Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
Tandi


__ADS_3

setelah bell tanda pulang berbunyi, mereka keluar bersama sama dengan gembira dan bercanda tawa, rencananya mereka akan makan bareng di ayam goreng depan komplek, semuanya ikutan, tak terkecuali tandi juga, dia berjalan disamping Ryan tak mau jauh jauh, rupanya kangennya belum hilang.


***


"ayam goreng dan ayam bakar ma haji", tulisan di depan warung makan itu, walaupun kecil tempat nya, tapi peminatnya banyak, harus rela antri, bila ingin makan disini, apalagi jam makan seperti ini.


sistem pelayanan nya adalah self service, atau melayani sendiri, maka dari itu, Ryan cs berbagi tugas, ada yang memilih ayam untuk diberikan ke petugas yang menggoreng, ada yang mengambil nasi, ada yang mengambil kobokan , ada yang mengambil lalapan dan sambalnya, dan juga air minum.


karena meja makan nya penuh, mereka duduk lesehan di kios sebelah yang kebetulan kosong dan sudah di alasi tikar, semuanya sudah lengkap mereka ambil,nasi, lalapan, sambel, air minum, juga mangkuk kecil yang diisi air untuk kobokan, tinggal menunggu Titin yang bertugas menunggui ayam yang lagi digoreng, tak lama Titin pun datang membawa dua piring berisi ayam goreng panas yang baru diangkat, hmm betul-betul menggugah selera.


__ADS_1


makan siang yang nikmat sekali, apalagi dimakan bersama teman-teman, walaupun harus rela mengantri dan makan sambil lesehan, tapi semuanya terbayar dengan makanan yang enak dan harga yang murah meriah.


walaupun harga di warung itu murah, tapi cukup mahal bagi kantong pekerja pabrikan seperti Titin dkk, mereka hanya sekali kali saja makan disitu hanya kalau ada peristiwa yang pantas untuk dirayakan dan hari ini adalah hari perpisahan untuk Ryan.


"kamu lapar apa doyan sihhh? " canda Ega pada Titin yang asik makan lalapan mentah, yaitu daun selada dan kemangi, di cocol ke sambal goreng yang rasanya luar biasa pedas.


"hihihi kayak kambing saja, kamu tin, memang enak itu? " tanya Rina yang meringis melihat Titin yang tampak tidak terganggu dengan komentar mereka, dia terus saja makan daun daunan itu.


"ini enak lho, apalagi dipadu ayam goreng bu haji, hmm.. rugi kalau kamu tak coba" katanya sambil menyodorkan setangkai daun kemangi kepada Rina.


"iya, Rin, coba aja... siapa tau kamu bakal doyan... ini enak juga sehat". jawab Ryan sambil mengunyah makanan nya .

__ADS_1


" sudah sudah, kalian ini, ayo makan lagi"kata tandi yang sedari tadi diam saja, dia sebenarnya lagi berusaha untuk makan walaupun tak bernafsu, sebentar sebentar dia melirik pada Ryan yang makan dengan lahap dan tidak memperdulikan apapun, memang hobi Ryan adalah makan dengan teman teman, karena membuat dia berselera.


setelah beres makan, mereka akan membayar, tapi dilarang oleh tandi.


"udah biar aku yang bayar,... " katanya.


"tapi habis ini kalian pulang ya.. aku masih pengen sama Ryan" katanya tanpa ada tedeng aling aling, yang membuat teman teman serempak berdehu.


"huuuu... " kata mereka kompak.


"ayolah, kami juga kan masih Kangen sama Ryan" Ega berkata sambil mengedipkan matanya lucu.

__ADS_1


"nanti malam aja kita ketemu ya mana teman, kalian kerumah ku ya" kata Ryan ahirnya karena dia kasian sama tandi yang terus digoda teman teman nya, Ryan juga melihat raut wajah tandi yang mulai kesal.


"oke deh.. kami pulang dulu yaaa, makasih traktiran nya,... sering sering aja yaa" kata mereka sambil cekikikan dan pergi meninggalkan Ryan dan tandi berdua.


__ADS_2