Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Salah Masuk Toilet


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Pada saat ini, Thomas Oderron seperti seekor singa yang telah memancarkan aura kecemburuan yang berbahaya saat dia membayangkan bagaimana Joomi memeluk Vyvy satu jam yang lalu di aula perjamuan.


"Kau harus mendapat konsekuensi karena telah melihat apa yang seharusnya tidak kau lihat!" suara Thomas rendah dan serak,


Mata jahatnya memancarkan aura iblis di dalamnya, dan napas panas dihembuskan pada leher Vyvy yang ramping, membawanya pada perasaan gelisah begitu Thomas mengendusnya.


"CEO, saya tidak bermaksud untuk .... saya ... " merasakan tubuhnya yang sedikit tegang, Vyvy mencoba menjelaskan, namun dia tampak bingung. Dia benar-benar dalam masalah!


Meskipun bencana ini agak sedikit membingungkan, bahkan tidak menyalahkan Vyvy, namun tetap saja Vyvy perlu memberi alasan yang tepat ....


"Apa kau ..... ?" suara Thomas sangat jelas. Mata iblisnya menatap mata Vyvy yang polos sambil membayangkan senyum Vyvy yang begitu murni tetapi penuh perasaan.


Vyvy Shen tampak cemas pada sebuah wajah sempurna yang dekat dengannya. Merasa panik di hatinya dan segera dia berkata, "Tuan, Anda buka pintunya dulu, baru kita bicara ... "


Thomas Oderron mematap bibir merah milik Vyvy, memandangi wajahnya dengan rias ringan, tampak natural, namun tetap cantik. Bibirnya yang lembab dan menawan tampak sangat menarik perhatian Pria di depannya. Thomas tiba-tiba membungkuk dan sekali lagi dengan kejam mencium bibirnya. Thomas merasa tidak cukup puas dan dia menginginkan lebih dari bibir milik Vyvy.


Bibir lembut dan begitu indah, Thomas tidak mungkin melepaskannya saat itu. Keduanya sama-sama gemetaran, Vyvy Shen perlahan-lahan membuka matanya.


Lidah Thomas yang kuat meluncur bebas dengan serangan yang tak tertahankan, membuat telinga Vyvy memerah menahan rasa malu, dan seluruh tubuhnya sepertinya melemah di luar kendali.


Bukan berarti Vyvy belum pernah dicium seumur hidupnya. Pada malam itu ketika dia berumur tujuh belas tahun, dia telah dicium begitu dalam dengan ciuman yang begitu menuntut. Sejenak Vyvy bingung, dan hatinya bergetar tak terkendali. "Tuan .... "


Tangan Thomas dengan lembut menyentuh pipi hangat Vyvy. Jari-jarinya yang panjang menempel di sekitar leher jenjang milik Vyvy dan tanpa memperhatikan kelembutan dadanya, Thomas meraih dada Vyvy, dan meremasnya dengan kuat di tangannya.


Vyvy Shen tiba-tiba tersadar, dia merasa kecewa pada dirinya sendiri. Mengapa dia kehilangan kendali dalam ciuman pria ini?


Vyvy mendorong tubuh Thomas dengan tangannya, tetapi tubuhnya yang tinggi tidak bergerak sama sekali walaupun telah didorong Vyvy sekuat tenaga.


Melihat usaha mendorongnya tidak berhasil, akhirnya Vyvy memutuskan bergerak sedikit dan mencoba keluar dari kendali Thomas, tetapi itu malah membuatnya semakin terpicu.

__ADS_1


Vyvy mati lemas karena ciuman itu. Tidak pernah tahu ciuman bisa membawa perasaan seperti itu. Tapi Thomas mengambil keuntungan dari ketidak berdayaannya dan Vyvy sendiri tidak menginginkan hal itu terjadi.


Vyvy Shen benar-benar gugup, jantungnya berdetak dengan cepat dan ingin segera pergi darinya. "CEO, tolong biarkan aku pergi! Aku bukan wanita seperti itu ... "


Thomas tiba-tiba tersadar ketika dia mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir milik Vyvy. Matanya yang gelap kembali dingin seperti sebelumnya dan kegembiraan dengan cepat memudar kembali. Dia menatap wajah Vyvy dengan penuh sindiran tajam.


"Kau wanita seperti apa? Sombong? Polos?" Mendengarkan suara Thomas dengan nada sinisnya, Vyvy memandang wajah tampannya seolah-olah itu akan mengukir emosi yang memendam rasa penuh kerinduan. Vyvy menatap mata Thomas yang tampaknya memiliki sihir yang kuat sehingga bisa membuat semua orang secara tidak sadar memanjakannya.


