Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Pembukaan Restoran


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Vyvy Shen berbalik dan melihat Thomas Oderron berdiri di pintu masuk utama gedung. Tiba-tiba Vyvy merasa sangat cemas saat dia melihat Thomas berjalan ke arahnya.


Vyvy berjalan lebih cepat sambil membawa anaknya.


Vyvy Shen dengan cepat memasukkan anaknya ke dalam mobil dan di ikuti dengan dirinya.


"Sarah, kemudikan mobilmu dengan cepat!"


"Ada apa? Kau terlihat seperti baru saja melihat seorang hantu?" Sarah yang mendengar Vyvy mendesaknya dengan cepat bertanya dan mulai menjalankan mobil.


Di sisi lain, Thomas Oderron menyipitkan matanya yang dari tadi memancarkan sinar bahaya. Dia juga berpikir apakah Vyvy punya pacar? Apakah itu anak mereka?


.


.


.


"Mommy, apakah ada serigala besar?" Shendy melihat ke belakang mobil itu dengan keraguan, tapi mobil itu dengan cepat berbelok ke jalur lain.


"Saat ini ada banyak orang gila!" Vyvy Shen menjelaskan dan berkata, "Tapi sekarang jangan khawatir lagi karena orang itu sudah pergi. Oh ya Sarah, kemana kita akan pergi?"


"Kita akan pergi ke tempat saudaraku. Hari ini pembukaan restoran baratnya, dan undangannya gratis. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini dan kita harus pergi untuk makan. Anak laki-lakiku juga menunggu kita di sana. Dia tiba hari ini dari Inggris dengan ayahnya." Sarah berkata


"Kenapa aku berpikir bahwa kita seperti meminta makanan yaa ... 😅😅" Vyvy Shen mengatakannya dengan senyuman yang terpatri di wajahnya.


.


.


.


"Kakak, ini temanku Vyvy Shen, dan ini putranya. Kita datang ke sini ingin memberikan ucapan selamat dan mensupport usaha barumu."


Sarah mengatakannya ketika mereka keluar dari mobilnya. Dan dia mengandeng Shendy di tangannya.


Ketika dia melihat anak Vyvy, dia dengan senang hati memeluk dan menciumnya, memperkenalkan anak-anak satu sama lain kemudian membiarkan mereka bermain.

__ADS_1


Sementara Vyvy Shen menyerahkan karangan bunga kepada Xing Zhao Lin. "Kak Zhao, selamat atas pembukaan restoranmu hari ini!"


Ini bukan pertama kalinya Vyvy Shen bertemu Xing Zhao Lin, tapi dia memperhatikan hari ini Kak Zhao terlihat sangat berkarisma setelah memakai setelan jas.


"Vyvy, kau terlihat sangat cantik setelah bertahun-tahun kita tidak bertemu!"


Xing Zhao Lin kembali mengalihkan pandangannya dan melihat lagi pada anak yang bermain-main dengan putra Sarah. "Errr ... Putramu benar-benar sangat mirip denganmu!"


"Kakak! Aku lapar sekali, sajikan hidangan dulu!" Sarah mencoba menghentikan kata-kata saudara laki-lakinya


.


.


.


"Mulai hari ini dan seterusnya, kau adalah ..." Pernyataan Thomas Oderron yang sombong terus mengaung di telingan Vyvy, dan mampu membuat pikiran dan perasaannya bad mood dalam sekejap.


"Vyvy Shen, mengapa jantungmu berdetak kencang?"


"Gila! Benar-benar gila! Vyvy Shen, Kenapa kau berpikir tentang pria itu? Bukankah tadi kau menganggap dia gila?"


"Vy ... Vyvy ... hei ... " Sarah memandang Vyvy, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, dan untuk sesaat dia tidak bisa terbiasa dengan hal itu. "Apa kau baik-baik saja?"


Mendengar suara yang dikenalnya, Vyvy Shen tiba-tiba tersadar kembali dari lamunannya. Dan wajah yang sangat merah membuat orang lebih curiga. "Ya, aku baik-baik saja!"


