
Happy Reading❤❤
Setelah ciuman itu berakhir, Thomas segera memberi pertanyaan pada Vyvy,
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau tersiram sup panas?" suara lelaki yang dalam dan menarik membuat Vyvy kehilangan kesadarannya untuk sesaat. Suara Thomas itu terdengar seperti bel kuno, berdampak pada jiwa Vyvy, yang entah bagaimana sangat familiar menurutnya!
Vyvy merengut, "Nn. Amelia tanpa sengaja menuangkan supnya ke tanganku!"
"Apakah hanya sesederhana itu?" Thomas bertanya. Berpikir bahwa Vyvy mungkin ingin mengatakan hal-hal lainnya.
"Ya! Ada apa memangnya?" Vyvy ragu.
"Dia sengaja melakukannya!" bahkan Thomas bertanya-tanya mengapa dia mengucapkan kata-kata seperti itu. Karena di mata orang lain, dia selalu bersikap dingin dan tenang.
"What?!" Vyvy Shen menatap Thomas dengan mata yang melotot namun tetap menawan, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Tuan, Nn. Amelia adalah wanita harta karun Anda. Seharusnya Anda membelanya, bukan mengatakan kata-kata seperti itu di belakangnya?"
Vyvy telah menuduh Thomas dan dia baru saja menyadari bahwa pria ini adalah atasannya! Thomas ternyata sangat kejam. Dia tidur dengan Amelia dan mengambil keperawanannya sesuai dengan apa yang digosipkan, sementara sekarang dia diam-diam menusuknya dari belakang.
Ya! Nn. Amelia mungkin sengaja melakukannya karena cemburu, tapi tidak ada yang bisa membuktikannya?
"Tidakkah kau berpikir dia bersungguh-sungguh melakukannya?" Thomas mengangkat alisnya, "Haruskah aku membantumu?"
Saat Thomas berbicara, dia menatap Vyvy, menghembuskan napasnya di telinga Vyvy, dan aroma tubuhnya yang khas mengelilingi Vyvy.
Vyvy Shen tersenyum cerah pada Thomas dan berkata agak acuh tak acuh, "Mengapa aku harus menyalahkannya? Aku tidak marah padanya!"
Vyvy berpikir lain kali dia akan makan di pojokan yang tak seorang pun bisa melihatnya, terutama dia ingin menghindari Nn. Amelia agar tidak terjadi konflik dengannya. Vyvy hanya ingin melakukan pekerjaannya, bukan untuk mencari musuh.
“Tidak perlu bantuanku?” Thomas terus menghembuskan udara di samping Vyvy.
"CEO Oderron, sekarang aku menyadari bahwa Anda benar-benar lemah! Kenapa Anda begitu dekat denganku?"
Vyvy menusukkan jari-jarinya yang mungil dengan marah ke dada Thomas. Namun Vyvy tidak pernah berpikir bahwa sesosok pria yang tinggi ini memiliki otot dada yang kuat dan sekeras batu yang mampu menyakiti jari-jari Vyvy yang mungil.
Thomas Oderron langsung membungkus jari-jari Vyvy di telapak tangannya yang besar dengan gerakan lucu.
"Aku tanya sekali lagi padamu, apa kau membutuhkan bantuanku?" Thomas bertanya sekali lagi pada Vyvy seperti seorang perawat bertanya pada pasiennya.
__ADS_1
"Lemah!" Vyvy menarik tangannya kembali
.
.
.
Di tempat parkiran
Ini bukan pertama kalinya bagi Vyvy untuk duduk di dalam mobil Thomas Oderron. Dia ingat saat Thomas memaksanya masuk ke dalam mobilnya karena insiden k*ndom beberapa waktu yang lalu.
Mereka tidak berbicara lagi selama di perjalanan. Mereka dengan cepat mengambil obat luka bakar dari rumah sakit.
