
perjalanan pulang tak secepat ketika mereka datang tadi, serasa jaraknya bertambah berkali-kali lipat, berhenti di beberapa tempat perhentian, kaki serasa linu dan bertambah beratnya berpuluh-puluh kilo.
tangga tangga yang dipanjat serasa lebih tinggi daripada tadi waktu mereka tempuh menurun, Robert dengan sigap membantu Ryan menyusuri anak tangga demi anak tangga hingga Ryan tak merasa kesulitan.
"awas pelan pelan aja ry, nanti kamu jatuh! " kata Robert memperingatkan.
Teman-teman yang lain berada jauh di depan mereka.
"nanti kita ketinggalan.. " Jawab Ryan.
"tak apa, nanti juga mereka menunggu dipintu keluar. " kata Robert lagi.
"aduh... sakit" jerit Ryan ketika kakinya terantuk batu.
dengan sigap Robert menangkap tubuh Ryan yang hendak jatuh.
"tuh kan apa kata aku tadi.. ayo duduk dulu tuh di situ ada bangku" kata Robert sambil memapah Ryan ke bangku tak jauh dari situ.
"nih minum dulu, sambil aku periksa kakimu" kata Robert sambil menyodorkan sebotol air mineral.
dengan telaten Robert memeriksa laki Ryan dan bernafas lega karena tidak ada luka disitu.
suasana sepi karena teman yang lain sudah tidak kelihatan, Robert memandang Ryan dengan getar berbeda.
__ADS_1
kemudian tangannya merengkuh bahu Ryan dan mengelus nya.
"jangan gini ah, nanti dilihat orang.. malu" kata Ryan canggung.
"bentar aja Ry, aku dari semalam greget pengen deketin kamu.... tapi susah" kata Robert jujur.
tangan Robert memegang kedua pipi Ryan dan memandang nya sejenak sebelum akhirnya dikecup nya bibir merah Ryan, dengan perlahan dan penuh perasaan, Ryan tak bisa menolak, diapun mengikuti ritme nya dan menikmati setiap hisapan lembut dari bibir Robert.
setelah akhirnya Robert melepaskan tangannya dari pipi Ryan, nafas kedua nya agak memburu.
"ayo kita jalan lagi.. nanti ketinggalan jauh ah " kata Ryan sambil bangkit dari duduk nya.
dengan berpegangan tangan mereka meneruskan perjalanan yang sudah hampir tiga perempatnya.
dipintu keluar tampak teman yang lain sudah menunggu.
"nggak ngapa ngapain kok... ini tadi Ryan hampir jatuh kakinya sakit... jadi kita istirahat dulu" jawab Robert santai.
di sekitar pintu keluar banyak tenda penjual makanan, karena waktu sudah hamir pukul dua siang lewat dari jam makan siang, maka mereka masuk ke salah satu tenda itu untuk makan siang.
ada beberapa jenis makanan disini, ada mie bakso, baso tahu, lotek pake lontong, dan penjual minuman hangat tradisional, yaitu bandrek dan bajigur.
setelah semua makanan pesanan masing masing datang, mereka makan bersama di satu meja dan duduk mengelilingi nya menikmati makanan yang terasa nikmat nya berlipat-lipat sehabis lelah berenang dan menaiki tangga.
__ADS_1
Robert menghabiskan sepiring baso tahu dan masih merasa lapar, dia melihat Ryan yang sedang menikmati semangkuk mie bakso dengan kuah yang kental oleh bumbu kesukaannya, manis asem dan pedas level dewa dengan sambel tiga sendok penuh.
"bang bakso satu ya... jangan pake mie.. " katanya setengah berteriak ke abang penjual bakso.
"siap boss... ditunggu ya" jawab abang itu yang sedang melayani pembeli yang lain.
Titin yang baru habis memakan sepiring lotek pake lontong yang kelihatan pedas juga melotot pada Robert dan berkata.
"dasar rakus... cepet banget makannya" katanya.
Robert melihat ke arah Titin dan memperhatikan apa yang sedang dimakan olehnya.
"biarin kan aku habis capek, harus menggantikan kalori yang terbakar tadi" kata Robert pada Titin.
"kamu makan apasih, kayaknya enak... "
"ini lotek... isinya sayuran dengan bumbu kacang ditambah dengan lontong... coba deh. enak kok"
Titin menggeserkan piring isi lotek ke hadapan Robert,
"enak juga ya... bumbunya pedas dan gurih... buat aku aja yaa" kata Robert sambil terus memakan lotek tanpa berniat mengembalikan nya pada Titin.
***
__ADS_1
moga suka yaa😍😍
jadi laper.....