Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
coba coba


__ADS_3

happy Reading 😍


***


aku mengulurkan tangan mengambil bungkusan kotak itu, dan dengan ragu ragu aku mengambil satu batang putih itu dan mulai menyalakan nya.


"uhuk uhuk...! " aku langsung terbatuk batuk


"hahaha... " semuanya menertawakanku.


"makanya, kalau anak mama, jangan coba coba... "


mery berkata.


"nih minum, " kata Tandi sambil menyodorkan segelas air padaku.


aku meminumnya dengan rakus, karena kaget aku bisa terbatuk seperti itu sampai mataku mengeluarkan air., aku malu sekali.


"sudah jangan di teruskan " kata Tandi lagi hawatir


Titin meledek lagi.. "cie... ini calon suami bela amat sih.. hahaha"


lalu Titin menunjukkan padaku caranya, pelan pelan aku bisa juga, dan mulai asyik mengepul ngepulkan asap putih itu.


setelah habis masing masing dua batang kamipun pulang kerumah masing masing.


waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, dan di depan rumah tampaklah ibuku berdiri dengan khawatir.


"aduh Ryan, dari mana kamu" katanya sambil menarik tanganku membawa ku masuk.


aku merasa bersalah karena memang tak minta ijin pada mama.


"maaf mama, tadi ada temanku yang ulang tahun, dia mentraktir makan bakso" kataku setengah berbohong.


"tapi harus nya kamu ijin dulu dong sama mama.., biar mama ngga khawatir! "


"iya ma , tak akan kuulangi ma" kataku sambil menunduk.


lalu aku membuka tas kecilku dan mengambil amplop yang berisi gajiku, sama sekali belum ku buka... aku serahkan semuanya pada mama.


"ini gaji pertama ku ma, pakai lah buat keperluan rumah ini" kataku


"jangan semua ri, nanti kamu perlu.. " sahut mama

__ADS_1


"mama aja yang pegang ma, aku kalo ada perlu nanti akan minta sama mama".


dengan mata berkaca kaca mama menerima amplop gajiku itu dan menyimpannya hati hati.


aku senang bisa membuat mamaku senang, walau nilai gajiku tak seberapa, mungkin yang penting ketulusan dan niatnya, dan niatku memang ingin membahagiakan kedua orang tuaku itu, walaupun senakal apapun aku di belakang, tapi aku tak akan membuat mereka sedih.


***


usia ku baru limabelas dan rasa ingin tahu ku sangat lah besar....


" tin sejak kapan kamu menghisap rokok, kok aku nggak tahu sih? " tanyaku suatu siang ketika kami sedang istirahat di ruangan belakang dan makan bekal masing masing.


"aku sih udah lama, cuman aku takut ngajakin kamu, soalnya kamukan sekolah...! " sahut Titin sambil nyomot tempe goreng dikotak makan siangku.


"aku kira kamu anak yang baik, trusss apalagi selain rokok...? " tanyaku lagi sambil mengunyah kerupuk pedas yang jadi favorit kami kalo makan siang.


"aku sebenarnya pernah merasakan semua jenis obat terlarang dan juga minuman....? " ungkapnya berbisik sambil celingukan takut ada yang mendengar.


"whaaat..? " kataku kaget, dengan cepat Titin menangkup mulut ku, dan dengan isyarat dia menempelkan jari telunjuk nya ke bibir.


"kamu pasti bohong, soalnya mana mungkin kamu sanggup membelinya... " kataku berbisik.


"ssst denger yaaa, aku tak pernah membeli semua itu...! " kata Titin lagi tambah berbisik.


"nih ry, buat kamu" kata tandi sambil menyodorkan sebungkus plastik berisi kue dan permen kepadaku.


"cieee kok Ryan doang yang dikasih sih, buat ku manaaa? " todong Titin sambil memonyongkan bibirnya. membuat kami geli dan tertawa terbahak bahak melihat nya.


"iya iya itu buat sama sama kok" kata tandi gemas sambil mencubit hidung Titin.


kemudian Tandi mengeluarkan sebungkus rokok dan menyulutnya, lalu dengan riang dia menawari kami "nih kalo mau ambil aja, seorang satu yaaa nanti aku bangkrut hihihi..! "


kontan saja geng anak cewek yang memang suka merokok tapi jarang beli itu langsung berebut mengambilnya, lucu sekali kelihatan nya seperti anak kecil yang lagi berebut permen, dan tentu saja aku tak mau ketinggalan,


ku ambil sebatang barang yang masih asing buatku itu, dengan penuh rasa ingin tahu aku menyalakan nya, kali ini aku menghisap nya pelan pelan karena tak ingin terbatuk batuk lagi, dan menikmati setiap hisapan dengan penuh perasaan.


***


geng anak cewek berkumpul, Titin, Ega, Arni,Arni,Merry, Rina dan juga Aku kami pulang bersama sambil bercanda , karena jarak tempat kerja dengan kampung kami dekat, kami berjalan kaki saja tidak perlu naik angkutan umum.


"guy's, tar malam si Robert ngajakin ke lembang lho,... kalian mau ikut ngga? " kata merry


"hah si Robert yang naik pajero? " tanya Ega sambil ber sorak heboh

__ADS_1


"iya yang itu, trus dia mau ajak teman temannya... ! "


"kamu mau ikut ngga? " Titin menyikut ku pelan.


"hahh?,... mana boleh aku pergi malam malam jauh lagi ke lembang? " kata ku sambil merengut


memang keluarga ku sangat ketat dengan ku sebenarnya aku tak boleh main jauh apalagi sama anak laki laki. namun sejak aku kerja tampaknya aturan itu sedikit longgar..., "mungkin masih bisa" pikirku.


"aku pengen ih nyobain ikut kalian main, tapi gimana ijin nya yaa" kataku


"jangan hawatir ry, asal kamu mau ikutan, urusan sama perijinan mah gaaampanggg... , serahin sama Merry...! " kata merry pd.


"emang kamu nggak takut sama mamanya Ryan? "


Titin yang tahu betul bagaimana sifat mamaku berkata.


"gaaampaaaang, tar aku bilang aja mau anter aku beli baju. "


setelah kami sepakat untuk berkumpul di ujung komplek sehabis magrib menunggu Robert dan teman teman nya, kami pun bubar ke rumah masing masing.


***


happy Reading 😍


sebete-betenya kita menghadapi situasi saat ini, jangan sampe lupa,


masih ada orang yang butuh kita.....


masih ada yang bisa kita lakuin buat orang lain..


minimal senyuman penyemangat....


jangan sampe yang lain down karena keluhan kita...


ingat ada yang lebih menderita daripada kita....


jangan bikin status meresahkan .,...


jangan laporin kesusahan.....


kuatkan orang lain, maka Dia akan menguatkanmu.


ngertiii munarooohhh....

__ADS_1


staysafe


__ADS_2