
Happy Reading❤❤
"Hari ini Rey bertengkar dengan anak-anak lain di sekolah!" Rey menyeka air matanya. "Rey tahu itu salah karena Ayah selalu mengingatkanku untuk bertindak sopan setiap saat, tapi ... "
"Tapi apa?" tanya Thomas dengan sabar.
"Mereka mengatai aku anak tanpa ibu, dan mereka juga mengatakan bahwa ibu Rey seorang pel*cur?" suara Rey menjadi lebih lirih saat mengatakannya.
Thomas terkejut dan merasa kasihan pada putranya. Dan tentang ibu Rey, putranya tidak pernah berani menanyakannya sekali pun. Sebenarnya Thomas tahu bahwa Rey ingin tahu tentang Ibunya dan mengapa ibunya tidak pernah muncul di rumah mereka.
Thomas langsung memeluk putranya lagi.
"Ayah, apakah Rey benar-benar tidak punya ibu?" Rey mengangkat wajahnya, matanya merah dipenuhi dengan air mata yang menetes di wajah kecilnya. Dia menatap wajah Thomas, dan dengan hati-hati menunggu jawaban ayahnya. Dia takut ayahnya akan marah
"Ayah, Ibu Rey bukan pel*cur, kan?" Rey bertanya lagi pada Thomas.
Thomas menatap putranya dan berpikir mendalam tentang sesuatu yang hanya dia yang bisa mengerti. Setelah terdiam lama, akhirnya dia berkata.
"Rey, tolong ingat bahwa ibumu bukan pel*cur. Ayah akan segera membawa ibu kembali ke rumah. Bisakah kamu memberi ayah sedikit waktu untuk melakukannya? Ayah janji akan segera menjemput ibumu Rey. Jadi Rey harus lebih sabar untuk menunggu!" Thomas berkata dengan sungguh-sungguh berusaha menghibur putranya
"Ayah, akankah ini memakan waktu yang cukup lama?" tanya Rey
"Tidak akan terlalu lama, tapi ibu belum mengenal Ayah karena Ayah melakukan kesalahan padanya. Ayah akan membiarkan Ibu Rey menerima Ayah secara perlahan, jadi bisakah kamu menunggu, Rey?"
"Aku bisa Ayah" Rey langsung menjawab. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan ayahnya, tetapi dia masih mengangguk dengan serius. Wajah kecil itu tersenyum malu-malu. Meski masih ada air mata di matanya, dia terlihat bersemangat kembali.
"Rey akan mendengarkan apa yang ayah katakan." kata Rey dengan serius lagi
Thomas merasa lega ketika melihat putranya bersemangat kembali. Dia tidak pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya. Mengenai ibu Rey, dia sudah mengatakannya hari ini tapi dia benar-benar tidak tahu bagaimana dia harus mendapatkan Vyvy Shen dan mengatakan yang sebenarnya. Apakah dia berhak berdiri di depan wanita itu untuk meminta pengampunan dan membawanya ke dalam kehidupan putranya?
Bagaimanapun, Thomas tahu akan kesalahannya. Dia memisahkan Vyvy dari Rey selama lima tahun. Jika Vyvy tahu kebenarannya, apakah Vyvy akan membenci Thomas? Semua kekhawatiran itu melekat dalam pikiran Thomas. Dia telah melakukan kesalahan besar dalam hidup dan ketika Thomas bertemu lagi dengan Vyvy, dia bukan lagi gadis berusia tujuh belas tahun yang tidak bersalah yang di rengut kesuciannya di vila dekat pegunungan lima tahun lalu.
Setelah bertemu kembali, Vyvy menolak Thomas beberapa kali dan bahkan menyebutkan tentang pacarnya. Thomas benar-benar dalam masalah besar, bingung dan tidak ada rencana khusus bagaimana dia akan memberi tahu Vyvy tentang hal itu. Dia mengejar Vyvy akhir-akhir ini tetapi wanita itu menolak untuk menjadi kekasihnya. Thomas bisa mengorbankan segalanya untuk putranya, tapi bagaimana dengan Vyvy ketika wanita itu tahu kebenarannya? Apakah Vyvy akan meninggalkan pacarnya? Thomas Oderron merasa tidak percaya diri untuk pertama kali dalam hidupnya.
Thomas mendengar ketukan di pintu dan dia tersadar dari lamunannya. Beberapa detik kemudian pintu terbuka dan pengasuh Rey masuk membawa nampan penuh makanan untuk mereka berdua. Pelayan itu segera meletakkan makanan di meja tengah lalu dengan cepat bertanya, "Tuan muda kecil, apakah Anda baik-baik saja sekarang?"
Rey tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
Pelayan itu kemudia meninggalkan mereka dan Thomas memberi makan putranya. Setelah makan malam dia mengganti pakaian putranya dan membawanya ke tempat tidur, membacakan cerita pengantar tidur sampai anak laki-lakinya yang lucu tidur dengan lelap
Thomas segera beranjak dan mengambil komputernya lalu mengaktifkannya.
