
Happy Reading❤❤
"Vyvy Shen, aku tidak pernah berpikir bahwa kau bahkan akan mencoba menggoda Manajer Joomi!" suaranya sangat terdengar tajam,
Tidak perlu melihat wajahnya, Vyvy bisa menebak bahwa si pemilik suara itu adalah Nn. Amelia. Vyvy Shen berbalik dan menatap Nn. Amelia. Hari ini dia mengenakan gaun makan malam berwarna hitam, membungkus dadanya yang montok, kulitnya yang putih, dan postur tubuh yang menggoda. Hanya dengan pandangannya saja, Vyvy tahu wanita ini terganggu oleh kehadirannya.
"Halo Nn. Amelia .... "
Balkon yang sempit kini telah menjadi ramai akan auranya yang menatap dengan tajam. Amelia berdiri dengan mengejek di satu sisi, tidak memperhatikan kepedulian Vyvy Shen padanya, dan malah menatap pakaian Vyvy dan tersenyum dingin.
"Lihat apa yang kau kenakan! Pakaian kuno! Apakah kau ingin merayu CEO dan Manajer Joomi dengan sikap sok sucimu?"
Vyvy Shen lebih memilih menatap ke luar jendela dengan suasana malamnya daripada harus repot-repot memandang Nn. Amelia.
"Dia hanya baik dalam menghangatkan ranjang pria." Vyvy Shen bercerita di dalam benaknya.
"Vyvy Shen, aku peringatkan padamu, jika kau masih ingin terus bekerja di perusahaan, maka menjauhlah dari CEO!"
"Nona Amelia, permisi!" Vyvy Shen berbalik, tempat ini tidak cocok untuknya, dia seharusnya segera pergi!
Orang-orang di sekitar mulai bergosip dan Vyvy merasa sedikit canggung. Dia hanya seorang sekretaris untuk CEO Thomas, mengapa wanita ini berpikir negatif terhadapnya dan membuat beberapa cerita yang tidak benar? Vyvy tidak berani lagi membuang waktunya untuk menjawab pemikiran jahatnya.
"Ah! Apa yang kau lakukan?" Vyvy Shen yang baru saja mencapai pintu balkon ditarik oleh Nona Amelia. "Nona Amelia, tolong biarkan aku pergi!"
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi! Lihatlah gaun murahanmu, itu menjijikkan, dan kau berani merayu CEO, tidakkah kau memikirkannya?" Amelia menariknya dengan kuat dan blazer Vyvy Shen robek, dan terpampanglah gaun putih yang sangat indah melekat pada tubuh mulus Vyvy.
"Ah .... apa yang kau lakukan Nn. Amelia?" teriak Vyvy Shen. Dan orang-orang di sekitar mulai menjadi berisik.
Nn. Amelia kaget! Dia tidak pernah berpikir bahwa setelah merusak blazernya, Vyvy Shen memiliki postur tubuh yang begitu bagus! Amelia tertegun untuk saat ini.
Vyvy Shen berbalik untuk melarikan diri dengan kepala tertunduk. Wajahnya memerah menahan rasa malu. Dia tidak pernah terekspos di depan orang lain seperti ini. Meskipun dia mengenakan gaun yang bagus, dia masih memilih untuk memiliki sikap memegang teguh tradisi. Gaun putihnya yang benar-benar terlalu terbuka dan menunjukkan belahan dadanya, itu sebabnya dia sengaja menutupinya dengan blazer.
"Sekretaris Shen, jangan pulang sekarang, ketua akan segera mengawali pidatonya!" Sekretaris Mei Raa melihat Vyvy yang akan pergi dari aula pesta terkejut dengan pakaian Vyvy dan hampir tidak mengenalinya.
Vyvy menatapnya. "Sekretaris Mei Raa, bolehkah aku meminta izin untuk pulang?"
__ADS_1
"Bukannya aku tidak mau menyetujui izin darimu, tetapi mereka mungkin membutuhkan kita nanti. Ini adalah acara perayaan perusahaan, bukan makan malam biasa, sebagai sekretaris, kita perlu tetap disini dan memenuhi tugas kita!"
"Oh! Kalau begitu aku akan pergi ke toilet dulu!" Vyvy Shen memegang tas kecilnya dengan erat dan berlari menuju kamar kecil.
.
.
.
Sebuah suara erangan keluar dari dalam toilet wanita, Vyvy Shen secara tidak sadar mendengar seorang wanita yang mendesah, "ah .... lebih lembut ... tidak tahan ..."
"Tidak tahan?" suara dalam yang keluar dari bibir pria yang menikmati ciuman liar dengan wanita itu.
"Thom ... tunggu, dengarkan aku ... tadi Amelia datang mencariku .... dia memperingatkan aku untuk menjauh darimu ..... Ah ..... Thomas ....... "
Seruan wanita itu mengejutkan seluruh tubuh Vyvy Shen. Dia sangat ketakutan dan mengambil langkah mundur, tapi dia menabrak dinding samping. Tuhan, CEO melakukan hal seperti itu dengan wanita di toilet?
"Siapa di sana?" Thomas Oderron bertanya dengan suara seraknya, disertai dengan suara ketakutan dari wanita itu.
Selanjutnya, pintu toilet terbuka secara lebar, Vyvy Shen baru saja berjalan dua langkah, tiba-tiba sebuah telapak tangan menarik pergelangan tangannya.
"Kau adalah ..... " Thomas kaget, matanya menyipit.
