
Happy Reading❤❤
"Manajer Joo, sekali lagi aku minta maaf, aku harus mempersiapkan rapat sore ini!" Vyvy Shen mengambil gelas sisa mie dan membuangnya ke tempat sampah. "Aku akan ke departemen administrasi untuk mencari beberapa dokumen, sampai jumpa."
Setelah Thomas mendengar perkataan Vyvy, tangannya bersidekap dada, menaikkan sudut mulutnya dan menatap punggung Vyvy. Bagus, Vyvy ternyata masih tahu bagaimana caranya untuk menolak, kalau tidak, Thomas tidak akan dengan mudah melepaskan Vyvy.
Berani melakukan perjalanan bisnis dengan pria lain kecuali jika Thomas sudah mati mungkin Vyvy bisa melakukannya.
Vyvy dapat merasakan mata Thomas menatap punggungnya setajam mata elang. Meskipun Thomas di belakangnya, Vyvy masih bisa merasakan tatapan Thomas yang dapat membuatnya syok berat.
"Thom … Apakah Vyvy baik-baik saja? Kenapa Vyvy melarikan diri seperti kucing liar?" melihat Vyvy yang terburu-buru pergi, Joomi mengatakan pengamatannya kepada Thomas.
"Kau harus melakukan perjalanan bisnis yang telah aku tetapkan untukmu!" Thomas menaikkan sudut mulutnya.
" .... " Joomi berbalik dan pergi ke ruangannya
...
...
...
...
...
Thomas mengocok gelas anggur merah di tangannya dan meminumnya sesekali. Dia bersandar di kursinya dan memilah-milah apa yang ada di pikirannya.
Thomas membenci pesona dan kemampuan ekonomi yang kuat. Sekarang, jangan bicara tentang pekerjaannya. Dia saat ini hanya memikirkan tentang martabatnya, dia perlu menemukan cara untuk membawa Vyvy kembali ke dalam hidupnya. Wanita sialan itu masih selamat hari ini karena dia menolak ajakan Joomi untuk melakukan perjalanan bisnis.
"Vyvy Shen" Thomas memanggil nama Vyvy di benaknya.
"Kau lebih baik menerima takdirmu. Hal-hal yang aku, Thomas Oderron ingin lakukan, tidak ada yang mustahil. Kau lebih baik tidak mencoba melarikan diri dariku karena anak kecil kita sedang menunggumu"
__ADS_1
Tatapan mata Thomas bersinar dengan suram dan nasib masa depan Vyvy Shen dipertaruhkan.
Thomas menginginkannya! Vyvy hanya milik Thomas seorang!
...
...
...
...
...
Vyvy Shen pergi ke departemen administrasi. Mata Vyvy melihat staf wanita yang sedang memilah-milah dokumen, kemudian dia berjalan ke arahnya dan menepuk bahu staf tersebut. "Tolong bantu aku mencari ..."
"Oh baiklah!" staf perempuan itu memotong perkataan seseorang yang berbicara padanya dan membalikkan badannya pada saat yang bersamaan.
Pada saat staf perempuan itu melihat bahwa yang meminta bantuan adalah Vyvy Shen, senyum di wajah staf perempuan itu dengan cepat memudar. Berganti dengan pandangan jijik dan langsung menunjukkan sikap kasarnya.
Vyvy Shen tertegun untuk sementara waktu, "CEO kita membutuhkan dokumen-dokumen pertemuan sore ini. Karena itu aku datang ke sini untuk mengambilnya."
"Kau mengancamku?" staf perempuan itu mendengus dan menyerahkan dokumen dengan kasar dan menatap Vyvy dengan tidak sabar. "Huh ... apa yang kau butuhkan lagi?"
Vyvy hanya mengabaikan perkataan staf perempuan itu tetapi ketika Vyvy Shen hendak meninggalkan staf perempuan itu, tiba-tiba staf itu menarik tangan Vyvy. Alhasil dokumen-dokumen yang dipegang Vyvy jatuh ke lantai.
"Kau terlalu ceroboh!" kata staf perempuan itu dengan suara lantang dan keras.
Vyvy Shen mengerutkan kening lalu berjongkok untuk memunguti dokumen yang jatuh tersebut dan meminta maaf dengan cepat walaupun Vyvy tahu itu bukan salahnya. "Maaf ... maaf ... aku dengan tulus meminta maaf atas kelalaianku."
Vyvy menjadi panik dan wajahnya memerah karena malu ketika beberapa karyawan lain melihat ke arahnya
"Thomas Oderron" Vyvy diam-diam mengutuk Thomas di dalam hatinya karena dia tahu bahwa alasan mengapa dia dihina seperti ini adalah karena Thomas.
__ADS_1
Vyvy tidak bisa tinggal di perusahaan ini lebih lama lagi jika semua orang terus memperlakukannya seperti ini.
Staf perempuan itu melirik Vyvy dan berkata dengan sarkasme, "Sekretaris Shen ... kau sekarang terkenal di perusahaan kami. Kau yang paling disukai oleh bos kami."
Vyvy Shen jelas merasakan aura permusuhan yang kuat tetapi dia hanya menundukkan kepalanya. "Aku akan pergi sekarang. Aku minta maaf atas gangguan yang kubuat."
Vyvy cepat-cepat pergi dengan kepala tertunduk dan berjalan kembali ke ruangan Thomas. Namum, tiba-tiba dia menabrak dada seseorang. Hidungnya sakit dan dokumen-dokumen di tangannya berserakan lagi di sepanjang jalan.
Dengan cepat Vyvy bergerak untuk mengumpulkan semua dokumen itu dan berkata, "Maaf ... maaf"
Sementara pria yang ditabrak Vyvy adalah Tn. Damian yang mengenakan setelan biru tua dengan kemeja putih bersih dan manset membuat Vyvy tertegun. Begitu dekat, Vyvy bisa mencium aroma cologne yang menyegarkan dari tubuh pria ini.
Pria ini baru saja kembali ke Oderron Crop dan belum melapor pada Thomas setelah kembali dari perjalanan bisnisnya. Dan sekarang dia terpesona oleh kecantikan wanita yang menabrak dadanya. Tn. Damian menundukkan kepalanya dan menatap gadis kecil itu dengan senyum di wajahnya. "Tidak perlu meminta maaf, itu bukan salahmu, aku akan membantu memilah dokumenmu."
"Tidak perlu tuan, aku bisa memilah semua dokumen ini sendiri." Vyvy Shen melanjutkan pergerakannya.
"Manajer Damian, Anda sudah di sini?" staf perempuan itu melihat Tn. Damian dan dengan cepat mengubah nada bicaranya menjadi manis. "Selamat datang kembali tuan, dan semoga harimu menyenangkan."
Vyvy Shen mengambil dokumen dan sepasang tangan besar masuk ke dalam pandangannya.
"Tidak, izinkan aku membantumu ..."
Tiba-tiba mata Vyvy Shen melebar dengan sempurna saat melihat wajah orang yang ada di depannya.
Orang ini, orang ini, dia adalah ...
*
*
*
*
__ADS_1
*
Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima kasih juga buat yang udah mau like and coment. Dan juga mohon dukungannya yaa dengan kasih Vote berupa poin atau koin. Dukungan kalian sangat berarti buat author... 😊😊