Masa Kelam Menuju Hidayah

Masa Kelam Menuju Hidayah
pilihan


__ADS_3

tak terasa hari ini hari sabtu hari gajian...


Ryan sangat bersemangat berangkat bekerja tak sabar rasanya memberikan uang gajinya kepada mama... ya, walaupun tak seberapa tapi uang itu akan sangat membantu ekonomi keluarga karena papanya sedang tidak bekerja.. maklum sedang sepi orang yang membangun rumah, jadi sudah seminggu ini beliau menganggur.


"pagi sayang.. kamu sudah rapi.. udah mau berangkat ya? " tanya mama Maria.


"iya ma, hari ini Ryan kerja setengah hari.. jadi ga usah bawa bekal" kata Ryan.


"ya udah... kamu udah sarapan? " tanya mama lagi.


"udah ma, Ryan berangkat ya" kata Ryan sambil mencium punggung tangan mama Maria.


"ya sayang hati hati yaa" kata mama melepas Ryan.


mama mengantar Ryan sampai depan rumah dan memandangi nya sampai hilang di tikungan, lalu beliau masuk lagi ke dalam rumah.


"tok tok tok" terdengar suara orang mengetuk pintu, mama Maria segera membukakan pintu.


"asalamualaikum bude... , Ryan ada? " tanya santi keponakan mama Maria.


"eeh ada santi.. mari masuk, sayang Ryan nya baru aja berangkat" kata mama Maria.


santi mencium punggung tangan mama Maria dengan takzim memang dia anak yang sopan.


santi adalah salah satu sepupu Ryan, sejak kecil mereka bersahabat, tapi sejak Ryan bekerja mereka jarang bertemu.


mama Maria membuat kan minuman buat santi dan duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"gini bude... santi mau ngajakin Ryan kerja di pabrik baju di PT sandang jaya... gajinya lumayan bude, udah masuk UMR" jelas santi .


"oh yaa, syarat nya apa aja.. Ryan kan cuma lulusan SMP" kata mama Maria.


"iya bude minimal ijazah nya SMP" jelas santi lagi.


"iya deh nanti bude bilangin ya sama Ryan" jawab mama Maria.


"kalo Ryan mau nanti senin bareng sama saya, siapin syarat syarat nya " kata santi.


"apa aja syarat nya san? " tanya mama Maria tertarik.


"ijazah, kk,ktp sama surat lamaran "kelas santi lagi.


" waah Ryan kan belum punya KTP"mama Maria berkata lagi merasa sayang.


"iya ya moga aja Ryan bisa masuk, kan kalo gajinya gede dia bisa daftar persamaan sma" kata mama Maria berharap.


"betul bude nanti kalo Ryan masuk persamaan aku juga mau ikut ah" kata santi seolah diingatkan.


"bagus itu.. mumpung masih muda jadi pikiran nya masih jernih... siapa tahu bisa lanjut kuliah dan nanti nya punya pekerjaan yang bagus" kata mama Maria menasehati.


"memang hari ini kamu tidak bekerja? " tanya mama Maria.


"hari ini libur bude jadi kerjanya lima hari saja senin sampai jumat" terang santi.


mama Maria semakin tertarik saja dia bertekad untuk merayu Ryan agar mau melamar di PT sandang jaya.

__ADS_1


***


Ryan sedang bekerja di ruang mesin membantu tandi.


"ry,nanti sore aku akan pulang ke Banjaran ya udah sebulan aku nggak pulang kasian mamaku belum aku kirimin uang" kata tandi sambil memandang Ryan dengan tatapan menyesal sebab tidak bisa apel di malam minggu.


"ya udah, kamu jangan banyak pikiran.. pulang aja"


sahut Ryan sambil tersenyum manis.


"tapi nanti malam kamu bakal kesepian dong... yang lain pada diapelin"tandi berkata lagi masih menyesal karena dia tak ingin melewatkan malam minggu nya bersama Ryan.


" sudahlah.. tiap hari kitakan ketemu "kata Ryan lagi.


" beneran nih kamu nggak marah kan? "tanya tandi masih ragu.


" iya nanti sore aku di ajak teman-teman yang lain pergi ke rumah nenek nya Ega di Cihampelas.. mereka juga nggak diapelin tadinya aku mau ajak kamu tapi kamunya mau pulang"kata Ryan menenangkan tandi.


"ooh gitu jadi kamu nggak akan kesepian ya" kata tandi.


"iya jangan hawatir" jawab Ryan yakin.


"kalo gitu aku minta bekal yaa" kata tandi sambil mendekati Ryan.


"haah bekal apaan? " jawab Ryan bingung.


"ini... " tunjuk tandi ke bibir Ryan yang merah dan sudah jadi candu baginya.

__ADS_1


sepuluh menit kemudian mereka menghentikan aktivitas yang panas itu dengan nafas yang tidak beraturan.


__ADS_2