"Biarkan aku pergi!" Vyvy mengulang kalimatnya lagi karena dia merasa disalahgunakan dengan cara Thomas mengambil keuntungan dari kelemahannya.


Entah bagaimana, Thomas menyadari apa yang dia lakukan sehingga dia melepaskan Vyvy dari pelukannya.


Vyyv Shen menggigil. Jika seseorang mengetahui apa yang mereka lakukan di dalam toilet pria, dia pasti akan kehilangan wajahnya.


Nona Amelia juga telah memberi peringatan sebelumnya untuk tidak lebih dekat dengan bosnya dan itu membuatnya merasa tidak nyaman.


Vyvy hanya ingin memiliki pekerjaan yang layak, Mengapa dia berakhir seperti ini? Dihukum oleh Thomas karena alasan sederhana bahwa dia memergoki Bos-nya melakukan tindakan yang tak senonoh.


Thomas Oderron tidak mengatakan apapun, dia langsung membuka pintu dan pergi.


Vyvy Shen yang masih berada di dalam ruangan toilet itu merasa tertekan dan kesal. Dia ingin menangis keras dan membiarkan kesedihannya memudar sampai dia lelah.


Mengapa Thomas sering mengganggunya? Vyvy ingin bertanya kepadanya tapi Thomas sudah melarikan diri.


Vyvy telah diganggu oleh seseorang lima tahun yang lalu tanpa mengetahui identitas orang tersebut, dan bagian terburuknya adalah ketika orang tersebut membawa anaknya tanpa izin darinya.


Mengapa Tuhan membiarkannya menderita dengan cara seperti ini?


Vyvy telah memutuskan untuk tidak menerima kontrak menjadi ibu pengganti yang akan menyebabkan dia merasa semakin menderita saat dia memikirkan bagaimana anak kandungnya dipisahkan darinya. Sudah lima tahun berlalu, tapi dia tetap tidak bisa menemukan orang itu sama sekali.


Vyvy Shen duduk di dalam toilet dan mulai menangis. Air mata mengalir di wajahnya yang membuat matanya membengkak.

__ADS_1


"Siapa yang menangis di dalam?" tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang meneriaki Vyvy dari luar yang membuatnya terkejut. Vyvy tidak mengucapkan sepatah kata-pun dan dia berhenti menangis.


"Siapa yang ada di dalam?" suara yang sama terdengar lagi namun nada bicaranya semakin tidak sabar.


"Ketua, saya pikir itu suara wanita dan dia mungkin masuk ke dalam toilet yang salah. Saya akan menanganinya dan Anda bisa kembali ke ruang perjamuan, Tuan muda mencari Anda."


"Nona muda, Anda bisa keluar sekarang. Saya pikir Anda masuk ke toilet yang salah. Ini toilet untuk pria, aku akan pergi sekarang agar Anda bisa keluar dan kembali ke pesta. Apa-pun masalahnya Anda harus menahan diri untuk tidak mengungkapkannya di sini."


Vyvy mendengar suara pria itu di luar toilet, kemudian pria itu berjalan pergi.


Di dalam toilet, Vyvy terlalu takut untuk bergerak. Bagaimana dia bisa lupa bahwa ini adalah toilet untuk pria? Dia diseret secara paksa oleh Thomas Oderron dan diganggu oleh-nya.


Vyvy Shen akhirnya kembali ke tempat perjamuan dan telah siap untuk pergi. Namun Vyvy mendengar suara Joomi memanggilnya.


"Ah, Vyvy, sayangku ... kemana saja kau? aku sudah mencarimu kemana-mana." Vyvy terkejut dan dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, Mengapa Manajer Joomi kembali?


Vyvy menatap wajah Joomi tanpa berpikir bahwa dia baru saja menangis di dalam toilet. Pada saat itu, Joomi berdiri diam dan tersenyum pada Vyvy. Untuk sesaat Joomi terkejut melihat mata Vyvy yang membengkak.


"Apa Ini benar-benar kau Vyvy adikku sayang ... Siapa yang menganggumu? Siapa yang membuat kau menangis sampai seperti ini?" Vyvy Shen malah menunjukkan senyum tipis kepada Joomi.


"Maaf Manajer Joomi, aku merasa kurang enak badan. Aku akan pergi sekarang. Mari kita mengobrol di lain waktu lagi!"


Kepala Vyvy langsung membungkuk dan dia terburu-buru untuk pergi. Mencoba melarikan diri dari semua pertanyaan yang Manajer Joomi berikan.


Joomi ditinggalkan dalam kebingungan. "Wanita terkadang benar-benar sangat sensitif." katanya pada dirinya sendiri dan mengangkat bahunya.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤


__ADS_2