Sesosok gadis polos, berbalut gaun putih itu berdiri di depannya. Sebuah keterkejutan kecil melintas di wajahnya yang tampan saat menatap wajah Vyvy yang cantik namun terlihat menyedihkan. Thomas menghela nafas dalam dan mencoba mengendalikan keinginannya yang membara.
"Tuan, saya tidak melihat apapun, saya tidak mendengar apapun ...." keringat dingin mulai keluar di dahinya, sebuah penyangkalan terhadap apa yang terjadi dan dapat membuat Vyvy merasa canggung. Vyvy Shen sangat ingin menggigit lidahnya sendiri.
"Thomas, siapa dia?" wanita itu keluar dari dalam toilet.
Thomas Oderron berbalik, namun tidak menjawab wanita itu.
"CEO, tolong Anda biarkan saya .... biarkan saya pergi ...." bujuk Vyvy dengan nada yang bergetar.
Vyvy menjerit ketakutan. Apa yang akan dilakukan CEO?
__ADS_1
Di depan mata Vyyv sendiri, pria dingin seperti Thomas tiba-tiba mencium bibir Vyvy, membuat dia sendiri membeku seketika. Vyvy mendengar wanita itu tersentak tapi tidak pernah berani berbicara. Sesaat Vyvy dapat merasakan bibirnya dan hatinya gemetar.
Thomas Oderron dengan kasar membawa Vyvy ke toilet laki-laki di sebelahnya. Thomas membanting pintu dengan keras. Vyvy Shen dipeluk erat oleh Thomas di dalam ruangan kecil itu dan mencium Vyvy dengan sangat liar. Vyvy dapat merasakan bau asap terisi ke mulutnya dan dia merasa sangat malu.
Thomas Oderron terkejut dengan tindakannya sendiri. Vyvy juga memberontak dan berjuang, "Uhmmm .... CEO tolong biarkan aku pergi ..... "
Tapi semakin Vyvy memberontak, Thomas semakin mengginginkan lebih. Dia dengan lihai memperdalam ciumannya lagi dan lagi.
Vyvy dengan kasar mendorongnya dan melawan. Dia harus segera meninggalkan tempat laknat ini. Itulah yang terus Vyvy tanamkan di otak cantiknya.
Thomas semakin memperdalam ciuman penuh tuntutan pada bibir manis milik Vyvy. Dia tidak tahu mengapa bibir wanita ini begitu menarik baginya ...
Thomas tidak bisa mengendalikan emosinya. Memori masa lalu berkelebat di benaknya, lima tahun yang lalu dengan sensasi yang sama dan api yang membakar keluar dari tubuhnya. Gadis berusia tujuh belas tahun yang tidak bersalah ini adalah ibu dari anaknya, tepat berdiri di depannya lagi dan mampu membuatnya merasa gila berulang kali.
Ciuman yang telah terjadi tiba-tiba berhenti, kata-katanya berubah tak terkendali.
Vyvy Shen yang tidak punya banyak pengalaman dicium oleh pria membuat lututnya jadi tak berdaya. Perlahan Thomas menciumnya kembali, memberikan kelembutan dengan beberapa emosi yang tak bisa dijelaskan.
Ciumannya dipenuhi tuntutan seperti kepribadiannya sendiri yang mendominasi namun seperti ada sebuah rasa kesepian, dan itu berlangsung cukup lama. Kesepiannya terhapus untuk sesaat. Ada beberapa perasaan tak terlukiskan. Dia merindukan Vyyv tapi dia tidak bisa mengatakannya.
Thomas tampak murung dan merasa berhutang padannya. Dia tidak bisa melupakan bagaimana Vyvy membatalkan kesepakatan mereka. Wanita ini tidak tahu kalau pria itu adalah dia karena pada saat itu dia memakai topeng rubahnya.
Sampai Thomas menekannya ke dinding toilet. Vyvy dengan lembut meletakkan tangannya di lengan Thomas dalam posisi yang sangat ambigu. Salah satu tangan Thomas memegang pinggang Vyvy dengan erat dan yang lainnya berada di lehernya yang elegan. Kulitnya terasa begitu enak. Wajah merah Vyvy ada di dadanya, merasakan detak jantung pria yang ada dihadapannya. Vyvy Shen tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, otaknya kosong sesaat, lupa bahwa dia harus segera meninggalkan tubuh Thomas. Tanpa sadar dia mengangkat kepalanya dan melihat mata Thomas yang dalam serta menunjukkan senyum yang tidak dapat diartikan kepada Vyvy. Mata yang menyipit dan penuh dengan misteri yang sangat sulit untuk bisa ditebak. Vyvy entah mengapa merasa sepasang mata itu sangat familiar baginya.
Aromanya yang wangi terus berputar-putar di sekitar hidung Thomas. Harum seperti Bunga Sakura yang tengah mekar di musim semi, dan mampu memberikan orang lain rasa nyaman.
Melalui pakaiannya, Thomas dapat merasakan tubuh Vyvy yang lembut. Dengan sepasang kelembutan di dadanya seolah-olah mantra sihir telah memanggil kerinduan terdalam di tubuh Thomas.
Sekilas dari tatapan mata gelapnya, terdapat kilatan api yang siap membakar apa saja yang ada di sana.
Pada saat ini, Thomas Oderron seperti seekor singa yang telah memancarkan aura kecemburuan yang berbahaya saat dia membayangkan bagaimana Joomi memeluk Vyvy satu jam yang lalu di aula perjamuan.
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