
Happy Reading❤❤
Ketika Thomas masuk ke dalam ruangannya, dia dengan kasar memukul mejanya. Dia sangat cemburu dan ingin menghukum Vyvy.
Ketika Vyvy memberi Thomas secangkir kopi, dia melihat Thomas duduk di kursinya menghadap ke arah jendela.
Thomas tampaknya sedang berpikir keras dan akhirnya dia mengatakan satu kata dengan acuh tak acuh. "Keluar!"
Kemudian Thomas tidak meninggalkan ruangannya bahkan saat jam istirahat makan siang akan segera datang. Vyvy Shen merasakan sedih dan semangatnya berkurang ketika dia tidak melihat Thomas keluar.
Waktu makan siang akan datang, Vyvy Shen memandang kursi Nn. Amelia yang terlihat kosong.
"Vyvy, ayo kita makan siang bersama. Ini sudah masuk waktu istirahat makan siang, ayo!" Sekretaris Hanny datang dan mengajak Vyvy makan bersama.
Di Restoran Perusahaan
Seluruh restoran tiba-tiba menjadi sunyi ketika Vyvy dan Hanny muncul. Kemudian setelah hening beberapa saat, restoran itu mulai berisik lagi.
"Sekretaris Shen, kemampuan kerjamu benar-benar kuat, memenangkan penghargaan dari CEO dan manajer Joomi ... " Asisten Keuangan Yi Huai berkata dengan cemburu.
Itu bukan pujian, itu sarkastik. Meskipun Vyvy Shen naif, dia masih bisa mengerti apa yang Yi Huai maksud.
"Hahaha ... ya Sekretaris Shen kemampuanmu benar-benar luar biasa!" seseorang mulai mengejek Vyvy lagi.
Vyvy Shen juga mengerti kata "Kemampuan" yang keluar dari mulut mereka, itu terdengar kasar.
"Vyvy, jangan pedulikan mereka, ayo pergi ke sana!" Hanny pergi membawa Vyvy ke sudut
"Aku dengar ... karena dia ... CEO dan manajer Joomi kita hampir berkelahi ..." telinga Vyvy dipenuhi dengan percakapan rekan-rekannya namun Vyvy tidak mengubrisnya dan dia makan dengan tenang.
"Vyvy, abaikan saja mereka. Mereka adalah cerminan orang-orang yang tidak penting!" Hanny khawatir pada Vyvy dan dia menatapnya.
"Aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku!" Vyvy Shen menggelengkan kepalanya dan melirik lengannya yang melepuh. Dia berpikir, pasti Manajer Joomi akan menemaninya meninggalkan perusahaan kemarin dan pergi ke rumah sakit tetapi Thomas Oderron malah menggantikan Joomi dan dia juga memecat Nn. Amelia setelah mereka kembali dari rumah sakit. Dan hal itu menyebabkan gosip di seluruh perusahaan dan semua orang memandang Vyvy dengan jijik.
"Vyvy, kau benar-benar tidak memiliki hubungan dengan CEO kita?" Hanny mulai bingung, mengerutkan kening dan menggelengkan kepalanya. "Kau dan CEO terlihat sangat aneh belakangan ini!"
"Apanya yang aneh?" Vyvy Shen bertanya. Sambil memikirkan apa yang dikatakan Thomas padanya. Kata-kata Thomas terlintas dalam benaknya, "Putus dengan pacarmu! Kau adalah wanitaku sekarang!"
"CEO kita terlihat sangat perhatian denganmu dan secara pribadi CEO mengantarmu ke rumah sakit. Itu hanya melepuh. Mudah untuk mengirim seseorang untuk mengantarmu ke rumah sakit dan mendapatkan obat. Dan CEO kita secara pribadi membawamu ke rumah sakit. Meskipun kau terluka di dalam lingkungan perusahaan, tapi reaksi CEO kita sepertinya sedikit berlebihan."
Vyvy Shen menghela nafas, "Kau benar-benar hebat dalam menganalisis Hanny, aku bahkan tidak bisa berkata-kata tetapi aku tidak mengerti reaksi CEO kita juga. Jika aku benar-benar tahu apa yang dia pikirkan, aku pasti akan membiarkanmu tahu tentang hal itu, okay?"
"Uhh ... benar-benar tidak terjadi ada apa-apa? CEO tidak mengatakan apa-apa padamu saat kalian bersama?"
"Kau ingin terjadi apa?" Vyvy bertanya pada Hanny.
