Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Kepergok


__ADS_3

Happy Reading❤❤


"CEO menempatkanmu sebagai pengelola proyek ini dan kau akan bekerja dengan Versace?"


Hanny merasa sedikit iri dan cemburu saat Vyvy berbagi apa yang terjadi di dalam ruang konferensi. Sejujurnya Hanny juga merasa senang untuk temannya.


Vyvy merasa gugup karena dia mendengar bahwa Oderron Corp dan Versace selalu menjadi mitra untuk berapa tahun. Kelompok Versace membahas 40% dari keseluruhan investasi Oderron Corp. Seri pakaian musim dingin ini adalah proyek kerjasama Oderron Corp dengan Versace. Vyvy Shen tidak tahu mengapa Thomas menanggung jawabkan pekerjaan sepenting ini kepada Vyvy daripada memberikannya kepada Manajer Departemen di Oderron Corp.


.


.


.


Di sebuah ruangan kantor yang cukup luas, seorang pria jangkung duduk di sofa. Kaki panjangnya disilangkan, sementara dia tidak mengenakan kemejanya, mengungkapkan dada kokoh yang kuat. Nn. Amelia duduk di sampingnya dan berkata,


"Thomas !!!!"


"Ya..... "


suara laki-laki yang sedikit serak dan seksi membuat Amelia gemetaran


Amelia : "Thomas kau tahu bahwa aku belum melihatmu berhari-hari dan setelah kembali minggu lalu kau tidak datang untuk mencariku?"


Tangan yang menggeliat, perlahan-lahan memegang dada Thomas yang telanjang, membelainya perlahan dengan gerakan menggoda.


Di sisi lain..........


Vyvy masih berpikir keras saat itu dan semuanya terlalu cepat baginya untuk menjadi penanggung jawab proyek besar. Dia tahu itu adalah tugas yang sangat sulit, dia ingin berhenti dan membiarkan orang lain melakukannya. Dia takut tidak bisa melakukannya dengan baik dan menyebabkan kerugian untuk perusahaan. Dia menghela nafas sambil berpikir dan karena dia terlalu tidak sabar dia mendorong pintu ruangan Thomas tanpa mengetuknya.


Vyvy : "CEO tentang kerja sama dengan Versace........ "


Ketika ada suara secara tiba-tiba, dua orang yang duduk di sofa saling berhenti berciuman. Vyvy Shen melihat situasi yang canggung dan dia tampak malu sejenak. Untungnya hanya adegan berciuman saja yang dia lihat, jika lebih dari itu maka dia akan merasa bersalah mengganggu mereka.


Merasa malu serta menelan ludahnya sendiri, Vyvy Shen berkata,


"Maaf, kalian teruskan saja....."


Vyvy dengan cepat menutup pintu setelah mengucapkan kata-katanya. Vyvy Shen menyentuh dadanya karena gugup dan mengusap wajahnya dengan keras,


"Tuhan! Apa yang aku lakukan, kenapa aku lupa mengetuk? Aku bodoh sekali!" katanya dalam hati


Sementara di dalam ruangan Thomas, pria itu dengan cepat memperbaiki dirinya sendiri dan memakai pakaiannya.


Thomas : "Keluar!"


Amelia : "Thomas! Aku belum ......"


Thomas : "Aku bilang pergi!"


suaranya yang keras memberikan peringatan untuk yang terakhir kalinya


.


.


.


Sebelum dia duduk, Vyvy Shen tiba-tiba melihat Nn. Amelia yang tidak puas keluar dari ruangan Thomas dan berjalan dengan marah ke arahnya.


Amelia : "Vyvy Shen, kau pikir bahwa CEO memberi tugas sepenting itu berarti kau cukup baik? Huh...... kau pasti bermimpi..........😠😠"


suaranya penuh dengan nada kebencian


Amelia : "Kau tidaklah cantik, jadi jangan lupa siapa kau. Ingatlah untuk mengetuk pintu saat kau masuk ke ruangan CEO!"

__ADS_1


Vyvy : "Ya….. dan juga maafkan saya Nn. Amelia"


Amelia dengan marah segera meninggalkan Vyvy.