Thomas melihat ada banyak pesan tak dikenal,
"Paman, kenapa paman tidak online?"
"Paman, aku ingin menunjukkan padamu permainanku, kenapa paman tidak online belakangan ini?
"Paman, apakah kamu lupa apa yang telah kamu janjikan padaku?"
"Paman, apa kamu sibuk mengejar dan menggoda gadis-gadis?"
"Paman, aku akan marah kalau kamu tidak online!"
"Paman, hei ayolah balas pesan pesanku secepatnya!"
Thomas tidak bisa menahan tawanya setelah membaca begitu banyak pesan. Dia tahu itu adalah pesan dari anak kecil yang dia temui. Tanpa menebak dan memikirkan anak kecil itu, Thomas tiba-tiba teringat bahwa dia tidak menanyakan nama anak itu secara langsung.
Thomas menjawabnya dengan sabar, "Paman online sekarang!"
"Ah ... paman ... akhirnya paman membalas pesanku!" kata Shendy dari seberang sana
Thomas sangat terkejut bahwa pesan balasan dari anak itu begitu cepat, kecepatan mengetiknya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri. Dia jadi bertanya-tanya apakah anak kecil ini sangat cerdas.
Thomas belum membalas pesan itu, dan pesan dari anak itu datang lagi
"Paman, tolong lihat permainanku dan berikan aku saran! Dan jangan copyright! Aku punya hak cipta di dalamnya!"
"Hahaha ... kau terlalu serius anak muda." Thomas tidak bisa menahan tawa. Pikirannya dipenuhi dengan penampilan cerdas anak itu.
"Paman, apakah paman sibuk?"
"Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Karena paman sangat lambat untuk menjawab pesanku. Apakah itu sulit untuk dijawab? Mengapa paman tidak dapat menjawabnya dengan lebih banyak kata? Sungguh aku masih tidak mengenali semua karakter paman."
__ADS_1
"Berapakah umurmu Nak?"
"Umurku lima tahun, tetapi guruku mengatakan bahwa aku bisa bolos dan pergi ke sekolah dasar, tapi aku belum memberitahu ibuku. Paman, apakah menurutmu aku perlu melompati pendidikan ke tingkat sekolah dasar?"
Sungguh IQ yang tinggi! Thomas kagum dan kemudian dengan penasaran dia membuka game yang anak itu kirim. Dia tertegun sejenak!
Jika Thomas belum pernah melihat wajah anak ini sebelumnya, dia tidak akan percaya bahwa bocil itu baru berusia lima tahun karena perangkat lunak game yang bocil desain tidak kalah bagus dengan desainer game orang yang lulusan perguruan tinggi.
"Paman, apakah kamu berpikir aku perlu melompat ke tingkat kelas yang lebih tinggi?" pesan lain dari Shendy.
"Kenapa kau berpikir untuk melakukannya dan kenapa juga kamu harus repot-repot membuat game ini?"
"Aku ingin melakukannya agar aku bisa membantu ibuku menabung banyak untuk biaya sekolahku!"
Thomas sangat terkejut dan hatinya terasa sedih setelah mendengar perkataan bocah kecil itu. "Apakah keluargamu mengalami banyak kesulitan?"
"Paman, hanya ibuku yang membesarkanku. Dia memiliki pekerjaan yang bagus tetapi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan kita. Paman, mari kita mengobrol lain kali, aku perlu menelepon ibuku, dia belum pulang. Jadi nanti setelah paman memainkan game yang aku kirimkan pada paman, silahkan beri imbal balik atas game yang aku ciptakan yaa. Kututup percakapan ini, Goodbye paman!"
Thomas melihat profil bocah kecil itu. Dia melihat tiba-tiba anak itu telah offline dan hatinya merasakan kosong tanpa alasan.
"Ayah, kenapa ayah belum tidur?" Thomas mendengar suara anaknya yang tiba-tiba terbangun.
"Ayah akan segera tidur! Sekarang tutup matamu lagi! Ayah akan ganti pakaian terlebih dalu, Rey."
Setelah melihat wajah Rey, tiba-tiba Thomas merasa kesal. Dia kesal pada dirinya sendiri. Dia berpikir bagaimana dia bisa berbicara dengan Vyvy dan mengakui semuanya? Dia telah berjanji pada putranya untuk segera membawa ibunya "Vyvy" kembali, namun Thomas merasa sulit untuk melakukannya. Thomas jatuh ke dalam pemikiran yang mendalam sehingga membuatnya sakit kepala. Dia telah menjadi ayah tunggal selama lima tahun.
Thomas berdiri setelah dia mematikan komputernya. "Rey, kembalilah tidur sekarang. Ayah akan menceritakan kisah lain padamu keesokan harinya. Ayah akan sering datang ke sini. Sekarang Ayah harus keluar sebentar." Thomas berkata sambil berjalan ke tempat tidur putranya. Menundukkan kepalanya dan mencium dahi sang putra. "Selamat malam nak!"
Hanrey hanya mengangguk lalu menutup matanya lagi.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima Kasih juga buat yang udah mau like and coment, sama vote-nya.