__ADS_1
"Oh, tentu saja aku berharap ada sesuatu yang baik terjadi di antara kalian berdua. Karnamu, CEO kita mau bergaul dengan karyawannya. Jika kau memiliki hubungan dengan atasan kita, aku juga bisa mendapatkan keuntungan. Kau dapat membantuku mendapatkan posisi permanen di perusahaan ini. Juga mudah untuk meminta CEO agar mau meningkatkan gaji karyawannya." kata Hanny
Vyvy Shen memutar bola matanya, hidupnya selalu dalam nasib buruk, dia kehilangan ibu dan anaknya sendiri, kehilangan saudaranya dan juga kehormatannya saat dia masih muda. Dia telah kehilangan martabatnya sebagai manusia dengan penghakiman yang dia dapatkan dari orang-orang di sekitarnya.
Vyvy tidak hanya menanggung hutang hidup yang berat, dia juga memiliki martabat yang buruk, semuanya tampak konyol. Sekalipun hidup terdiri dari serangkaian kemustahilan karena ada begitu banyak kejadian tak terduga. Vyvy menerima takdirnya dengan ikhlas. Jadi ketika dia menghadapi komentar Hanny, dia hanya tersenyum.
Tiba-tiba restoran itu berisik lagi. "CEO dan manajer Joomi akan datang!"
"Oh ... Vyvy ... CEO akan datang!" kegembiraan Hanny membuat Vyvy Shen terdiam.
Kemudian, Vyvy melihat ke arah pintu restoran secara tidak sengaja. Dia melihat Thomas berjalan dengan santai. Pandangan mereka saling bertemu. Namun, beberapa detik kemudian Thomas mengalihkan pandangannya ketika tatapan Vyvy Shen belum beranjak darinya.
"Cantik! Bolehkah aku duduk di sini?" Manajer Joomi bertanya dan tersenyum ketika dia mendekati mereka dengan nampan makanan di tangannya. Vyvy Shen menunduk dan hanya mengangguk.
"Tentu saja ... CEO, Manajer Joomi, silakan duduk!" Hanny terkejut ketika melihat kedua atasannya meminta untuk duduk di meja mereka.
Vyvy Shen buru-buru memakan-makanannya dan berharap dia bisa menyelesaikannya lebih cepat.
Pandangan Thomas secara tidak sengaja jatuh pada wajah wanita yang duduk di hadapannya dan menundukkan kepala. Seketika bibir Thomas menyungingkan senyum yang menarik.
Beberapa manajer departemen di restoran melihat Thomas dan Joomi duduk di meja Vyvy Shen. Mereka sedikit terkejut dan saling memandang. Tampaknya rumor itu memang benar adanya karena ini adalah pertama kalinya Thomas datang untuk makan siang di restoran perusahaan dan bergabung dengan karyawannya.
"Vyvy, kenapa kau tidak memakannya?" pandangan Joomi mengacu pada makanan sisa yang dia sadari. Dia menemukan bahwa Vyvy tampaknya tidak nyaman dengan mereka.
"Aku sudah selesai!" Vyvy Shen tersenyum canggung. "CEO, Manajer Joomi, dan Hanny ... nikmati makanan kalian, Aku akan pergi bekerja dulu!" Vyvy segera berdiri dan langsung pergi
"Aku benar-benar kenyang!" Vyvy Shen merasa gelisah dan pergi tanpa melihat ke belakang.
Thomas tiba-tiba berdiri, "Aku kehilangan nafsu makan! Aku akan pergi juga!"
"Thomas ... kau bahkan belum menyentuh sumpitmu!" Joomi terkejut dengan kelakuan sahabatnya itu
Semua orang juga tampak terkejut melihat dua sosok yang keluar dari restoran.
"CEO keluar setelah Vyvy Shen pergi. Oh Tuhan! Mereka benar-benar menjalin hubungan!" ini adalah pemikiran semua orang saat melihat Thomas dan Vyvy pergi dari restoran.
.
.
.
Thomas berjalan beberapa langkah ke depan, mencoba mengejar Vyvy. Mereka berada di dekat pintu lift ketika Thomas berhasil mengejar jalannya Vyvy. Kemudian Thomas berhenti tepat di depan Vyvy, dan itu membuat beberapa orang yang lewat saling memandangi mereka dengan pikirannya masing-masing.
Thomas menundukkan kepalanya dan berbisik, "Sekretaris Shen, pergi ke ruanganku dan tunggu aku di sana!"