Hanny : "Vyvy apa yang telah terjadi? Apakah kau memergoki CEO melakukan *** dengan, Nn. Amelia? Dan kenapa jalang itu tampak sangat marah?"


Vyvy : "Tidak…… otakmu penuh dengan pola pikir kotor!”


Vyvy mengeluarkan lidahnya dan tersenyum kepada Hanny


Hanny : "Tapi yang kulihat dari ekspresimu, kau telah menyaksikan sesuatu di kantor CEO. Kau memeriksa dirimu di cermin dan tersipu malu. Apa kau menyembunyikan sesuatu? Hahaha........ 😅”


Hanny menggodanya.


Vyvy : "Berhenti bercanda!"


Vyvy Shen berusaha menghentikan ucapan Hanny, dia tahu bahwa dia secara tidak langsung menyinggung CEO. Dalam hati, Vyvy bertanya-tanya apakah dia akan dipecat? Dia telah menunggu CEO Thomas keluar dari kantornya dan menyuruhnya untuk mengemasi barang-barangnya dari perusahaan, namun nyatanya itu tidak terjadi. Mungkinkah Thomas begitu marah namun masih ingin dia tetap bekerja disini? Dia berkata dalam pikirannya.


Setelah bekerja, pintu kantor CEO masih tertutup, Vyvy Shen masih duduk di posisinya, semua orang telah meninggalkannya.


Nn. Amelia dengan kejam menatap Vyvy Shen beberapa kali dan kembali melangkah menuju lift. Vyvy Shen masih yakin bahwa dia akan segera ditendang setelah bosnya melihat wajahnya.


Telepon tiba-tiba berdering, Vyvy Shen begitu takut sehingga dia hampir melompat ke belakang.


Thomas : "Sekretaris Shen, bawakan aku secangkir kopi"


Vyvy mendengar suara Thomas dari tempat lain.


Thomas Oderron mengganti pakaiannya di ruang ganti di kantornya. Melihat langsung ke cermin dengan wajah yang menyeringai dengan senyuman yang tidak berlaku lagi. Kemudian kembali ke meja kantornya dan mulai bekerja lagi sambil menunggu kopinya.


Vyvy : "Pak, kopi Anda!”


Vyvy datang dengan perasaan tidak enak sambil membawa secangkir kopi di tanggannya. Tubuhnya bahkan sudah gemetaran karena takut dia akan dipecat.


Thomas : "Bantu aku menemukan materi untuk pertemuan besok!" Thomas menunjuk ke tumpukan dokumen di depannya tanpa melihat kearahnya.


Vyvy dengan cepat meletakkan baki di atas meja samping, tapi secara tidak sengaja dia malah menumpahkannya.


Vyvy : "Aduh maaf…. Maaf pak! Oh tidak…..”


Vyvy dalam masalah sekarang. Dengan cepat dia menyelamatkan kopi, namun kopi panas tersebut malah tumpah di tangannya dan membakar kulitnya. Vyvy Shen tidak punya waktu untuk memperhatikan rasa sakit di tangannya dan mengambil tissu untuk membersihkan tumpahan kopi.


Vyyv : "Maaf pak saya tidak melakukannya dengan sengaja"


Vyvy segera membersihkan tumpahan kopi tersebut dan untungnya kopi itu tidak tumpah langsung ke sekitar CEO, jika itu terjadi dia pasti akan tamat. CEO seperti berlian, seokor kucing rakyat tidak lebih mahal daripada biaya berlian.


Thomas meletakkan penanya, menatap sikap Vyvy yang tampak bingung, lalu menatap tangan Vyvy yang terluka.


Thomas : "Apakah tanganmu terluka?"


Tanpa menunggu jawaban dari Vyvy, Thomas menariknya ke kamar mandi di belakang ruang ganti dan menyalakan keran untuk mencuci tangan dengan air dingin untuk meringankan rasa sakitnya. Thomas tahu bahwa tangan Vyvy terbakar. Vyvy Shen mencoba menarik tangannya kembali tetapi Thomas dengan cepat mengenggamnya dan berhati-hati mencucinya.


.


.


.


Vyvy : "CEO, saya minta maaf, saya akan membuatkan Anda kopi baru"


Thomas : "Baiklah!"