"Sepertinya benar-benar terjadi sesuatu!" Sarah berbicara lirih dan hanya dirinya sendiri yang bisa mendengarnya


"Bibi Sarah, ada apa?" wajah kecil Shendy yang seperti apel mulia penuh dengan keingintahuan dan langsung melihat ibunya ketika dia kembali dari bermainnya.


"Tetap di sini Son, Mom akan pergi ke toilet dulu dan segera kembali." Vyvy Shen berdiri dan berlari ke toilet segera setelah dia menyelesaikan kata-katanya.


.


.


.


Beberapa menit yang lalu pengunjung Xing Zhao Lin tiba, termasuk Joomi, Stefani Sofia dan Thomas Oderron. Mereka adalah teman kuliah Zhao Lin beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


"Selamat atas pembukaanmu restoran barumu brother!" Joomi mulai berbicara dan bersiul ketika dia melihat Xing Zhao Lin dari kejauhan.


Thomas Oderron terus diam dengan sikap dinginnya, tetapi ketika dia melihat Xing Zhao Lin datang, dia membuka bibirnya, "Selamat teman ... kurasa bisnismu akan semakin maju kedepannya!"


"Terima kasih sobat, aku tidak pernah menyangka kalian semua akan datang!" Zhao Lin melihat Stefani Sofia datang dari belakang. Setelah dia mengakhiri kata-katanya pandangannya pun berubah.


"Aku tidak pernah berpikir kau akan ikut dengan mereka!" Zhao Lin sedikit malu saat dia berbicara dengan Stefani.


Sementara pandangan Thomas Oderron dan Joomi saling bertemu, ada kilauan sinar yang hanya mereka berdua saja yang mengerti.


"Kita naik duluan!" Joomi berjalan ke atas sambil berbicara.


Xing Zhao Lin dengan cepat berbalik dan memberi tahu karyawannya untuk membuat sajian untuk mereka.


Ketika Zhao Lin sampai di lantai atas sekilas pandangnya tertuju pada Thomas Oderron, dia tiba-tiba memikirkan tentang anak yang dibawa oleh saudara perempuannya, "Thom ... apakah putramu ikut?"


"Putraku, Rey? Tidak, dia bersama ayahku!" Thomas Oderron mengangkat alisnya, bertanya-tanya mengapa Zhao Lin mengajukan pertanyaan semacam itu.


"Aku melihat seorang anak yang mirip denganmu, terutama matanya. Aku benar-benar mengira dia adalah putramu! Jika seperti yang kau katakan, bahwa dia bersama ayahmu, berarti yang aku pikirkan keliru."


"Benarkah? Ada seorang anak yang mirip dengan Thomas? Kupikir mata Hanrey mungkin mirip dengan mata ibunya, kurasa!" Joomi berkata dan berpikir sejenak. "Thom ... siapa ibu Rey? Kapan kau berencana untuk memberitahu kami? Putramu sudah berusia lima tahun tetapi ibunya masih menjadi misteri!"


"Aku akan pergi ke Toilet!" Thomas secara tidak sengaja melirik Joomi dan pergi dengan cepat. Dia jelas menghindari topik dan mencoba untuk menyembunyikan hal pribadinya. Dia tahu bagaimana sikap Joomi, maka dari itu dia tidak bisa mengekspos ibu dari anaknya sekarang.


Xing Zhao Lin dan Stefani Sofia melirik Joomi. "Kenapa kau menyebutkan sesuatu yang tidak boleh disebutkan? Thomas jelas tidak ingin membicarakannya." kata Zhao Lin sementara Stefani sedang melayangkan tatapan membunuh pada Joomi.


"Oke, aku salah di sini. Kalian lanjutkan obrolannya saja! Aku akan pergi duluan untuk mengambil makanan!" kata Joomi yang tidak ambil pusing dengan perkataan Zhao Lin.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like and coment, sama beri vote juga yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2