
Happy Reading❤❤
Vyvy Shen dengan cepat membersihkan wajahnya, keluar dari toilet dan berjalan maju dengan kepala tertunduk.
Sementara Thomas Oderron berjalan di sisi lain. Tiba-tiba dia melihat seseorang, matanya menyipit tak terkendali. Dia melihat Vyvy muncul di dekatnya, benar-benar situasi yang bagus menurutnya. Namun dia juga berpikir kenapa Vyvy ada di sini juga?
Thomas Oderron berjalan ke arah Vyvy dan berhenti tepat di depan jalannya.
Vyvy Shen yang berjalan maju sambil menundukkan kepala ke bawah tiba-tiba dia melihat sepasang sepatu mengkilap berhenti di depannya, disertai aroma cologne yang akrab bercampur dengan asap rokok menarik perhatiannya. Dia mengangkat kepalanya dan terkejut seketika. "O ... CEO Oderron ... "
Untuk kedua kalinya, Thomas merangkul pinggang mungil itu ke dalam pelukannya yang hangat
"CEO ..." pada saat yang sama, Thomas hendak membungkuk dan ingin mencium bibir Vyvy Shen. Tapi saat mendekat, Thomas berhenti dan dengan jarak yang sangat dekat sehingga Vyvy bisa mencium sensasi asap rokok Thomas padanya, dan itu membuat kepalanya pusing.
"Kita benar-benar ditakdirkan untuk satu sama lain, Sekretaris Shen!" Thomas tersenyum menawan pada Vyvy. "Ah, dimana pacarmu? Yang mana di antara orang-orang di luar sana? Aku sangat penasaran dengannya karena kau berani melarikan diri dariku. Perkenalkan aku padanya sebagai atasan sekaligus rivalnya Sekretaris Shen!"
Mata Vyvy Shen langsung melebar dan dengan susah payah dia menelan ludahnya. "CEO, anakku ..... ahh pacarku ada di luar menungguku, kau harus segera melepaskanku, kalau tidak aku akan berteriak di sini!"
"Berteriak untuk apa?" Thomas tiba-tiba merangkul pinggang Vyvy dan langsung membawa Vyvy ke toilet wanita.
"Kenapa cabul ini ada di sini? Dan bagaimana dia bisa punya pikiran untuk membawaku ke toilet wanita? Akankah dia akan menciumku lagi kali ini?" Vyvy bertanya pada pikirannya.
"Oke berteriaklah! Kau boleh berteriak sekarang!" Thomas berkata dengan suara dingin dan menekan Vyvy ke pintu toilet. Mata Thomas membuat Vyvy menggigil dan sepertinya dia mencoba menggertak Vyvy lagi.
Sementara keadaan Vyvy Shen telah berubah menjadi situasi tak berdaya di bawah lengan Thomas.
Pandangan mata Thomas menatap tajam ke arah Vyvy.
"Dasar cabul, ini toilet wanita" akhirnya Vyvy bisa mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Putus dengan pacarmu! Sekarang! Saat ini juga! Apa kau mengerti maksudku?" dari nada bicaranya, Thomas memberi peringatan serius pada Vyvy.
Sedangkan Vyvy merasa sangat takut karena Thomas tampak seperti akan menelannya hidup-hidup.
Vyvy berpikir jika dia benar-benar punya pacar maka Thomas tidak punya hak untuk memerintah agar dia putus dengan pacarnya.
Dan kenapa juga Thomas ada di sini? Kenapa Thomas harus datang ke sini? Apa yang ingin dia lakukan padaku? Vyvy menjadi bingung sendiri dengan sikap Thomas.
Thomas tersenyum dengan cara yang aneh. Dia belum bisa memberi tahu alasan mengapa dia meminta Vyvy untuk segera putus dengan pacarnya.
Saat ini Thomas menunggu respon Vyvy sambil menatap wajah mungil wanita di depannya. Suasana hati Thomas tiba-tiba ceria saat melihat kegelisahan Vyvy.
"CEO, tolong biarkan aku pergi sekarang, kenapa kau melakukan ini padaku?"
"Apa yang aku lakukan?" Thomas Oderron begitu geli mendengar Vyvy berbicara. Dia menambahkan lebih banyak kekuatan ke kedua tangannya agar bisa mengunci Vyvy lebih erat di lengan kekarnya. Yang ada dipikiran Thomas saat ini, Jangan biarkan Vyvy bergerak sama sekali.
Thomas menunduk dan hampir mencium Vyvy. Dia sangat suka melihat Vyvy gugup, seolah-olah perasaan ini sangat baik untuknya.
"Oh begitu ya? Kalau begitu panggil dia! Biarkan dia datang ke toilet wanita ini untuk melakukannya!" Thomas menampilkan tawa jahatnya
Vyvy Shen dengan sedih menutup matanya, kesombongan di dalam dirinya mulai goyah, "Kau ... kau ... bagaimana kau bisa begitu nakal, kau adalah seorang CEO namun kau bertindak seperti ini!"
"Putus dengan pacarmu!" Thomas terus mengatakannya
"Tidak!"
"Putuskan dia atau tidak ... ?" tangan Thomas yang merangkul pinggang Vyvy mulai mengencang dan Vyvy langsung berteriak
"Aku akan putus, oke aku akan putus dengannya!"
__ADS_1
Nah, melihat Vyvy seperti itu tujuan Thomas telah dicapai.
Vyvy berada di lengan Thomas sekarang, tapi Thomas menginginkan lebih dari sekedar ciuman ..... seperti kenangan lama yang mereka lakukan di vila Thomas lima tahun yang lalu.
Vyvy Shen telah mengutuk terus-menerus di dalam hatinya "CEO Sialan, CEO sesat"
Thomas tiba-tiba menghentikan aksinya, memandangi wajah wanita mungil di depannya, sejenak dia merasa geli, "Oke, sekarang pergi dan lakukan, katakan pada pria yang menunggumu di luar kau menginginkan perpisahan! Ingat kau sudah menjadi milikku!" Thomas memberikan perintahnnya dan sebuah kecupan singkat di bibir Vyvy yang lembut.
Vyvy Shen sangat terkejut namun dia mengangguk dengan cepat. "Baiklah, biarkan aku pergi dulu!"
Thomas akhirnya melepaskan tangannya yang dari tadi merangkul pinggang Vyvy. Kemudian dia sedikit menundukkan tubuhnya dan menjatuhkan ciuman di punggung tangan Vyvy. Dan pada saat ini dia telah kembali menjadi seorang pria yang sopan. "Bagus sayang, aku pasti akan memberikan kebahagiaanmu di waktu yang tepat!"
Kata-kata Thomas memiliki makna yang membuat Vyvy semakin bingung.
"Wanita ini benar-benar membuatku sakit kepala. Kucing kecil bermain liar dan mencoba untuk melompat lagi. Mari kita lihat berapa lama kau bisa berlari menghindariku!" kata Thomas dalam diam
Pada saat Thomas Oderron keluar, Vyvy Shen sudah pergi untuk menemui Sarah.
"Sarah, tiba-tiba aku menerima telepon dari bosku. Dia menyuruhku untuk kembali ke kantor. Kau makan dengan Shendy dan aku akan pergi dulu! Tolong antarkan anakku pulang dengan selamat nanti." Vyvy berbicara dengan sahabatnya dan langsung pergi meninggalkan restoran.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like and coment, sama beri vote juga yaa biar author semangat nulisnya. Maaf apabila ada kesalahan penulisan di novel ini 😄❤❤❤