Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
ehhmmm....


__ADS_3

happy Reading😍


***


Robert mendudukkan aku di kursi taman itu, lalu dia kembali memelukku dan mencumbuku . aku merasa terbius dan hanya bisa menikmati.


dia menciumi wajahku, pipi kening bibir dan menggigit telingaku pelan, lalu turun ke leher.


tangan nakal Robert menaikan bajuku sampai terlihat kedua gunung kembar yang kecil tapi padat dan indah lalu bibirnya menghisap ** hingga aku mendesah nikmat.


setelah puas kami turun kembali ke warung dimana teman temanku menunggu.


"huuuu.... " seru mereka serempak...


"asik banget sih kalian... "


"swit swiiit....... "


"jangan turun sekalian... "


"ngapain aja sihhhh"


komentar receh mereka tak kuhiraukan, aku masih deg degan dengan peristiwa tadi, kejadian yang selama ini hanya ada dalam pikiran ku kini kualami sendiri, rasanya luar biasaaaa....


"ayo kita pulang yukkk, udah malam nihhh"


kataku mengajak.


"yaaa baru jam sembilan kok udah mau pulang siiih" tanya Robert.


"aku ijin nya cuma sampe jam 9....waduhhh telat dong di jalan kan bisa nyampe sejam... " keluhku


"tenang nanti aku antar kau yaaa" kata merry menenangkan.


lalu kamipun meluncur pulang,


dimobil kami bercanda sambil ngemil makanan dari Minimarket tadi.


"lapar niiih" kata Titin "makan dulu yukk"


Robert tertawa dan menganggukan kepala "bolehkan ry? " tanyanya pada ku


"iya dehhh, aku juga lapar! " jawab ku kemudian.


karena lapar akhirnya kami mampir dulu ke tenda di pinggir jalan dan memesan nasi goreng .


kami makan dengan lahap karena di udara dingin memang mudah lapar, dan nasi goreng sangat cocok untuk perut kami saat ini.


"Robert, aku mau nasinya lagi doong, dibungkus yaa dua" kata Rina sambil menyuapkan sesendok penuh nasi ke mulutnya dan disusul oleh kerupuk hingga mulut nya penuh.

__ADS_1


"iya iya boleh kalian semua boleh membawa masing-masing dua bungkus yaa, buat orang di rumah"


kata Robert lagi, dia memang baik hati


setelah selesai makan dan membungkus nasi goreng, kami pun pulang, Robert menurunkan kami di kompleks tadi, sebelum turun dia menyelipkan beberapa lembaran merah di tanganku.


"untuk jajan ya ry, jangan kapok main lagi sama aku! "


cepat ku kantongi uang itu di saku celana jeans ku


"makasih Robert, lihat saja nanti, ya" kataku sambil membuka pintu mobil.


"oke, aku pasti kangen sama kamu" kata Robert


dan mobilnya pun melaju pelan meninggal kan komplek itu.


kami pun berjalan ke kampung kami sambil tertawa tawa


"asyik nih kalo tiap malam gini kita dapet makan sama rokok gratis " kata rina sambil mengangkat kantong kresek berisi nasi ditangan kanannya dan sebungkus rokok ditangan kirinya.


"dasar rakus, aku sih kasihan sama Ryan, "


kata Titin "kamu gak apa apa kan ry? " katanya seolah tahu apa yang terjadi antara aku dan Robert.


"aku baik baik saja kok" kataku sambil menatap Titin penuh arti dan menuntut penjelasan.


***


masuk ke rumah aku beruntung karena mama dan papa udah tidur, jadi aku bebas dari interogasi mereka.


kutaruh nasi goreng nya di atas meja makan dan menutupnya dengan tudung saji.


dikamar aku langsung berganti baju tidur dan menggosok gigiku...


sambil tidur terlentang, aku mencoba untuk tidur


berkali kali aku menguap... capek dan mengantuk, tapi mataku tak bisa kompromi..


terbayang perlakuan Robert pada ku tadi, "haaaahhh...


jadi gini ya gaul ituuuuu? "batinku.


aku bisa bermesraan dengan orang yang baru kukenal... " ya ampuuuun, apa aku sudah gilaaaa? ".


Robert bukan siapa-siapa ku, kenalan aja baru tadi... tapi tampaknya ada peraturan tak tertulis dari cara bergaul baru ini.


pertama bila lagi berpasangan anggap aja, pacaran


kedua anak cewek harus mau dipeluk atau dicium sebatas itu, tidak lebih

__ADS_1


aturan untuk anak cowok yang jelas harus tajir, yaaa minimal punya uang lebih buat mentraktir anak cewek


anak cowok juga tidak boleh memiliki perasaan lebih... kalo ketemu kita akan pasangan trus kalo pisah jangan jadi pikiran, titik.


itu yang kutangkap dari peristiwa yang terjadi barusan.


kunang-kunang masuk melalui celah jendela, suara jangkrik samar terdengar dari luar bulan mengintip dari balik awan.


ahirnya aku tidur juga, aku terlelap dan mimpi... dalam mimpiku aku jadi wanita yang cantik dan jadi rebutan


saat pagi tiba seperti biasa mama membangunkan aku untuk shalat subuh, dengan susah payah aku membuka mata dan merasakan sakit di sekujur tubuhku.


setengah merayap aku pergi ke kamar mandi, perlahan ku basuh seluruh tubuhku, mandi pagi yang nyaman.. kubalut tubuhku dengan handuk dan berwudlu.


kembali ke kamar segera aku berpakaian dan mendirikan shalat subuh, aku bersimpuh memohon ampunan Nya...


air mata membasahi pipi teringat kenangan semalam


"ampuni hamba ya Allah " . tubuhku gemetar merasakan sesak didadaku.


"ya ampun.... riannn, kamu kenapa nak? " mama masuk ke kamar kaget karena melihat aku menangis sambil masih mengenakan mukena.


mama meraba dahiku panas!! "kamu demam nak,memang semalam pulang jam berapa? " tanyanya


"semalam mama tungguin sampe jam sepuluh, kamu belum pulang juga"


"aku jalan jalan sampe jam sembilan ma" bohongku "terus keasikan ngobrol sama temen temen"


"ya udah, hari ini kamu jangan kerja dulu ya" perintah mamaku.


aku nurut aja apa kata mama, karena memang tubuhku sakit semua dan terasa panas.


***


happy Reading 😍


mon maaf ya jubaedah ....


rang miskin kalo galau pasti sembuhnya...


dikompres sama lembar merah segepok😁😁


stay safe atau home or...?


jawab mimin...


Sama-sama mati tinggal pilih


***lapar atau kena virusss***

__ADS_1


sttt jangan dianggap ....becanda...


__ADS_2