Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Penyelamat


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Tepat saat Vyvy mengira dia akan dilukai, seseorang menarik Vyvy dan memeluk Vyvy dengan erat.


Vyvy sangat kaget dan dia mendongkakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang memeluknya itu.


"Tuan CEO, kamu di sini." Vyvy menjatuhkan kepalanya di dada Thomas. Hatinya berdetak lebih cepat karena kegugupan yang mendera.


"Siapa pria sialan ini?" kata salah satu perampok saat melihat seseorang masuk ke lorong dan dia memeluk korbannya.


Bibir tipis sempurna Thomas ditekan bersamaan. Dia menyembunyikan Vyvy di belakang punggungnya.


"Brengsek, pria ini tampan tapi kupikir dia mengejar kematiannya!" pemimpin perampok segera melirik Vyvy Shen yang berpakaian biasa, dan dia juga menatap wajah tampan Thomas Oderron.


"Tuan CEO, mereka merampok teleponku!" Vyvy berkata sambil menggenggam baju Thomas Oderron.


Thomas memutar bola matanya dengan jengah. Di saat seperti ini, wanita ini masih ingat teleponnya?


Thomas kemudian menatap para perampok dengan tatapannya yang tajam. "Merampok wanita yang tidak bersalah? Sepertinya ... waktunya masih terlalu awal!"


"Hei ****, tidak peduli jam berapa kami ingin merampok, jadi keluarkan semua uangmu, Wanita itu terlihat miskin tetapi kau terlihat kaya! ****, kau datang pada waktu yang tepat. Cepat berikan semua barang mahalmu termasuk uangmu juga." para perampok memainkan belati di tangannya sambil melemparkan pandangan mengancam ke arah Thomas Oderron.


"Bersembunyilah di balik punggungku, aku akan mengurus orang-orang bodoh ini!" Thomas memutar tubuhnya dan menenangkan Vyvy Shen


"Lupakan saja, ayo lari!" kata Vyvy pada Thomas, namun Thomas tidak mengindahkan kata-kaya Vyvy.


"Thomas apa kau buta, mereka memiliki belati!" Vyvy Shen langsung memanggil bosnya dengan namanya karena dia takut pada saat itu, dan yang ada dipikirannya hanya tentang berlari. Empat orang jahat melawan satu, terlalu berbahaya untuk dihadapi seorang diri.


"Sepertinya kau sudah belajar memanggil namaku ya? Nanti, aku akan berurusan denganmu wanita, sekarang biarkan aku memberi mereka pelajaran. Orang bodoh ... kembalikan teleponnya sekarang!" Thomas berkata pada mereka dengan nada memerintah. "Kembalikan teleponnya, jangan biarkan aku mengulangi kata-kataku lagi, aku benci anjing gila dengan IQ rendah!"


"****, kau ingin bermain pahlawan dan mati di sini?"


Pemimpin perampok memberi aba-aba untuk menyerang Thomas dan anak buahnya saling memandang dan bergegas ke arah Thomas.


Thomas menghela nafas dan dengan cepat menyerang mereka sebelum mereka bisa menyentuhnya.


Suara pertempuran menelan gelapnya lorong tersebut. Sosok tangkas Thomas Oderron bergerak lebih cepat.


Sepuluh menit kemudian.

__ADS_1


Thomas melirik keempat pria itu dengan memar di wajah mereka. "Serahkan teleponnya!" Thomas berteriak.


Tidak ada yang berani bergerak, mereka tidak dapat berdiri dan tidak ada kekuatan untuk memberikan ponsel wanita itu secara langsung.


Thomas menatap wajah Vyvy yang masih dalam keadaan bingung. "Siapa yang mengambil teleponmu?"


Vyvy Shen masih dalam keadaan bingung, pikirannya masih melayang dalam pertarungan sebelumnya. Dia dengan jelas dapat melihat pergerakan Thomas yang lebih cepat dari para perampok dan mampu mengalahkan empat orang sekaligus.


Melihat Vyvy dalam kebingungan dan masih pada sikap diamnya, Thomas segera memeriksa masing-masing kantong para perampok.


Setelah Thomas menemukan telepon Vyvy, Thomas segera menarik tangan Vyvy dan segera membawanya pergi dari lorong itu.


Vyvy Shen akhirnya tersadar dari kebingungannya setelah dia dimasukkan ke dalam mobil Thomas.


Mata tajam Thomas melirik ke arah Vyvy Shen. "Apakah kau sudah gila? Kenapa kau berlari mengejar pencuri ponsel ini?" Thomas segera melemparkan telepon yang dipegangnya ke pangkuan Vyvy.


"Itu karena aku tidak punya cukup uang untuk membeli yang baru!" Vyvy mengatakannya dengan suara lirih.


