Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Proposal Versace


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Di kejauhan, Thomas Oderron menatap wajah mungil Vyvy dalam kegelapan. Sambil menunggu, dia memutuskan untuk mengambil sebatang rokok, menyalakan satu dan mulai merokok dalam kegelapan ... Sekarang dia tidak bisa meninggalkan Vyvy, dia akan menunggu sampai Vyvy pulang ke rumah. Jadi dia memutuskan untuk mengikuti Vyvy tanpa sepengetahuan Vyvy sendiri.


.


.


.


Sesampainya di rumah


"Mommy, bisnis yang mom lakukan itu tidak baik!" Shendy dengan cemas berkata pada Ibunya saat melihat ibunya kembali dengan raut wajah yang kelelahan.


"Sayang, kenapa kamu belum tidur?" Vyvy melihat jam di dinding. Sudah jam 12 malam dan melihat ke arah komputer di ruang tamu yang masih menyala. "Sayang, kamu membuat game lagi?"


"Mom, aku ingin cepat menyelesaikan permainan gameku ini dan menjualnya dengan harga yang tinggi supaya mom tidak perlu bekerja di malam hari lagi!"


Shendy segera berjalan ke arah dispenser air dan menuangkan segelas air untuk ibunya.


Melihat anaknya yang begitu manis, hati Vyvy terasa hangat, puas namun juga sedih. "Shendy sayang ... Mom sudah dewasa, mom bisa menghidupi Shendy!"


"Tapi Shendy anak laki-laki, tugas laki-laki adalah menghidupi perempuan!"


"Kamu belum jadi lelaki, tapi bocah laki-laki!" sanggah Vyvy yang tidak terima jika anak laki-lakinya tumbuh begitu cepat.


"Suatu hari nanti aku akan menjadi laki-laki!" Shendy menepuk dadanya dan menggosok matanya. "Mom, kamu pasti lelah. Biarkan aku ..."


"Mom tidak merasa lelah selama mom punya Shendy ..." kata Vyvy yang mencoba menyela omongan anak laki-lakinya itu.


.


.

__ADS_1


.


Pada dini hari ketika pekerja kebersihan menyapu setumpuk puntung rokok di beberapa sudut gelap. Dialah Thomas yang mengkonsumsi banyak rokok tadi malam. Karena dia merasakan banyak tekanan saat menunggu Vyvy meninggalkan jalanan tempatnya berjualan itu.


Thomas Oderron tidak datang bekerja, tidak tahu apa alasannya?


Pagi-pagi sekali, suasananya membosankan, Vyvy Shen sedang memilah-milah dokumen mengenai proyek kerja sama dengan Versace yang hampir selesai dan hanya menunggu persetujuan akhir dari Thomas.


Telepon berdering dan Vyvy menggangkatnya


"Vyvy, ini aku Stefani, apakah kau sudah menunjukkan kepada Thomas tentang proyek kerja sama kami?"


"Belum! CEO Oderron tidak datang ke tempat kerja!"


"Tunjukkan padanya sesegera mungkin, apa pun yang perlu diubah akan kita bahas nanti!"


"Baik ... "


Setelah meletakkan telepon, Vyvy Shen menatap sekretaris Hanny yang sibuk bekerja.


"Kudengar CEO sedang bepergian untuk perjalanan bisnis, sekretaris Mei Raa mengatakan bahwa semuanya akan ditangani oleh Manajer Joomi!" kata Hanny pada Vyvy.


"Vyvy, aku kemarin juga mendengar CEO mengandeng pasangan wanitanya pada perayaan perusahaan, wanita itu bernama Hui Lan, apakah kau pernah mendengarnya?"


"Hui Lan?" Vyvy Shen secara intuisi berpikir bahwa itu adalah nama yang sedikit familiar baginya.


"Ya, dia seorang model aksesoris, dan yang kudengar lagi ternyata dia masih perawan ketika berhubungan dengan CEO ... CEO kita itu hanya suka wanita perawan, tapi ada desas-desus mengatakan bahwa Hui Lan hanya memalsukan keperawanannya melalui perawatan buatan, teknologi saat ini sudah maju!" kata Hanny pada Vyvy.


"Yah! Aku akan menemui Manajer Joomi untuk membahas masalah proposal ini!" Vyvy Shen tersenyum, tetapi dalam hatinya, dia bertanya-tanya bagaimana Hanny bisa tahu begitu banyak detail seperti ini, bahkan dalam hal-hal intim sekalipun.


.


.

__ADS_1


.


"Vyvy sayang, apa yang kau lakukan di sini?" Vyvy bertatap muka dengan Joomi sebelum mencapai pintu ruangan Joomi.


"Manajer Joomi, ini mengenai proposal kerja sama dengan Versace. CEO tidak ada di sini dan Nn. Stefani saat ini sedang sibuk, jadi silakan Anda persiksa proposal ini!" Vyvy Shen menjelaskan.


"Okay ... masuklah!" Joomi membuka pintu dengan lebar dan mempersilahkan Vyvy masuk.


Joomi dengan cepat memeriksa proposal yang Vyvy tangani. Meskipun Joomi memeriksanya dengan cepat, namun penampilannya terlihat sangat serius. Dia berbeda dari penampilannya yang sebelum-sebelumnya.


"Selesai ... aku sudah selesai memeriksanya!" Joomi mengangkat kepalanya.


"Vyvy, aku ingin bertanya padamu, berapa biaya untuk acara fashion show kali ini?"


"Aku tidak tahu! Aku belum memeriksanya!" Vyvy Shen menyernyit keheranan, dia bahkan tidak tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk acara ini.


"Proposalmu sangat bagus. Tempat yang dipilih untuk acara fashion show adalah Hongbo Xicheng Red Square Gallery di luar ruangan. Semua pemikiran ini sangat kreatif, tetapi kesalahan yang kau buat adalah tidak adanya biaya anggaran. Jika CEO mengetahuinya, dia pasti akan sangat berkomentar tentang hal ini ... " Joomi tertawa dan berkata. "Tapi karena aku pria yang baik dan rendah hati, aku tidak akan menuntutmu!"


Vyvy Shen berkeringat dingin. "Manajer Joo, akankah lima juta USD terlalu banyak?"


"Vyvy, kau tahu bahwa acara fashion show ini adalah dasar dari setiap perusahaan di industri yang ingin menonjolkan diri dari ribuan pertunjukan setiap tahunnya. Jadi menurutku lima juta USD tidak dianggap terlalu tinggi. Terutama, berapa banyak biayanya juga perlu bergantung pada keuntungan yang bisa kita dapatkan!" Joomi tidak menyangkal, tetapi dia hanya berusaha mengajukan pertanyaan yang sulit pada Vyvy, dan Vyvy Shen mengerti bahwa sikap ketegasan manajer Joomi di tujukan pada dirinya.


Vyvy akhirnya memiliki pemahaman baru tentang manajer Joomi.


"Aku akan menghitung anggaran yang masuk akal dan sesuai dengan biaya acara fashion show. Manajer Joomi, terima kasih sudah mengingatkanku!"


Hari ini, setidaknya, Vyvy bisa belajar dari kesalahannya dan memotivasi dirinya untuk tidak mengulang hal yang sama di kemudian hari.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤


__ADS_2