
happy Reading 😍
***
setelah kelulusan, aku bekerja di kompleks tak jauh dari rumahku,bersama dengan Titin,ega,arni dan teman teman lain yang sudah lebih dulu kerja disana...
sebenernya mama ingin aku melanjutkan ke sma aliyah, namun aku tahu bahwa keuangan keluarga ku tak memungkinkan, aku tak ingin membebani orang tua ku lebih lama lagi,
"Ri, maafin mama ya.... mama ga bisa membuat mu tetap sekolah!!! "
"ga apa apa ma, lagian aku udah pengen bebas dari pelajaran. " kataku bercanda.
"Hus, kamu ini", mama menjewer kupingku
" kamu harus jadi orang pintar, nak, biar ga ada yang meremehkan". katanya lagi.
"iya ma, aku janji nanti,bila aku udah kerja, aku akan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya biar bisa sekolah lagi. " kataku,menenangkan mama.
walaupun aku dekat dengan mama, aku tak bisa mengungkapkan isi hati ku, atau apa yang aku rasakan, sebisa mungkin aku sembunyikan...
****
hari pertama aku kerja, rasanya tak sabar, aku deg- degan seperti mau ujian saja... , padahal aku tidak perlu melamar.... apalagi bawa cv, karena udah pasti aku keterima... Titin sudah minta ijin sama bos pemiliknya untuk memasukkan aku kesitu.
home industri didaerah kompleks yang dekat kampung ku banyak, dan mereka menggaji murah karyawan karyawan...., mereka tidak memiliki ijin untuk usaha sebenarnya, tapi mereka pintar kucing kucingan dengan aparat, bahkan ada beberapa yang malah punya beking dari oknum tertentu,yang mereka gaji setiap bulan.... sudah jadi rahasia umum.
karena kondisi itulah, makanya tidak ada peraturan mengenai batas usia... asalkan bisa bekerja ya mereka dengan senang hati mau menerima.
kami berdua masuk lewat pintu pagar belakang yang tingginya 2 meter dan tertutup oleh seng,pintu itu dijaga oleh seorang bapak bapak ramah yang mempersilahkan kami untuk masuk,
"tin,pagi bener kamu hari ini,calon karyawan teladan,hahaha....eh .....ini karyawan baru yaa?,.....bapak baru lihat", tanya bapak itu. " iya pak budi,..ini rian teman ku,...dia baru lulus SMP pak",kata Titin memperkenalkan ku. aku mengangguk sopan.
"nak rian,.....kenalkan,nama saya pak budi,penjaga disini..kalo ada perlu panggil saja bapak ya", kata pak budi ramah, setelah basa basi itu aku dan Titin melangkah masuk.
didalam tampaklah loyang loyang besar yang berisi cotton bud basah yang berderet untuk di jemur dihalaman yang lumayan luas, ada juga mobil box terparkir disana.
__ADS_1
"ayo masuk", kata Titin sambil menarik tangan ku... kami masuk ke pintu dapur yang ketika dibuka ternyata adalah ruang untuk pengemasan dan pengepakan... " santai dulu aja,ya rian, masih pagi lagian bosnya belum datang,hihihi... ", kata Titin.
aku ikut tersenyum mendengar karyawan teladan ini,
" hahaha teladan dari mana nih" batin ku
mataku berkeliling mengamati isi ruangan ini, sementara Titin membuat segelas minuman sereal yang dia bawa tadi dari rumah.
sambil menunjukan meja yang diatas nya penuh dengan kemasan kemasan cotton bud kecil yang tersusun rapi. Titin mengajariku untuk mengepak dan melabeli kemasan cotton bud itu, sesekali menyeruput minumannya.
tak lama berdatangan lah karyawan yang lain, Titin memperkenalkan aku kepada semuanya.
karyawan disitu berasal dari sekitar komplek perumahan, kebanyakan dari kampung kampung sebelah, dan ada juga teman teman yang sudah aku kenal, karena mereka adalah teman mainku di waktu kecil.
aku merasa kerasan kerja disitu dan cepat beradaptasi , musik di setel dari sebuah tape recorder disudut ruangan., kami bekerja sambil mengobrol seru, kadang saling ledek dan tertawa bersama.
Tandi,karyawan bagian produksi yang mengoperasikan mesin melirik aku , "hey rian, kemarilah bantu aku" katanya. "bantu apa a? "kataku memanggilnya "aa" yang dalam bahasa Sunda artinya kakak, karena umurnya diatasku, sekitar 20 tahunan sedang aku waktu itu berumur 15 an.
"angkat kapas itu ke kamar mesin yaa".Tandi menunjukkan kapas yang jadi bahan produksi, dia sendiri menggotong keranjang berisi stik untuk batang cotton bud.
aku menurut dan menggotong kapas seukuran meja bareng bu Ani, salah satu rekan kerja ku juga, untung isinya kapas...ringan, coba kalo batu.. hihihi.
"A, ini ditaro dimana? " tanya ku
"tolong bawa dekat kesini ya" perintah Tandi
dengan dibantu bu Ani, ku gotong gumpalan kapas itu hingga dekat dengan Tandi.
"hari ini mesinnya sedang ngadat nih, bu", kata Tandi kepada bu Ani...
" memang nya kenapa? "sahut bu Ani.
"harus ditunggui terus bu, kiri kanan, aku butuh teman"
Tandi berkata, entah benar atau tidak.
__ADS_1
"ya udah, kamu dibantu sama rian aja ya? " sahut bu Ani
"masak ditemani sama ibu-ibu.. hahaha" goda bu Ani. "tapi hati hati yah.. jangan sampai di apa apain ya"
"ya enggak lah bu, percaya saja padaku, aku orang baik sedunia dan akhirat loh, hahaha" balas Tandi tak mau kalah.
maka disini lah aku, membantu Tandi diruang ini, hanya berdua.
aku mencuri curi pandang ke arah Tandi, dia lumayan juga, wajah nya manis dengan raut ceria agak kurus dan periang., aku langsung suka sama dia.
"hey, kamu kenapa, liatin aku terus? " Tandi berkata,
"ap.. apa? " kataku kaget dan malu karena ketahuan.
"nggak kok" lanjutkan meyakinkan.
"ga apa apa ko, aku seneng diliatin kamu... " katanya.
deggg
*****
dirumah aja ya sob!!!
walaupun Corona masih belum mau pergi, kamu jangan putus asa ya...
ini yang harus kamu lakuin:
- susunan ulang kamar (biar ga bosen)
- susunan ulang jurnal harian mu (sapa tau ada yang blom ke tulis)
- susunan ulang tujuan hidup mu (sebelum menuju ke akhirat)
-inget inget apa yang pengen kamu lakuin, tapi ga sempat sempat (kalo lagi luang gini biasanya ga inget lho, yang keinget cuma rebahan doang, hihi)
__ADS_1
- kerjain proyek recehmu (walaupun itu cuma praktek bikin martabak)
jangan lupa bahagia 😍