Ketika mereka kembali, Thomas Oderron berjalan di depan dan Vyvy Shen ada di belakangnya memegang krim bakar di tangannya. Meskipun dia telah dirawat, tapi tangannya masih terasa sangat sakit.
Thomas Oderron berjalan menuju lift eksklusifnya, dan Vyvy berjalan menuju lift karyawan.
Thomas Oderron sempat menoleh dan melihat sosok Vyvy yang tadi dibelakangnya sekarang ingin meninggalkannya dan masuk ke lift karyawan. Namun Thomas dengan cepat mengulurkan tangan besarnya dan menarik kerah pakaian Vyvy. "Berjalan ke arah ini!"
Vyvy Shen menarik ke bawah kerah pakaiannya yang di tarik Thomas tadi. "Aku akan pergi ke lift karyawan!"
"Oke, baiklah!" Vyvy mengikuti Thomas ke lift eksklusifnya.
.
.
.
Di meja kerja Vyvy
"Hai Vyvy, kau sudah kembali!" Nn. Amelia tiba-tiba datang dan menunjukkan rasa kekhawatirannya pada Vyvy.
Vyvy sedikit menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan sepatah kata pun dan dia kembali mengerjakan tugasnya sendiri.
Thomas Oderron sedikit mengernyit ketika melihat Nn. Amelia.
__ADS_1
Mata dingin Thomas Oderron melirik wajah Nn. Amelia. Thomas akui bahwa Amelia memiliki wajah yang cantik dan menggoda tetapi sekarang dia melihat Amelia dengam tatapan menjijikkan darinya.
Wajah Amelia menegang dan dia berkata dengan suara rendah, "CEO!"
"K ...... Kau kembali? Vyvy apa kata dokter tentang tanganmu?" Joomi muncul pada waktu yang tepat.
"Tidak ada!" Vyvy Shen berdiri dan menggelengkan kepalanya.
Nn. Amelia melihat bahwa kedua pria itu sangat terpesona dan peduli dengan Vyvy, hatinya begitu cemburu dan cahaya dingin keluar dari matanya yang indah.
Tentu saja, Joomi menyadarinya. Dia menghela nafas sekali. Dalam hatinya dia harus mengakui bahwa ketika seorang wanita mulai cemburu, dia pasti menunjukkan sifat jeleknya sehingga dia berani menggunakan taktik maupun hal keji apa pun itu. Kali ini hanya sup panas. Siapa yang tahu apa yang akan Amelia lakukan selanjutnya?
Mata elang Thomas Oderron menyapu tempat itu tanpa dapat mengendalikan amarahnya. Sekretaris Mei Raa, Hanny, Vyvy dan Joomi, dan yang terakhir jatuh pada wajah Amelia.
Seketika Thomas tiba-tiba membuka mulutnya, "Sekretaris Mei, panggil petugas ruang pemantauan keamanan dan dapatkan rekaman video restoran tadi dan kirimkan padaku dengan cepat!"
Semua orang tercengang!!!
Senyum terpancar di wajah Joomi, "Benarkah? Dia akan mengambil tindakan?" Joomi bergulat dengan pikirannya sendiri.
"Ya, aku akan memanggil mereka sekarang!" sekretaris Mei Raa berkata dengan suara rendah dan dengan cepat mengikuti perintahnya.
Wajah Amelia tiba-tiba berubah pucat.
Mata Thomas Oderron memancarkan lirikan yang kuat dan tajam, masih dengan ekspresinya yang dingin, seperti dewa neraka yang memiliki bulu iblis yang bereinkarnasi. Dan tubuhnya secara tidak sengaja mengirimkan perasaan yang membuat semua orang merasakan kedinginannya.
Lalu, Thomas berjalan ke ruangannya tanpa mengubah ekspresi wajahnya.
"CEO!" Vyvy Shen berteriak.
Thomas Oderron menghentikan langkahnya, berbalik, menyipitkan matanya pada Vyvy. Mata yang tajam menghasilkan cahaya yang dingin dan tak dikenal.
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