Vyvy langsung pergi dari ruangan CEO dan membuang napas dalam-dalam.


Saat Vyvy kembali, dia dengan hati-hati meletakkan cangkir kopi.

__ADS_1


Vyvy : "Pak, ini kopinya.... dan juga ini file yang anda inginkan"


Vyvy menyerahkan file yang diminta Thomas.


Thomas tiba-tiba merasa kasihan untuknya.


Thomas : "Nn. Shen mengapa kau ingin menyerahkan proyek kerjasama Versace kepada orang lain. Aku tahu itu adalah alasanmu datang kemari tadi. Apa kau tidak bisa melakukannya?"


Thomas Oderron mengangkat alisnya, menatap mata Vyvy dengan intens.


Vyvy : "Saya hanyalah seorang karyawan yang baru dipekerjakan, saya berpikir bahwa saya tidak akan mampu menangani proyek sebesar itu."


Thomas : "Kau hanya perlu memberi tahuku, apakah kau bisa melakukannya atau tidak,"


Thomas : "Angkat kepalamu! Kau harus menatapku saat berbicara denganku?"


Vyvy : "Hah!"


Wajahnya memerah, dia mengangkat kepalanya dengan malu dan menatap mata Thomas yang yang memiliki mata hitam yang mempesona.


Thomas : "Kau bisa atau tidak?"


Dia bertanya serius.


Vyvy : "Saya bisa!"


Vyvy Shen mengambil napas dalam-dalam dan berkata dengan tegas.


Tidak peduli dengan apapun, Vyvy akan berusaha keras. Tidak ada ruang untuk kegagalan di dalam dunianya karena dia tidak membiarkan dirinya gagal. Pola pikir positif adalah sumber kekuatannya dan kepercayaan diri.


Thomas : "Yaa... itu jawaban yang sangat bagus"


Vyvy : "Terima kasih untuk motivasi dan dorongan Anda Pak.


Thomas : "Ayo kita makan malam bersama!"


Vyvy : " Apa?"


Vyvy yang tercengang, berpikir bahwa dia salah dengar.


Thomas : "Kemas barang-barangmu dan kita akan pergi makan malam bersama."


Vyvy : "Pak, saya minta maaf, saya ada keperluan lain yang harus saya lakukan! Saya pergi dulu"


Vyvy meninggalkan ruang CEO, dia akan menjemput anaknya. Vyvy sangat khawatir pada anaknya karena dia telat menjemputnya.


Sementara Thomas Oderron merasa kesal, ini pertama kalinya dia ditolak oleh seorang wanita. Melihat Vyvy pergi dengan cepat, Thomas juga mengikutinya. Vyvy Shen turun ke lobi utama perusahaan mereka dan langsung berjalan menuju stasiun bus terdekat. Tapi sayangnya, tidak ada bus yang lewat pada saat itu. Thomas sendiri ada di dalam mobilnya dan perlahan-lahan membuka kaca mobilnya.


Vyvy Shen masih sabar menunggu bus. Tiba-tiba saja dia merasa ada seseorang yang mengawasinya. Intuisinya yang aneh membuatnya cepat mencari dan melihat jalan, tetapi tidak ada orang di sekitar. Hanya beberapa mobil pribadi yang lewat, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Vyvy terkejut dan dengan cepat menjawab telepon.


Kau tidak usah terburu-buru untuk pulang, aku sudah menjemput Shendy


Vyvy : "Terima kasih, Sarah!"


Vyvy merasa sangat lega sekarang. Akan sangat menyakitkan saat dia memikirkan Shendy kecil menunggunya di luar sekolahan. Hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya, tetapi ketika dia memikirkan anak laki-lakinya yang kecil semua rasa sakitnya dan lelah yang ada di tubuh segera hilang. Vyvy melakukan segalanya untuk memberi anaknya kehidupan yang layak.


Hari ini..... tanpa Vyvy sadari dia melihat momen ketika CEO dan Nn. Amelia saling berciuman. Untungnya, CEO Thomas menganggap seolah-olah tidak ada yang terjadi dan dia tidak dipecat. Tampaknya CEO bukanlah orang yang suka menahan dendam.


gumamnya dalam hati


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤


__ADS_2