Masa Laluku Denganmu

Masa Laluku Denganmu
Jealous


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Dini hari, Vyvy bangun pagi-pagi sekali lalu dia mengantar Shendy ke taman kanak-kanak.


"Mom, Paman Burung Besar tidak online tadi malam!" mata Shendy terlihat kecewa saat memberi tahu Vyvy Shen.


"Mungkin paman sangat sibuk! Jangan khawatir, paman bisa memeriksa pesanmu padanya nanti." kata Vyvy Shen untuk menghibur anaknya yang sedikit kecewa.


Vyvy mengucapkan selamat tinggal pada putranya setelah beberapa saat kemudian, dia pergi bekerja.


.


.


.


Ketika Vyvy berjalan ke gedung Oderron Corp, dia mulai bertemu dengan banyak orang yang memandangnya dengan tatapan sinis.


Secara spontan Vyvy menundukkan kepalanya, poni panjang menutupi wajahnya hari ini karena dia memiliki lingkaran hitam di bawah matanya. Dia tampak lemah dan takut, seperti bayi yang tersesat di hutan.


Lift penuh dengan orang-orang dan Vyvy Shen harus menunggu lift berikutnya. Vyvy menghela napas lemah dan memutuskan untuk pergi ke tangga.


Vyvy Shen baru saja naik ke lantai dua, namun tiba-tiba dia melihat sepasang sepatu mengkilap di depannya. Dia tertegun dan menduga itu adalah Thomas. "C ... CEO?"


"Kenapa dia di sini lagi?" Vyvy bertanya diam-diam. Dia benar-benar berusaha menghindari Thomas.


Thomas tampak tenang dan wajahnya tidak menunjukkan emosi apapun. Sudut mulutnya terkekeh, dia tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dan berkata dengan wajah yang dingin, "Apakah kau akan pergi ke lantai 72 dengan menggunakan tangga Sekretaris Shen?"

__ADS_1


Wajah Vyvy Shen memerah, "Tidak, aku akan naik lift dari lantai berikutnya." alasan mengapa Vyvy menggunakan tangga karena di pintu masuk utama dia merasa orang-orang di sekitarnya menatapnya.


"Kau tidak tidur nyenyak tadi malam?" tanya Thomas saat melihat ada lingkaran hitam di sekitar mata indah Vyvy.


Vyvy menurunkan alisnya dan merasakan sedikit malu. Siapa yang tidak akan merasa canggung saat Thomas telah menyatakan bahwa Vyvy adalah wanitanya. Dan Thomas tidak hanya mencium Vyvy sekali tapi beberapa kali.


Bibir Vyvy kaku saat mengingat kejadian waktu itu. "CEO, aku naik duluan"


Setelah itu, Vyvy mulai menaiki tangga lagi.


"Wanita ... kau berutang padaku sebuah penjelasan tadi malam, dan sekarang kau akan kabur dariku lagi?"


Vyvy Shen mengacuhkan Thomas dan terus berjalan maju. Hatinya sedikit gugup dan tertekan, berpura-pura tenang dan berencana untuk pergi dari Thomas. Namun pada saat itu juga, tiba-tiba Thomas mengulurkan tangannya dan memegang pinggang Vyvy.


"Ah, apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?" teriak Vyvy


Thomas tidak memperdulikan teriakan Vyvy, malah dia semakin memegang pinggang Vyvy dengan erat dan berjalan ke lift eksklusif-nya.


"Oke, lakukan itu! Panggil seseorang yang kau lihat jika memang ada! Dan jika orang itu berani mengganggu kita, apakah kau benar-benar berpikir aku tidak akan langsung memecatnya?" Thomas masih tidak membiarkan Vyvy pergi sampai pintu lift tertutup.


"Ada CCTV di sini. Jika kau tidak ingin seluruh karyawan perusahaan melihat aku menciummu, maka patuhlah denganku!" Thomas memberi Vyvy sebuah peringatan dan dia memandang wajah Vyvy yang tersipu.


"Kau ... Thomas Oderron ... " Vyvy Shen takut dengan kata-kata Thomas karena dia tahu bahwa Thomas pasti akan melakukannya.


"Sekarang kau belajar memanggil nama lengkapku ... itu terdengar sangat bagus. Dan aku ingatkan ... sekarang kau adalah wanitaku." Thomas menarik Vyvy dan mencium bibirnya.


Setelah ciuman itu berakhir, Thomas melepaskan Vyvy. Dia memilih untuk berdiri di seberang Vyvy, memandangi wajah cantik Vyvy, dan berangsur-angsur berubah dari pandangan yang dalam dan gelap menjadi pandangan cerah dengan senyum nakal yang terlihat di sudut bibir Thomas yang tipis.

__ADS_1


Tenang, diam, sambil menatap Vyvy, Thomas membayangkannya kembali memori lima tahun yang lalu. Malam yang mereka habiskan bersama terasa sangat mengesankan bagi Thomas. Wajah Vyvy yang polos seperti tanpa dosa membuatnya benar-benar seperti orang gila. Vyvy telah memberi Thomas begitu banyak malam tanpa tidur setelah Vyvy meninggalkannya.


"Tuan, apa yang kau pikirkan? Bisakah kau memberi tahuku secara langsung?" Vyvy benar-benar takut, Thomas membuatnya gemetar dan selalu merasa seperti orang bodoh.


"Vyvy Shen!" suara Thomas yang terdengar jelas. "Kau melarikan diri dariku tadi malam. Apakah kau lupakan atau karena kau sedang bersama pacarmu? Kau benar-benar mencintainya?"


" .... !" Vyvy terkejut. Dia tidak pandai berbohong. Dia akan memerah ketika dia berbohong. Tapi dia tidak tahan lagi dengan sikap Thomas padanya, "Benar ... aku merindukannya dan kita saling mencintai!" Vyvy tersipu dan menundukkan kepalanya, takut Thomas akan melihat kebohongannya.


Thomas memasang senyum mengejek. "Sepertinya kau dengan mudah melupakan beberapa hal. Jika kau memiliki kehidupan yang baik. Maka hargai kebahagiaan yang kau miliki sekarang karena mungkin itu tidak akan lama." kata-kata Thomas penuh dengan kecemburuan dan makna aneh yang tidak bisa Vyvy mengerti.


Lift dengan cepat sampai ke lantai atas dan tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka berdua.


Vyvy Shen akhirnya memecahkan keheningan. "Tuan, terima kasih atas perhatiannya, aku akan menghargai kebahagiaanku!" meski Vyvy tidak mengerti makna dan tujuan di balik kata-kata Thomas, dia masih menjawab Thomas.


"Kemampuanmu sangat bagus, aku berharap kau akan menjadi sekretaris yang berkualitas di masa depan! Jadilah pegawai Oderron Corp yang paling kompeten!" setelah lift sampai di lantai atas, Thomas baru mengatakannya.


Ketika Vyvy Shen dalam keadaan binggung, Thomas berjalan keluar.


Vyvy tercengang sejenak sembari menatap punggung Thomas. Dia merasa bahwa punggung Thomas terlihat sedikit kesepian.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Kuucapkan makasih buat kalian yang sudah mau mampir di cerita aku ini. Terima Kasih juga buat yang udah mau like and coment, sama vote-nya.


__ADS_2