Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Kekhawatiran Shendy


__ADS_3

Happy Reading❀❀


Keesokankan harinya .........


"Perayaan perusahaan akan diadakan akhir pekan, Nn. Vyvy..... apakah kau punya gaun?" tanya Hanny


"Apakah boleh aku tidak ikut berpartisipasi di dalamnya?"


"Itu tidak mungkin.... bagaimana bisa kau menolaknya? Ini adalah acara tahunan perusahaan kita, dan tentu saja dibutuhkan gaun untuk itu. Sekretaris Mei Raa saja datang dan secara jelas mengumumkan acara tersebut."


jelasnya panjang lebar


"Hum......."


Vyvy Shen mengerutkan keningnya, dia berpikir bahwa gaun malam untuk pesta benar-benar mahal


.


.


.


Sabtu.....


Seluruh kursi-kursi di hotel ini diduduki oleh para tamu dan karyawan. Suasana sangat meriah. Seluruh tempat ini dihiasi dengan baik dan di sertai hiasan bunga yang mahal. Untungnya Sarah memiliki gaun dan ukuran yang sama dengan Vyvy, jadi dia meminjam gaunnya Sarah.


Sarah meminjamkan gaun putih bergaya Brazil dan saat Vyvy memakainya, Sarah dan Shendy langsung tercengang.


"Vyvy, kau memakai gaun dengan rok bertali seperti ini, memamerkan tulang paha dan dada sebesar itu....... oh my god...... pasti para pria akan mengeluarkan darah di hidungnya saat melihatmu." Sarah mencoba meyakinkan Vyvy


"Bibi Sarah, bagaimana jika Mommy memakai gaun seperti itu dan seseorang akan memanfaatkannya. Disana tidak ada yang akan melindungi Mommy, Tidak ada...... aku akan pergi dengan Mommy, aku akan melindunginya dari orang sesat!" ucap Shendy yang ingin melindungi ibunya


"Hahaha...... πŸ˜„πŸ˜„ tidak apa-apa sayang, itu bagus, jadi Mommy-mu bisa cari ayah untukmu." bujuk Sarah dengan menggoda Shendy


"Aku tidak ingin ayah, aku ingin tumbuh lebih cepat dan membiarkan ibu menikah denganku.!" jawaban Shendy yang tanpa merasa bersalah dan membusungkan dadanya dengan bangga, "Aku bisa melindungi Mommy!"


"Hahaha ...πŸ˜…" Sarah tertawa,


"Kau tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan. Saat kau dewasa, Mommy-mu pasti sudah tua."


"Mommy tidak akan pernah menjadi tua!" Shendy Shen membuat kebisingan dengan tidak terima bahwa ibunya akan tua.


"Bibi Sarah tidak akan menjadi tua juga! Ya, kita tidak akan menjadi tua, tidak mungkin!"


Sarah masih tertawa sampai perutnya terasa sakit.


"Berhenti bercanda anakku, lihat Mommy baik-baik saja?" ucapan Vyvy yang berhasil menenggahi perdebatan anak dan sahabatnya.


Kemudian Vyvy menatap dirinya di cermin.

__ADS_1


"Sarah, tolong bantu aku menutup ini sedikit, Aku tidak bisa memakai gaun terbuka ini! Shendy benar!" Vyvy mulai khawatir saat melihat postur tubuhnya di cermin. Seorang wanita yang sudah memiliki anak, bagaimana mungkin dia bisa berpenampilan seperti itu?


Akhirnya, Sarah hanya bisa membiarkan Vyvy melakukan apa yang dia inginkan. Meski gaun putih kecil cocok untuk pesta, sayangnya karena blazer tambahan yang digunakan Vyvy menutupi tubuhnya yang indah.


"Oh..... Tuhan, Vyvy, kau benar-benar menyia-nyiakan pakaianku!" Vyvy hanya tersenyum menanggapi perkataan Sarah.


"Sarah, jaga baik-baik anakku selama aku keluar."


"Baiklah!"


"Mommy, kau harus kembali lebih awal." Shendy yang merasa tidak nyaman memegang lengan Vyvy.


"Mommy harus berhati-hati dengan paman-paman yang mendekati Mommy. Mommy tidak boleh minum anggur yang diberikan oleh orang lain karena mungkin saja ada ekstasi di dalamnya, Mommy ... apakah Mommy mendengarkanku?" Vyvy tersenyum manis dan menyentuh kepala anaknya.


"Ya, tuan kecil!"


"Haha....... πŸ˜‚πŸ˜‚ Ya Tuhanku" Sarah tidak tahan lagi untuk berguling-guling dan tertawa keras.


"Shendy, dari mana kau belajar semua ini? Hahahah.... πŸ˜‚πŸ˜‚ " tertawa sambil menambah volume suara.


"Di TV Bibi Sarah..... katanya sih begitu!" Shendy menyebutkan dengan penuh nada keseriusan


"Sayang.... kau tidak usah khawatir, Mommy akan berhati-hati, baik-baik di rumah dan jangan merepotkan bibi ya...! "


"Kalau begitu Mom harus selalu membawa telepon Mom kemana saja! Jika seseorang mempermalukan Mom, aku akan segera kesana untuk menyelamatkan Mommy!"


"Baiklah...... ibu dan anak, hentikan pembicaraan manis kalian, dan kau Vyvy..... cepat pergi! Jika terjadi sesuatu.... segera hubungi kami..... okeπŸ˜„"


"Bibi Sarah..... Apakah bibi pikir ini saatnya bagi Mom untuk menemukan seorang pria?" ketika Vyvy Shen pergi, Shendy Menatap Bibi Sarah dan bertanya dengan secara serius seperti ucapan di atas.


