
Happy Reading❤❤
Vyvy Shen diusir oleh putranya untuk berbelanja, dan dia benar-benar pergi berbelanja tetapi dia sama sekali tidak memiliki perasaan untuk menikmatinya. Dia hanya memperhatikan cahaya terang di jalanan dengan hati yang murung.
Di sepanjang jalan Vyvy sedang memikirkan putra kandungnya pada saat itu. Dia tidak tahu dimana putranya berada dan bagaimana keadaannya?
Telepon berdering, dan Vyvy Shen melihat panggilan itu dari Sarah, sahabatnya.
"Vy ... kau ada dimana dan kenapa kau meninggalkan Shendy di rumah sendirian?" suara Sarah yang terdengar aneh karena berkata berlebihan menurut Vyvy.
"Aku di jalanan, sedang berjalan-jalan."
"Tolong pulanglah sekarang! Shendy tinggal di rumah sendirian. Dia pasti sangat ketakutan karena kau tinggalkan." kata Sarah dari tempat lain
"Itu tidak masalah Sarah, Shendy anak yang baik dan dia bisa menjaga dirinya sendiri!" Vyvy berkata sambil melihat seluruh jalan dimana dia merasa lebih baik dan tenang.
"Apa kau baik-baik saja? Kau merasa sedih dan aku tahu bahwa kau tidak akan mengatakan yang sebenarnya padaku. Terkadang kita semua merasa sedih dan kesal dengan begitu banyak hal yang terjadi dalam hidup tapi kau harus kuat menghadapinya Vy!" Sarah menghela napas panjang."Jadi aku sarankan agar kau melupakan masalahmu sejenak dan Kau harus cepat pulang sekarang! Anakmu sedang khawatir denganmu!"
__ADS_1
"Baiklah!" baru saja menutup telepon, tiba-tiba seseorang datang dan merampas telepon Vyvy.
"Ah!" Vyvy Shen terkejut dan menjerit sambil melihat perampok yang berlari ke depan.
"Kembalikan teleponku .... "
Vyvy berteriak dan mengejar pencuri liar itu. Yang ada di pikirannya saat itu yaitu, telepon itu sangat mahal dan dia tidak ingin berutang lagi untuk membeli telepon yang baru.
Di sepanjang jalan, Vyvy Shen berlari dengan cepat dan mengejar perampok di depannya, dan hal itu menyebabkan banyak orang memperhatikannya tindakannya.
Sebuah mobil mewah melaju tanpa tujuan. Tiba-tiba pengemudi mobil itu melihat seorang wanita yang sedang berlarian. Dia tertegun sejenak.
Perampok itu dengan cepat dan gesit berlari ke sebuah lorong yang sepi sehingga tidak ada seorang pun yang melihat aktivitasnya.
"Serahkan uang di tasmu itu pada kami, wanita!" suara teriakan keras terdengar, dan empat perampok lainnya keluar dari lorong yang gelap. Tidak ada cahaya di tempat itu dan mereka keluar dari tempat lain. Tampaknya menunggu seseorang menjadi korban mereka.
Vyvy melihat masing-masing perampok itu memainkan sebuah belati di tangan mereka.
__ADS_1
"Ah ... " saat ini Vyvy Shen ketakutan. "Kalian ... "
Vyvy tidak menyangka jika akan ada lebih banyak perampok yang menunggunya di lorong yang gelap ini.
"Wanita, serahkan uang yang kau punya pada kami!" teriak salah satu dari ke-empat perampok tersebut.
"Tidak!" Vyvy Shen langsung berbalik dan berlari, tetapi dia tanpa sengaja tergelincir dan pergelangan kakinya keseleo.
"Ah ... " saat ini Vyvy Shen sangat gugup dan dia berteriak dengan keras ketika melihat ke-empat perampok itu berjalan mendekat ke arahnya.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima kasih juga buat yang udah mau like and coment. Dan juga mohon dukungannya yaa dengan kasih Vote berupa poin atau koin. Dukungan kalian sangat berarti buat author... 😊😊