
Happy Reading❤❤
"Thomas ... datanglah ke sini dan duduk!" Joomi melihat Thomas datang dan dengan cepat menyambutnya.
Tempat mereka diatur sedemikian rupa agar bisa duduk di samping meja Xing Zhao Lin dan Stefani Sofia.
Sementara Shendy yang sedang makan melihat paman yang pernah terakhir kali dia temui. Dia sangat semangat melihat paman pembeli dagangannya itu.
Flasback On
Suatu kali, saat Vyvy sudah tidur di malam hari, Shendy mengambil barang-barang jualan ibunya dan menjualnya ke jalanan di mana ibunya biasa menjual barang itu.
Saat itu Thomas sedang memeriksa apakah Vyvy menjual lagi beberapa kond*m dan barang-barang lainnya tetapi dia tidak melihat Vyvy. Sebaliknya, dia bertemu seorang bocah lelaki yang menjual barang-barang semacam itu. Karena kasihan, dia mengambil inisiatif untuk membeli barang-barang itu meskipun dia tidak akan menggunakannya. Jika di pikir-pikir, usia anak itu sama dengan usia putranya.
Flashback Off
Thomas Oderron berjalan menuju meja Joomi. Sambil sesekali dia melirik ke seluruh restoran untuk mencari sosok Vyvy Shen. Sayangnya, dia tidak menemukan Vyvy.
"Shendy ... cepat makan! Ibumu pergi karena dia harus kerja lembur dan hanya meninggalkan kita berdua." kata Sarah
Anak itu tidak memperhatikan ucapan bibinya, melainkan dia memanggil seseorang yang dia kenal. "Paman burung besar! Hei, lihat ke sini!" Shendy melompat turun dari kursi dan berlari menuju Thomas Oderron
Sosok kecil yang muncul tiba-tiba membuat beberapa dari mereka tertegun.
Joomi mengalihkan pandangannya ke anak itu dan melihatnya menghadang jalan Thomas.
__ADS_1
"Paman burung besar, kenapa kamu di sini?" Shendy segera tersenyum ketika dia menatap Thomas Oderron dari dekat.
Thomas Oderron menundukkan kepalanya untuk melihat sosok kecil itu. Dia melihat anak itu dengan tatapan penuh kelembutan. Thomas berpikir, dia adalah anak kecil yang menjual barang-barang dewasa yang aneh kepadanya. "Bagaimana denganmu? Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Paman burung besar????" Joomi menyemburkan kopi yang dia minum. "Apa yang kamu maksud dengan burung besar?"
Shendy berbalik ketika mendengar suara Joomi, seorang paman yang cantik menurutnya. "Paman yang cantik, burung besar itu seperti kotoran, kotoran besar dan panjang yang digunakan untuk buang air kecil! Kamu tidak tahu itu?? Huh ... kamu benar-benar id*ot!"
"Hahahaha ... apa yang kamu katakan?" tiba-tiba Joomi tertawa terbahak-bahak dan Joomi benar-benar menyemburkan kopinya lagi. "Maaf ... maaf ... aku tidak bersungguh-sungguh melakukannya!"
"Joomi ... !" Stefani Sofia hampir saja terkena semburan kopi oleh Joomi, tetapi wajahnya yang cantik diikuti dengan senyum paksa, sambil mengintip ke arah Thomas dan anak itu.
"Oh my god, anak ini sangat lucu sekali. Inilah situasi dimana anak laki-laki kecil berkata tanpa bisa berbohong." Stefani Sofia menatap anak itu dan tersenyum, lalu tiba-tiba dia merasa kesepian yang begitu mendalam.
Thomas Oderron menurunkan kepalanya lagi, melihat anak kecil itu dengan mata yang sedikit mennyernyit.
"Paman, apakah kamu sudah menggunakan semua kond*m yang kamu beli?" suara kekanak-kanakan itu berayun di sekitar mereka, begitu menonjol dan begitu merdu.
Mimik wajah Thomas telah berubah, "Anak ini benar-benar membuatku malu dengan kata-kata tak terduga yang dia ucapkan."
"Kond*m? Kond*m apa?" Joomi semakin tertarik dengan apa yang diucapkan anak itu.
"Shhh ..Stop bicaranya!" Thomas segera menutup mulut Shendy dengan telapak tanggannya. Namun Shendy melepaskan tangan Thomas dari mulutnya dan benar-benar menyawab pertanyaan paman cantik dengan suara keras dan lantang. "Paman cantik, kamu benar-benar sangat bod*h, kamu tidak pernah menggunakan kond*m sebelumnya? Biar aku jelaskan padamu yaa ... barang ini digunakan untuk mengejar seorang gadis! Aku mendengarnya dari teman sekelasku di sekolah. Jika pria dewasa tidak menggunakan kond*m maka adik laki-laki atau adik perempuan akan lahir!"
"Ya Tuhan ... dari mana kamu mendapatkan informasi semacam ini Shendy?" wajah Sarah berubah merah. "Maaf Tuan ... aku sangat menyesal karena tidak bisa mendidiknya dengan benar, jadi sekarang dia bisa berkata seperti seperti ini!"
__ADS_1
"Paman ... apa kamu ingat ... kamu membeli begitu banyak kond*m waktu itu untuk menghindar agar kamu tidak punya bayi dengan pacarmu?" kata Shendy lagi.
Thomas Oderron merasa canggung setelah mendengarnya. "Si kecil, hal ini tidak baik untuk didiskusikan di depan umum. Tapi kamu sudah berbicara dan itu merusak citra paman yang bersinar terang sekarang!" Thomas berbisik ke telinga Shendy
"Ohhh, Thom, benar! Dia adalah anak yang aku sebutkan sebelumnya padamu. Lihatlah, matanya mirip sekali denganmu!" Xing Zhao Lin berjalan ke arah mereka dan mengatakannya.
"Benar ... dia mirip denganmu, Thom! Benar-benar terlihat mirip!" diucapkan oleh Joomi ketika memperhatikan mata Shendy juga. Dia menyadari bahwa Thomas dan anak itu hampir sebagian dari penampilan fisiknya mirip satu sama lain.
"Tapi hidungnya ... mengapa hidung itu terlihat seperti milikku?" Joomi berkata dan bertanya dengan serius.
"Permisi!" Thomas tidak mau mendengarkan apapun lagi. Dia ingin berbicara dengan anak ini. Dia membawanya dengan cepat
"Hei! Kembalikan anak itu!" Sarah cemas.
"Sarah jangan khawatir, dia adalah teman baikku di kampus, dia bukan pedagang manusia!" Xing Zhao Lin menjelaskan.
Joomi dan Stefani Sofia tersenyum bersama sambil memandang mereka. Mereka melihat bagaimana Thomas dengan penuh semangat menunjukkan kebaikannya kepada anak itu. "Anak ini hampir membuat Thomas malu, tetapi Thomas masih menyukainya!" kata Joomi
"Jangan tersinggung dengan kata-kata anak kecil, Tuan!" kata Sarah.
"Yah ... betapa anak yang luar biasa yang memiliki wajah yang sama dengan Thomas dan hidungnya seperti milikku, hahaha ..." Joomi tertawa lagi.
*
*
__ADS_1
*
Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima Kasih juga buat yang udah mau like and coment, sama vote dari kalian.