__ADS_1
Vyvy terkejut namun mengangguk dengan kaku pada saat itu juga.
Thomas sengaja melakukannya dengan berhenti tepat di depan Vyvy dan berbicara berbisik Vyvy ketika karyawan lain ada di sana pada saat itu.
"CEO benar-benar jahat" Vyvy diam-diam berkata dalam benaknya. Dia sangat frustrasi karena Thomas menempatkannya dalam situasi seperti ini, dan itu membuat semua orang berpikir bahwa mereka memiliki hubungan khusus.
Benarkah Thomas membuat orang lain salah paham? Bukankah dia mengatakan bahwa dia tidak akan mengganggu dan membiarkan Vyvy menjadi sekretaris yang memenuhi syarat di Oderron Corp, pagi ini? Bagaimana bisa seorang CEO seperti dia bertindak seperti orang yang suka memerintah yang tidak peduli tentang apa yang orang lain gosipkan tentang mereka? Vyvy merasa buruk dengan cara Thomas mengejarnya.
Mengabaikan semua orang yang penasaran, Vyvy mulai memasuki lift tanpa sepatah kata pun. Dia sedang dalam perjalanan menuju ke ruangan CEO.
Vyvy mengetuk pintu ruangan Thomas setelah dia kembali tetapi ketika dia masuk tidak ada orang di dalam ruangan. Dia tidak tahu di mana CEO, dia tadi melihat CEO menggunakan lift eksklusif sebelum mereka berpisah. Sebelumnya CEO tadi hanya meninggalkan pesan pada Vyvy untuk menunggunya di ruangan CEO. Namun sepertinya CEO sengaja melakukannya untuk mempermalukan Vyvy. Nyatanya Vyvy menunggu CEO beberapa jam tetapi dia tidak pernah muncul juga.
Benar saja, kata-kata Thomas di pintu lift memang sengaja diucapkan untuk menyesatkan Vyvy.
Vyvy pulang kerja dengan desas-desus setelah menyelesaikan pekerjaannya. Beberapa karyawan di lift memandang Vyvy dengan jijik. Tiba-tiba Vyvy merasa sangat lelah yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia tidak pernah mengganggu siapa pun, tetapi mengapa orang-orang memandangnya seolah-olah dia telah melakukan kesalahan besar dalam hidup?
.
.
.
Di luar perusahaan, Vyvy masih dalam mode lelah dan merasa tidak nyaman sambil berpikir kemana Thomas pergi? Dia berjalan lebih cepat dan naik bus dengan cemas. Dia menjemput Shendy di sekolah dan mereka pulang. Dia dengan cepat mandi sehingga dia bisa menenangkan pikirannya.
Setelah makan malam, Shendy sedang sibuk dan duduk di depan komputer, dia berkata, "Mom, aku sudah menghubungi paman yang aku sebutkan sebelumnya, tetapi dia tidak online. Aku tidak tahu apakah aku bisa menghubungi paman atau tidak?"
"Shendy, jangan terlalu serius, kamu masih anak-anak. Kebahagiaan harus menjadi prioritasmu!" Vyvy memandang putranya sambil mengatakannya. Dia sangat tersentuh bahwa Shendy memiliki semangat yang kuat saat melakukan sesuatu.
"Mommy, hari ini adalah hari istirahatmu, aku sarankan kamu pergi keluar dan berbelanja. Para wanita muda sekarang menikmati hidup mereka dengan melakukan kegiatan-kegiatan itu, tetapi aku tahu Mom selalu tinggal di rumah, jadi silakan coba jelajahi hal-hal lain di luar rumah kita"
"Oh!" Vyvy bersandar di pintu dan menatap anak kecil ini dengan gembira karena dia mendengar anaknya berbicara layaknya orang dewasa.
Meskipun Shendy di rumah sendirian sejak anak itu berusia empat tahun, Vyvy merasa bahwa dia berhutang sesuatu pada anaknya. "Mommy tidak mau keluar sayang?"
"Pergilah sekarang mom! Mom terlihat lelah hari ini, jadi cobalah untuk menghilangkan rasa penatmu!" Shendy berdiri dan mengambil tas ibunya lalu memberikannya sambil mendorong ibunya ke pintu. "Mommy tidak harus menjagaku setelah pulang kerja, aku bisa menjaga diriku sendiri!"
Vyvy merasa sangat sedih hari ini karena Thomas tidak kembali ke kantornya. Jadi dia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima Kasih juga buat yang udah mau like and coment, sama vote-nya.