
Happy Reading❤❤
"Ah ... benarkah? Kau membuatku merasa seolah-olah aku ini orang yang paling kejam ... apa kau ingin kuberi ini." Thomas menarik Vyvy ke dalam pelukannya, memegang dagu Vyvy dan memberinya ciuman yang dipaksakan.
Thomas benar-benar kehilangan kendali atas dirinya, terlebih lagi jika pemicunya ada dihadapannya.
"Hmmmp ... !" Vyvy menghirup udara sebanyak-banyaknya setelah dia berhasil melepaskan diri dari ciuman Thomas.
"Kau adalah karyawanku, pada buku pegangan karyawan nomor 30, dituliskan dengan jelas bahwa karyawanku tidak di perbolehkan bekerja paruh waktu setelah bekerja di perusahaanku!" Thomas Oderron berkata dengan suara dingin.
"Anda salah Tuan, di buku tersebut dinyatakan bahwa tidak boleh ada kerjaan paruh waktu yang berkaitan atau sama yang dimiliki dengan perusahaan Anda. Sedangkan Anda mengatakan menjual barang-barang semacam ini terkait dengan pekerjaanku sebagai sekretaris pribadi Anda?" sangah Vyvy Shen
Vyvy Shen mengencangkan alisnya dan menatap wajah Thomas.
Pria ini, apa yang dia lakukan? Mencium sekretarisnya tanpa izin dan mencampuri kehidupan pribadi seseorang.
"Baiklah! Karena Anda mengganggu waktu berjualanku, segera bayar aku lima ratus dollar maka aku akan memberikan semua barang yang tersisa, Sekarang ... ! Tuan, tolong ganti rugi untuk barang-barang itu dan gangguan yang anda buat untukku!"
"Apakah kau yakin lima ratus dollar sudah cukup?" Thomas masih tidak percaya akan kata-kata Vyvy
"Aku bisa mengantinya satu juta dollar untuk ganti rugi itu, termasuk ciuman, dan semua kegilaan yang telah kau lakukan?" sembari mengeluarkan sebuah cek yang Thomas simpan di balik jas mahal miliknya.
Vyvy Shen melihat cek dan dia tertegun, sebuah rasa penghinaan yang dapat Vyvy rasakan. "Anda hanya berhutang 500 dollar padaku, meskipun sejuta sangat banyak, tapi aku tidak bisa menerimanya."
Thomas Oderron menatap mata Vyvy dan menemukan bahwa ada bekas air mata yang Vyvy keluarkan.
"Buka pintunya!" Vyvy dapat merasakan bahwa sepertinya dia akan menangis lagi.
Pada saat Vyvy dipermalukan dan dicium oleh Thomas tadi, hal itu membuatnya berpikir lagi tentang malam pada saat dia berusia tujuh belas tahun ... pria dengan bertopeng rubah itu sama kejamnya dengan Thomas.
__ADS_1
Thomas Oderron menatap Vyvy dengan wajah tampannya, secara diam-diam namun tetap fokus memperhatikan Vyvy selama beberapa saat dan mulai memarahinya lagi. "Katakan, kenapa kau keluar malam-malam begini dan menjual barang-barang seperti itu?"
"Buka pintunya, aku ingin turun!" katanya dengan suara dingin dan berusaha bertahan agar dia tidak menangis di depan Thomas.
"Apa kau kekurangan uang?" mata Thomas Oderron menatap wajah kecil Vyvy yang keras kepala dan bertanya dengan suara berat.
Kata-kata yang terlontar dari bibir Thomas mampu memicu daya tahan Vyvy, dia tiba-tiba memalingkan wajahnya dan melihat ke arah jendela kaca mobil Thomas.
"Apakah Anda berpikir bahwa semua orang di dunia ini bernasip sama seperti Anda, CEO Thomas Oderron? Anda dilahirkan dalam keluarga yang kaya dan ditakdirkan untuk memiliki kemewahan dan kehidupan yang serba berkecukupan. Bagaimana Anda bisa memahami kesedihan dan ketidakberdayaan orang miskin seperti aku ini? Apa yang Anda mengerti? Anda tidak mengerti sama sekali! Aku kekurangan uang, aku meminjam uang kepada sahabatku karena aku perlu uang itu untuk mengganti korek yang sudah kurusakkan beberapa waktu yang lalu. Dan sekarang apa yang salah denganku ... Huh? Tidak bisakah aku menghasilkan uangku sendiri dengan seperti cara ini? Apakah aku mengganggu Anda Tuan CEO yang terhormat? Dan apakah Anda juga perlu mempermalukanku dengan uang satu juta dolarmu itu? Apa Anda ingin memberi tahuku bahwa Anda kaya dan Anda berhak menghinaku menggunakan uang dan kekuasaan yang Anda miliki? Jadi simpanlah uang Anda dan Anda bisa pergi atau mungkin anda melakukan amal kepada orang lain. Tuan muda ... yang mulia yang terhormat ... hamba rakyat kecil yang rendah hati ini memiliki martabat juga!" Vyvy menangis keras sambil mengatakan semua itu.
Thomas pun tampak terkejut dengan perkataan yang Vyvy buat. Dia tidak menyangka bahwa gadis kecil yang tampaknya jujur ini ternyata bisa mengeluarkan kekuatan ledakan yang besar seperti itu juga.
