
karena Ryan sangat menikmati lingkungan baru nya, maka tak terasa waktu pun berlalu tak terasa dia sudah dia minggu di tempat kerja baru nya.
dan selama itu juga dia jarang bertemu dengan teman teman yang lama, bahkan dengan tandi pun tidak bertemu.
hari itu adalah hari jumat kedua Ryan bekerja di pabrik baru, dan berarti hari gajian, bukan main senang nya hati Ryan menyambut gaji pertama nya itu.
sepulang bekerja, dengan membawa amplop gaji pertamanya, Ryan bergegas pulang kerumah, dia sebetulnya tergoda untuk melihat lihat pasar tumpah di depan pabrik, tapi dia ingat untuk membawa gaji pertama nya utuh untuk diberikan pada ibunya.
"yakin ry,kamu tak mau belanja dulu? " tanya santi.
"aku takut kalap, San... nanti aja besok, besok masih ada kan? " Jawab Ryan.
"iya, masih kok... biasanya sekitar tiga hari mereka menggelar dagangan nya " jawab santi lagi.
"aku terbiasa memberikan semua gajiku dulu sama mama, nanti kalau aku mau beli sesuatu tinggal minta deh... " kata Ryan menjelaskan.
"oh ya... kamu hebat Ryan, aku jarang ngasih mamaku" kata santi, sambil berfikir.
__ADS_1
"aku ingin buat mama bahagia, San... selagi aku mampu, lagian kalau aku ingin apa apa, aku bisa minta saran mamaku dulu.. biar tidak salah.. mama bisa diandalkan kalo soal perencanaan keuangan" kata Ryan lagi.
"aku mau ah ngikutin kamu, selama ini aku jarang ngasih ke ibuku, pasti ibu akan senang" kata santi.
"iya, ayo cepat kita pulang, aku sudah tidak sabar lagi ingin memberikan ini pada ibuku" kata Ryan sambil menarik tangan santi, yang walaupun bicara begitu tapi matanya tetap memperhatikan para pedagang itu.
lalu segera mereka pulang ke rumah masing-masing,
sampai di rumah Ryan segera mencari ibunya.
"ma, mama..! " teriak Ryan setelah sampai dirumah.
"ada apa Ryan, datang kok teriak, bukan nya ngasih salam? " kata ibunya setelah melihat Ryan tidak kurang suatu apa pun, tadinya dia kira, Ryan kenapa napa.
"hehe, asalamualaikum ma" kata Ryan sambil mencium punggung tangan wanita yang telah melahirkan nya itu.
"maaf ma, Ryan sedang senang nih, ini gaji pertama Ryan ma, mama pegang ya" kata Ryan sambil menyodorkan amplop gaji nya.
__ADS_1
"syukur lah Ryan, gimana kamu betah kerja disini" tanya ibunya Ryan sambil melihat isi amplop.
"hah... ini banyak sekali Ryan, syukur lah inikan hampir empat kali gaji di tempat lama? "kata ibunya Ryan sambil membelakangi matanya.
" kalau begini terus kamu bisa melanjutkan sekolah mu, ibu simpan ya biar terkumpul banyak, kamu pasti ingin belanja juga kan,? "tanya ibunya Ryan lagi, sambil menjejer jejer kan uang yang ada di amplop, dan memisahkan untuk berbagai keperluan, sebagian besarnya ditabung...
" makasih, ma, Ryan tak tahu kalau tak ada mama,... kalau mama menginginkan sesuatu, pakai saja uang ini ma.. "kata Ryan dengan mata berkaca kaca karena bahagia,... dia bahagia melihat ibunya bahagia, "ternyata bahagia itu sesederhana ini, makasih ya Allah" batin Ryan sambil memandang wajah ibunya yang masih tampak cantik di usianya.
***
sorenya Ryan kedatangan teman teman nya dengan formasi lengkap, ada Titin, Ega, dan juga Rina.
mereka asyik mengobrol di dalam kamar Ryan, sementara ibunya sedang keluar menghadiri pengajian di masjid dekat rumah begitu juga bapak nya.
karena tak ada siapa pun dirumah, Ryan tak melarang Titin yang ingin merokok dikamarnya, dengan jendela dibuka dan kipas angin menyala, mereka semua asyik merokok ditemani segelas kopi krim yang disuguhkan oleh Ryan, berbagai makanan ringan pun di keluarkan, kebetulan Ryan habis belanja di mini market dekat rumah nya.
***
__ADS_1
tak bosan aku mengingat kan "stay safe"