"Tentu saja..... "


Sarah menjawabnya dengan tak kalah seriusnya.


~


~


~


Hotel NUO Beijing......


Vyvy Shen meringkuk di sebuah sudut. Menghadapi situasi seperti ini, dia pada dasarnya merasa sangat malu dan tidak percaya diri. Sekelompok gadis cantik dan pria tampan, benar-benar mempesona!


Penampilan Thomas Oderron dan pasangannya menyebabkan kegemparan di seluruh perayaan, bahkan Joomi di belakangnya juga merasakan hal yang sama, bedanya dia tidak membawa pasangan wanita di sampingnya.


Ketika Ketua Lewi Oderron melihat seorang wanita di dekat Thomas Oderron, dia segera mengelengkan kepalanya. Rupanya, dia sangat tidak puas dengan penampilan putranya tersebut.


Pandangan Joomi menyapu ke sekeliling dan mengerutkan kening. Para wanita setiap tahun semuanya sama saja, tidak ada yang istimewa ...... !! Tiba-tiba, Joomi melihat sosok yang meringkuk di sudut, sepertinya itu adalah Vyvy Shen.

__ADS_1


Dibandingkan dengan kombinasi pria tampan dan wanita cantik di depan, Vyvy terlihat terlalu normal, ini bukan tentang penampilannya, tetapi menurut pemikirannya, Vyvy tidak cocok berada di sini. Joomi melangkah dan mendekat ke arahnya.


"Hai ....... Vyvy sayang, kenapa kamu di sini sendirian?" Vyvy Shen mendongak dan melihat wajah Joomi yang tersenyum.


"Manajer Joomi ..... " katanya dengan suara rendah. Joomi suka membuat lelucon dan memanggil siapa pun dengan sebutan sayang .... tapi sepertinya Joomi tidak punya niat buruk dan Vyvy merasa ini agak sedikit aneh.


"Hai juga ..... " Vyvy kembali berkata dengan suara rendahnya, sambil menundukkan kepalanya ke bawah. Vyvy dapat melihat ujung sepatunya dengan merendah. Jamuan seperti ini tidak cocok untuknya, dapatkah ia meninggalkan acara ini dan pergi?


"Kenapa? Ingin pergi?" Joomi tahu bahwa Vyvy merasa tidak nyaman melihat Joomi duduk di depannya.


Mendongak dengan heran "Bagaimana kamu tahu?"


"Vyvy, kau itu unik .... jika wanita lain, mereka akan senang untuk bergabung dan makan malam dengan yang lain, tapi kau malah tidak betah dan ingin pergi!" Joomi dengan berani mengucapkan pengamatannya terhadap Vyvy.


Joomi begitu keras kepala, Vyvy mengatakan itu dalam benaknya. Joomi melihat gaun yang Vyvy kenakan, uhm .... lebih baik dari pakaian yang dia kenakan di tempat kerja, tetapi masih terlihat kuno.


"Bagaimana kalau aku mengundangmu untuk pergi bersamaku dan kemudian kita akan tinggalkan tempat ini?" Joomi mengatakannya, berusaha meyakinkan Vyvy.


"Uhm ..... meninggalkan tempat ini Kemana kita pergi? " Reaksi Vyvy Shen.


"Ha! Oh ..... Ayolah ..... jangan menunjukkan reaksi semacam itu, apakah kau takut padaku? " Joomi menertawakannya


"Begitu aku melihatmu, aku tahu bahwa kau itu masih seperti gadis kecil, Begitu polos, aku akan sangat merasa berdosa bila melakukan hal yang memalukan kepada seorang wanita muda sepertimu." ucap Joomi dengan nada penuh keseriusan


Apa? Vyvy Shen terdiam, Apakah dia diperhatikan oleh Manajer Joomi sampai ke intinya? Ini seperti lelucon ko*yol? Kepala Vyvy Shen menatap dengan serius kepada Joomi. Tidak ada tatapan kecabulan di matanya, tapi malah bisa diartikan sebuah kepedulian dan perhatian antar saudara. Vyvy Shen mengkonfirmasi apa yang dia pikirkan dan berkata dengan lembut,


"Manajer Joomi ..... kadang-kadang berpura-pura menjadi orang yang baik melelahkan, kenapa kau tidak menjadi diri sendiri, apakah kau tidak merasa lelah melakukan permainan semacam itu?"


"Vyvy, kau membuat saudara laki-lakimu terkejut! Kau terlihat seperti kau mengerti aku dengan baik!" imbuh Joomi


Joomi berdiri dan duduk di samping Vyvy Shen, posisinya sangat dekat ...


Vyvy Shen bergerak ke samping dan menjauh, lalu Joomi bergerak lebih dekat dan lagi Vyvy bergerak lebih jauh sampai tidak dapat menemukan ruang dan berakhir pada ujung sofa.


"Vyvy, apa menurutmu aku tampan?" Joomi memandangnya dan bertanya


"Tampan!" Vyvy menjawab.


"Tapi bisakah Manajer duduk di sana saja dan berhenti memainkan trik semacam ini. Ini sama sekali tidak lucu. Orang yang melihat kita mungkin berpikir kita saling mengejar." Vyvy merasa sangat malu saat dia begitu dekat dengan seorang pria untuk pertama kalinya di tempat umum.


Pada saat yang sama, sepasang mata yang tajam menatap mereka, Joomi memasangkan sebuah senyuman yang tak dapat diartikan, sambil duduk di dekat Vyvy.


*


*


*


Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini πŸ˜„β€β€β€

__ADS_1


__ADS_2