
pukul tiga, bel pulang berbunyi, sebelum pulang Ryan membereskan tempat kerja nya, mematikan mesin dan menutupi nya, dan pulang bareng santi, yang heboh menanyai Ryan, dan menyemangati agar Ryan terus bertahan di pabrik baru ini biar bisa menerus kan sekolah bareng dirinya.
"gimana rumah, kamu senang kerja disini? " tanya santi sambil berjalan disisi Ryan.
"ya, kayak nya aku bakal betah kerja disini deh, orang nya ramah ramah, bahkan ketua line nya pun sabar banget" Jawab Ryan antusias, sambil matanya terus melihat lihat lingkungan sekitar pabrik dan tak berhenti terpesona, karena baru kali ini dia berada di lingkungan sebesar itu.
"nanti aku ajak kamu keliling deh biar puas, kamu heran ya melihat pabrik sebesar ini? " kata santi menebak pikiran Ryan.
"wah, boleh tuh... kapan ? " tanya Ryan semangat.
"mau sekarang juga boleh, kamu gak ada acara lagi kan? " tanya santi.
"iya ayo kalau begitu... " Jawab Ryan penuh harap.
__ADS_1
"ayo, sebentar ya, aku ijin dulu sama pak satpam " jawab santi sambil menarik tangan Ryan ke ruang satpam.
setelah mengisi buku, mereka di beri kartu tamu dan diijinkan membawa sepeda, khusus untuk area pabrik.
"waktu kalian cuma satu jam ya, setelah itu kalian harus kembali kesini untuk melapor lagi" kata pak satpam yang berkumis dan berperut gendut itu ramah.
"terimakasih pak" kata santi dan Ryan berbarengan.
"nah santi, kamu yang jadi guide nya ya... ini daftar wajib tempat yang harus kalian lihat, sekalian kamu daftar ke koprasi perusahaan ya. " kata pak satpam lagi sambil memberikan selembar denah pabrik itu dan lokasi yang harus di kunjungi, diantaranya adalah koprasi, masjid, klinik kesehatan dan juga kantin, selain tempat kerja tentunya.
maka jadilah hari itu hari tour buat Ryan, dia senang sekali diajak berkeliling, mulai dari tempat kerja dari ruang pola ,ruang sample dimana para penjahit ahli saja disitu terus lanjut ke tempat pemotongan kain, disana Ryan dibuat terkagum-kagum melihat cara memotong lembaran kain.
mulanya kain kain ditumpuk berlapis lapis hingga ketebalan yang diinginkan tergantung dari surat perintah kerja atau spk, berapa banyak lapis yang harus di tumpuk, lalu di beri lembaran kertas yang sudah di print dengan pola yang diinginkan terus dipotong dengan mesin potong yang di operasikan oleh para lelaki.
__ADS_1
selanjutnya potongan potongan kain itu di bawa ke ruang gudang jadi yang nantinya di pisah pisahkan sesuai dengan spk untuk selanjutnya di bawa ke ruang produksi tempat Ryan bekerja.
lalu ada juga gudang kain, gudang benang, dan ruang montir, tempat segala keperluan menjahit dan spare partai mesin ada di situ, bila karyawan belum punya alat seperti gunting, ponsel, kuas untuk membersihkan mesin ataupun obeng untuk memasang jarum, karyawan bisa memperolehnya di situ dengan persetujuan ketua line ataupun montir yang sedang memperbaiki mesin dan membutuhkan spare part.
Ryan terkagum-kagum melihat semua itu, setelah dari situ mereka juga melihat area finishing, tempat pakaian jadi dari ruang produksi di packing, ada meja dan alat steam yang mengeluarkan suara berdengung dengan angin kencang yang keluar dari bawahnya, bila kita menyimpan baju di meja itu otomatis akan tersedot dan menempel di meja hingga akan mudah untuk di setrika, memakai setrika uap.
setelah dari situ, pakaian pakaian yang sudah terlipat rapi di beri kemasan plastik dan di masukan ke dalam dus dus besar lalu di tumpuk di gudang barang jadi untuk nantinya di masukan ke peti kemas dan di bawa oleh truk besar.
***
just stay safe guys, pelonggaran PBB bukan berarti virus telah hilang, rekor tertinggi yang positif ,sehari telah mencapai 1200 lebih orang, maka dari itu, tetap waspada! ! ! !
jaga kesehatan
__ADS_1
jangan keluar bila tidak penting
moga kita sehat dan terhindar dari si Corona