
Happy Reading❤❤
Hari berikutnya.
Vyvy datang ke ruangan Thomas dengan sebuah kotak yang dibungkus dengan indah dan dia masuk ke dalam ruangan setelah dia mendengar bosnya mengizinkannya masuk.
Vyvy Shen meletakkan kotak di atas meja dan berbicara dengan nada yang sedikit gelisah.
"Tuan, inilah yang aku kompensasi untuk Anda! Kemarin salahku karena sangat ceroboh!"
Thomas Oderron menatapnya, tapi tidak mengatakan sepatah kata pun.
Vyvy Shen menggigit bibirnya dan melihat Thomas yang masih tetap sibuk dengan kediamannya. Lalu Vyvy berkata lagi,
"Aku tahu hal-hal terpenting Anda telah rusak dan aku merasa sangat bersalah. Aku juga tahu korek ini bukan yang asli yang Anda miliki tapi aku dengan tulus meminta maaf kepada Anda. aku sangat menyesal!"
Vyvy mengatakannya secara emosional sementara kepalanya tertunduk.
Thomas masih tetap diam, dan itu membuat Vyvy merasa sedikit takut dan yang pasti dia tidak akan bisa menghindar dari bahaya jika dia salah dalam berucap.
Vyvy Shen dengan hati-hati mencoba memandang Thomas dan menatap matanya.
Thomas Oderron juga tetap diam dan menatap Vyvy untuk waktu yang lama. Tatapan mata elangnya yang bisa membuat Vyvy meleleh di depannya.
Vyvy berpikir jika dia membeli korek api baru untuk Thomas, semua hal dapat dengan mudah terlupakan.
Melihatnya tetap diam, Vyvy kehilangan ketenangannya.
"CEO, aku salah. Aku benar-benar minta maaf, tolong maafkan aku!" suara Vyvy bergetar dan dia memohon padanya
"Keluar!" Thomas tiba-tiba berbicara.
Vyvy tiba-tiba mengangkat kepalanya, menatapnya, pandangannya bertemu pada sepasang mata yang dingin tetapi dengan beberapa emosi yang tidak dapat Vyvy rasakan.
Thomas langsung membekukan ekspresinya.
"Tinggalkan kotak ini di sini dan kau keluar! Mengerti?"
Selama Vyvy Shen mendengar penerimaan dari Thomas, hatinya segera terasa lebih baik dan dengan cepat menganggukkan kepalanya. "Terima kasih, Tuan! Aku akan pergi sekarang dan melanjutkan pekerjaanku segera!"
Thomas Oderron melihat kotak di atas meja, dia menyipitkan matanya yang dalam, mengangkat tangannya untuk mengambil kotak itu, kemudian dia menaruh kotak itu ke dalam laci dan mulai meninjau kembali dokumen yang telah dia periksa sebelum Vyvy datang.
__ADS_1
Thomas tidak bisa melupakan wanita naif ini. Kilasan kenangan lama malam itu terlintas di benaknya. Vyvy yang berusia tujuh belas tahun pada waktu itu dan memberi Thomas seorang anak laki-laki kecil nan mungil.
Thomas tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memaafkan Vyvy karena entah bagaimanapun dia tahu kalau dia terlalu kejam pada Vyvy. Thomas mengambil anak mereka tanpa sepengetahuan Vyvy lima tahun yang lalu. Dan lebih parahnya lagi Vyvy tidak tahu bahwa pria di balik topeng rubah malam itu adalah Thomas.
.
.
.
Setelah makan malam, Vyvy Shen sedang mencuci piring.
"Shendy, kau tidur sendiri lebih awal yaa ... !" Vyvy berkata pada putranya.
"Mommy, tolong jangan pergi kerja lagi. Shendy bisa menghidupi Mommy!" wajah bocah laki-lakinya terlihat khawatir karena ibunya akan pulang terlambat jika bekerja lagi.
"Mommy pulang kerja larut malam dan ketika sampai di rumah pasti terlihat sangat lelah. Dan lagi ... bagaimana jika mommy digoda oleh seseorang yang cabul?"
"Anak nakal, bagaimana bisa mom mengembalikan uang kepada Bibi Sarah tanpa bekerja."
"Tapi ..." Shendy tetap merasa khawatir pada ibunya
Vyvy Shen memang melakukan pekerjaan sampingan di malam hari untuk mendapatkan uang lebih banyak.
.
.
.
Di sebuah Kota tanpa tidur, di sudut jalan yang ramai, di bawah penerangan lampu jalan raya, seorang wanita kurus dengan rambut dikucir satu seperti ekor kuda dan tak lupa mengenakan topi hitam, wanita itu sedang menjual barang privasi milik pria.
"Alat pelindung ... alat pelindung ... apapun yang anda butuhkan ada disini."