Kembali lagi pada Vyvy,
Mengapa begitu sulit baginya untuk menghasilkan uang dan membayar utangnya? Mengapa dia merasa sangat sedih karena bisa bekerja di kantor Thomas ... apalagi setelah jam kerja ... Vyvy masih harus melihat bos-nya yang sekarang berada satu mobil dengannya?
"Buka pintunya!" Vyvy membalikkan kepalanya dan tidak menatap Thomas lagi.
"Ya aku bodoh, aku memang selalu bodoh! Jika aku tidak bodoh, aku pasti tidak akan menandatangani kontrak untuk menjadi ibu pengganti dan jika bukan karena kasus itu, aku tidak akan mengalami begitu banyak kesengsaraan selama ini, aku selalu berpikir di mana anakku ... darah dagingku sendiri berada? Dan lebih parahnya lagi aku tidak beruntung karena telah dipekerjakan oleh keluargamu sebagai sekretaris pribadimu, aku sangat bodoh, sangat bodah, mengapa kau tidak membiarkanku mengundurkan diri?"
Ini kedua kalinya Thomas dibuat kaget oleh perkataan yang Vyvy lontarkan. Jadi wanita ini sangat menderita setelah kehilangan putranya. Dan lebih parahnya lagi dia adalah penyebab utama dari penderitaan yang Vyvy alami. Ingin sekali Thomas mengatakan bahwa pria bertopeng pada malam itu adalah dirinya, tapi dia tidak bisa memberitahu kebenarannya sekarang. Dia tidak tahu bagaimana meringankan rasa sakit yang Vyvy derita. Dan dia juga begitu bodoh, menyakiti Vyvy dan membuat hidupnya sengsara.
"Jika kau kehabisan uang, kau dapat meminjam uang dari perusahaan karena kau sudah menjadi pekerjaanku, tapi kau jangan bekerja paruh waktu semacam ini dan jangan mencoba membuat kekacauan yang bisa berakibat fatal nantinya!"
Thomas mempekerjakan Vyvy dan sekarang dia membuat kesalahan semacam ini? Apakah dia tidak tahu bahwa ada banyak wanita yang ingin menjadi sekretaris pribadi Thomas?
"Aku ingin turun dari mobil!" Vyvy tahu bahwa Thomas tidak akan mendengarkan penjelasannya.
Thomas menatap wajah Vyvy yang penuh air mata, dan dia hampir tidak tahan lagi, "katakan padaku di mana kau tinggal, aku akan mengantarmu pulang!"
__ADS_1
"Anda tidak perlu mengantarku pulang. Anda cukup bayar lima ratus dolar dan biarkan aku pergi!" Vyvy berkata padanya
"Apa ... ?" Thomas ingin berteriak pada Vyvy tapi dia harus mengendalikan emosinya. Dia tidak boleh menyakiti Vyvy lagi.
"Lima ratus dolar!" Vyvy berkata lagi
"Aku tidak punya uang tunai di dompetku, aku bisa memberimu cek atau kartu atm! Tapi jika kau bersikeras seperti ini maka aku akan menggantinya besok saat sudah sampai di kantor!" Thomas akhirnya membuka kuncian pintu.
"Baiklah, CEO Oderron ... tolong ingat ... Anda berhutang lima ratus dolar padaku!" setelah berkata seperti itu Vyvy Shen langsung mendorong pintu
"Wanita sialan, tidak ingin satu juta tetapi malah memilih lima ratus dolar."
"Aku hanya ingin lima ratus dolar, itu yang seharusnya aku dapatkan sebagai uang ganti rugi karena menggangguku dan membuatku merasakan ketidak nyamananku dalam bekerja. Jadi jangan berpikir bahwa semua orang sama sepertimu. Tumbuh dewasa dengan bergelimang harta sehingga anda bisa bersikap seenaknya saja." Setelah berteriak padanya, Vyvy Shen turun dan melangkah pergi.
Ini yang ketiga kalinya Thomas dibuat terkejut oleh sesosok Vyvy. Mengapa Vyvy begitu berbeda dari wanita lainnya yang pernah Thomas temui?
Vyvy Shen berjalan sangat cepat, hampir bisa disebut seperti melarikan diri. Dia dengan cepat berlari dari mobil Thomas dan berjalan ke arah barang-barangnya. Dia tidak tahu apakah barangnya masih ada, atau apakah ada yang mengambil barangnya?
Thomas yang melihat Vyvy berlari ke arah tempatnya tadi berjualan juga ikut turun dari mobil mengikuti Vyvy ke sana secara diam-diam.
Untunglah! Semua barang-barang masih ada di sana! Vyvy Shen menarik napas dalam-dalam dan mulai berjualan lagi.
Di kejauhan, Thomas Oderron menatap wajah mungil Vyvy dalam kegelapan. Sambil menunggu, dia memutuskan untuk mengambil sebatang rokok, menyalakan satu dan mulai merokok dalam kegelapan ... Sekarang dia tidak bisa meninggalkan Vyvy, dia akan menunggu sampai Vyvy pulang ke rumah. Jadi dia memutuskan untuk mengikuti Vyvy tanpa sepengetahuan Vyvy sendiri.
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like and coment yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