"Jika kau melakukan hal yang seperti tadi, itu artinya kau menjemput kematianmu wanita!" kata Thomas dengan wajah geramnya


"Bagaimana jika aku tidak lewat di jalan ini? Apakah kau masih hidup saat ini? Kau benar-benar membuatku sakit kepala, apa kau tahu? Sekarang katakan padaku, karena aku menyelamatkan hidupmu, bagaimana kau akan membalas budi padaku?" kata Thomas lagi dengan memicingkan matanya


Vyvy dapat melihat bahwa Thomas benar-benar sangat misterius dan sangat aneh.


"Terima kasih!"


"Terima ..... terima kasih? Apakah hanya itu yang bisa kau katakan setelah aku terluka?" Thomas segera menggulung lengan bajunya dan memperlihatkan luka di pergelangan tangannya. Thomas sengaja membuat dirinya sendiri terluka. Tujuan utama Thomas melakukannya dan menunjukkan luka itu pada Vyvy sangatlah sederhana. Thomas ingin membuat Vyvy merasa bersalah.


"Oh ... kau terluka?" Vyvy Shen tampak sedih, dia tidak menyadari bahwa Thomas akan masuk ke dalam situasi seperti ini. Dia juga melihat pakaian lengan panjang Thomas robek.


"CEO Oderron, ayo kita pergi ke rumah sakit terdekat untuk merawat luka di tanganmu."


"Ayo kita pergi ke rumah sakit dan mengobati lukanya disana karena di rumah sakit akan lebih aman." Vyvy masih menyarankan Thomas untuk pergi ke rumah sakit.


"Tidak perlu, ini hanya cedera kecil, aku bisa mengobatinya sendiri saat aku pulang." Thomas berkata dan menurunkan lengan bajunya yang tadi sempat dia gulung ke atas.


"Tapi kamu terluka!" Vyvy bukan orang yang kejam dan dia merasa bersalah pada Thomas. Thomas terluka karena menyelamatkan Vyvy.


"CEO Oderron yang terhormat, Anda harus pergi ke rumah sakit, Please!" mata Vyvy terlihat hampir menangis

__ADS_1


"Vyvy Shen, kau benar-benar ingin balas budi padaku?" Thomas menatap Vyvy dengan pandangan yang licik. Sedari dulu dia sangat terpesona dengan penampilan polos Vyvy dan wajah kecilnya yang menjadi pucat seperti tak memiliki darah setelah menyaksikan pertarungan beberapa waktu yang lalu.


Vyvy mengerutkan keningnya tanpa sadar. "Tuan, kamu ingin aku melakukan apa agar aku bisa membalas budi atas kebaikanmu?" Vyvy bertanya pada Thomas.


"Jadilah wanitaku dan berhenti memanggilku Tuan CEO. Kau tadi memanggilku Thomas saat kita berada di lorong yang gelap itu!" Thomas mengatakan hal itu tanpa ragu-ragu dan menatap Vyvy dengan serius lalu mengangkat alisnya sambil menunggu jawaban wanita di sampingnya ini.


"Itu karena aku tadi benar-benar gugup." Vyvy Shen menggigit bibir bawahnya dan dia tidak marah karena Thomas tadi menyelamatkannya. Vyvy hanya merasa kesal dengan apa yang Thomas katakan dan dia tidak bisa percaya bahwa Thomas masih ingin dia menjadi wanitanya.


Vyvy dengan dingin berkata, "Tuan CEO, itu tidak mungkin! kamu seharusnya tidak bercanda tentang masalah ini."


"Apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda? Jangan menolakku terlebih dahulu Vy ... pikirkanlah bahwa aku serius mengatakannya. Aku tidak akan mengambil risiko seperti ini untuk menyelamatkanmu jika apa yang aku katakan padamu tidak serius."


Mata Thomas menatap wajah mungil Vyvy dengan tatapannya yang ambigu dan berbahaya. Dan tubuh Thomas ditutupi dengan aroma cologne yang mahal dan napasnya menjadi lebih berat.


Sementara di sisi lain, jantung Vyvy Shen berdetak dengan sangat liar.


"Tuan ..... ayo pergi ke rumah sakit sekarang!" mata Vyvy jatuh pada lengan Thomas yang terluka. Apa yang dikatakan Thomas benar, mempertaruhkan nyawanya adalah keputusan yang sulit.


Vyvy sekarang menyimpan teleponnya di tasnya. "Ayo kita pergi ke rumah sakit!"


"Oke, sesuai keinginanmu!" Thomas akhirnya menyerah dan kemudian dia tak mengucapkan sepatah kata pun.


Thomas sekarang tersenyum dan wajahnya yang tampan bersinar cerah. Dan diam-diam Vyvy mengagumi ketampanan Thomas.


"Kau akan menemaniku?" Thomas bertanya.


"Tentu saja" Vyvy Shen tahu bahwa dia berkewajiban untuk menemani Thomas. Vyvy tidak pernah menduga bahwa Thomas akan menyelamatkannya lagi.


*


*


*


*


*


Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima kasih juga buat yang udah mau like and coment. Dan juga mohon dukungannya yaa dengan kasih Vote berupa poin atau koin. Dukungan kalian sangat berarti buat author... 😊😊

__ADS_1


__ADS_2