Beberapa pejalan kaki memandangnya. Sebenarnya dia tidak hanya sendirian menjual barang-barang semacam itu, tetapi beberapa vendor lain juga menawarkan produk yang sama. Ada juga tanda kardus pada kotak, yang tertulis: "K*ndom nakal dan modis."
Wanita yang menjual barang-barang itu adalah Vyvy. Dia berteriak dengan tanpa malu, "Alat pelindung, k*ndom halus untuk keselamatan dan kesehatanmu, silakan lihat!"
Perlahan-lahan, ada lebih banyak orang yang datang, kebanyakan dari mereka adalah pria dan pasangannya. Melihat barang-barang di dalam kotak kardus, ada seorang anak perempuan yang tampak begitu aneh saat melihatnya.
Mereka tidak percaya bahwa seseorang seperti Vyvy akan menjual barang-barang semacam itu.
__ADS_1
Penampilan polos dan wajahnya yang cantik tidak sesuai dengan pekerjaan tambahan yang dia lakukan. Tapi Vyvy tidak punya cara lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan cepat, dia harus membayar Sarah sebanyak mungkin. Vyvy tahu bahwa sahabatnya juga mendukung keluarga kecil Vyvy yang tinggal di daerah tersebut.
Sarah telah membantu Vyvy sejak lama dan baru-baru ini Vyvy membuat masalah lagi dengan merusak korek mahal milik Thomas.
Vyvy telah meminjam uang dari Sarah untuk membeli korek yang baru. Jadi Vyvy perlu menemukan cara cepat untuk mendapatkan banyak uang. Dia browsing di internet untuk beberapa hal yang mungkin bisa dijual pada malam hari. Dan di sana Vyvy bertemu dengan sebuah situs web yang menawarkan penghasilan tambahan semacam itu.
Pada awalnya, Vyvy merasa ragu-ragu tetapi ketika dia melihat penghasilan besar dari pekerjaan paruh waktu itu dia menutup semua keraguan dalam pikirannya. Tidak ada yang akan tahu siapa dia sebenarnya. Dia hanya perlu menjual barang-barang itu dan mendapatkan komisinya.
"Datang dan lihatlah! Ada banyak pilihan di sini!" Vyvy Shen menjelaskan.
"Beri aku sebungkus k*ndom ini, apakah ini aman?" seseorang bertanya.
Wajah Vyvy Shen memerah, dia menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya dengan topinya.
"Ini tidak mudah rusak dan aman untuk digunakan, lihatlah ... ini memiliki label asli dan produsen pembuatnya menjamin kualitasnya!" Vyvy mengatakannya dengan suara menjijikkan.
"Sudahkah kau mencoba menggunakan produkmu sendiri?" laki-laki lain bertanya.
Mata Vyvy Shen bersinar seperti rubah licik.
"Hei kawan, aku menganggap diriku sebagai wanita tua, bagaimana mungkin aku tidak pernah menggunakannya sebelumnya. Jangan khawatir, ini sangat aman dan menyenangkan untuk digunakan." Vyvy berusaha keras untuk meyakinkan mereka bahkan dia harus menjelek-jelekkan dirinya sendiri.
Vyvy harus berpikiran terbuka. Dia berpikir tentang komisi yang didapatnya setelah menjual semuanya.
"Bagaimana aku bisa menjual barang-barang ini jika aku pernah belum mencobanya, benar-kan? Jika kalian tidak ingin membeli silakan pergi sekarang, aku tidak ingin ada barang-barangku yang rusak nantinya." Vyvy berkata
"Hahaha ... 😆😆 kami hanya bercanda di sini, tentu saja kami akan membeli, kami hanya menguji kemampuanmu."
Vyvy Shen sibuk mengumpulkan pembayaran dan memberi uang kembalian kepada pelanggan. Setelah beberapa saat, lebih dari setengah barang di dalam kotak terjual habis.
Tiba-tiba muncul perasaan tak nyaman, dan orang-orang di sekitar Vyyv memalingkan kepala mereka dalam sekejap, memandang ke arah belakang mereka.
"Wow! Pria tampan! Sangat tampan!" beberapa gadis menunjukkan kegembiraan di wajah mereka.
Vyvy Shen tiba-tiba merasakan sensasi yang kuat di depan. Dia menatap sosok pria berbadan kekar di hadapannya. Vyvy begitu terpana ketika melihat orang yang baru saja datang itu.
Kerumunan orang-orang yang tadinya bising sekarang mendadak menjadi sunyi dan tidak ada yang berani berbicara. Ini memang situasi yang canggung. Meskipun Vyvy menyembunyikan wajahnya menggunakan topi hitam, dia tidak bisa berhenti merasa jijik.
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