut ku sambil tersenyum
sebelum naik ke arah lembang kami turun dulu di sebuah mini market untuk membeli camilan dan minuman ringan tak lupa rokok.
atas permintaan Robert,aku duduk di depan disebelah Robert yang mengemudi. lalu kami melaju ke arah lembang.
aku begitu menikmati perjalanan nya ternyata kota bandung sangat indah dilihat dari ketinggian begini
aku bercakap-cakap dengan Robert sambil menikmati pemandangan dari luar jendela, jalan yang berkelok kelok dan menanjak, cuaca sangat cerah bintang bertebaran dengan jelas dan berbeda bila dilihat dari tempat tinggi seperti ini.
"kamu suka ry? " tanya Robert.
disepanjang jalan banyak gubuk penjual bandrek hangat, kami berhenti di salah satunya.
semuanya turun termasuk aku, kami masing masing memesan segelas bandrek untuk menghangatkan tubuh.
di sebelah warung bandrek itu ada tangga batu yang melandai menuju ke atas. rina dan doni Menaikinya.
lalu Titin dan Jack juga menyusul ke atas...
sekitar limabelas menit kemudian mereka turun.
"ada apa sih diatas" tanyaku penasaran.
"di atas pemandangan nya indah loh" kata Robert "ayo kita naik ! " ajaknya
"kita naik yuk " kataku pada Ega dan arni.
"nggak ah,aku nggak mau , aku kan udah pernah " tolak Ega.
"aku juga nggak mau ah, di atas anginnya kenceng aku kedinginan" tolak arni juga.
__ADS_1
karena aku sangat penasaran, akhirnya aku naik juga bersama Robert.
ternyata diatas pemandangan memang indah, langit bertabur bintang tanpa terhalang pepohonan dan di bawah tampak kota bandung yang bagai bermandikan cahaya lampu berwarna warni.
walaupun dingin aku bertahan memandang semua itu dengan takjub.
tak terasa Robert mendekati ku dan memeluk dari belakang,
"deggg" jantung ku terasa berdetak lebih kencang, aku takut.
"sst jangan takut ry, aku nggak jahat kok! " kata Ryan
"teman teman mu tadi keatas untuk bermesraan, kamu jangan takut ya"
"ooh ini toh yang di maksud Titin tempo hari" batinku
"iya Robert, tapi kamu jangan kecewa ya soalnya aku baru pertama kali " sahut ku dengan suara yang bergetar, aku malu sekali
"aku tahu, nanti aku ajarin ya,... tapi kamu jangan berteriak" kata Robert sambil tersenyum.
aku mengangguk patuh.
tak lama Robert mengencangkan pelukan nya dan tangan nya bergerak ke atas menuju dada ku yang baru tumbuh, dia mulai meremas nya dengan pelan.
aku masih berdiri dan dalam posisi dipeluk dari belakang ketika bibir Robert menelusuri leherku dan kedua tangannya meremas dadaku, "sshh "aku tak tahan dan mendesah.
Robert senang mendengar desahan ku, dia tertawa
" hahaha, enak kan ry... " katanya sambil membalikan tubuhku, kini kami berhadapan.
aku tak bisa menjawab karena malu, mungkin bila tempat itu terang makan pipiku pasti sudah semerah tomat.
Robert mencium bibirku dengan lembut, sambil tangannya yang sebelah menahan punggung ku dan sebelahnya lagi masuk kedalam kaos street ku.
ciumannya tambah dalam dia meng eksplor bibirku dan memaksaku untuk membuka mulutku sambil tangannya tak henti meremas dadaku hingga aku mengerang nikmat "aahhh"
setalah hampir kehabisan nafas, ahirnya dia lepaskan juga ciumannya, dia membimbing ku menuju ke kursi taman yang ada di situ.
***
happy Reading 😍
jangan bosen ya guys
kalo orang udah susah, jangan kamu tambah dengan keluhanmu juga yaa maemunahhh...
__ADS_1
hihi tetep stay safe 😏