Mata Hatiku

Mata Hatiku
24. Liburan Bersama


__ADS_3

"Kesana yuk!" Ajak Sasa sambil menunjuk bibir pantai.


Beberapa wisatawan asyik bermain terlihat sedang menikmati liburan mereka. Ada yang naik banana boat, berenang, duduk bersantai dan pastinya bagian yang paling disukai Joy. Apalagi kalau bukan bule-bule seksi yang berjemur di pinggir pantai.


Mereka berjalan mendekati bibir pantai. Sasa berjalan bergandengan tangan dengan Naira. Sedangkan Zain masih berdiri ditempatnya dengan wajah sedikit sedikit masam.


Rencananya mengajak Naira liburan berdua tapi yang datang se RT. Naira juga, bisa-bisanya nggak peka malah keasyikan bersama mereka membuat Zain masam.


"Hhhhhhh!" Menghela napas sambil bertolak pinggang.


Zain merogoh saku celananya yang selutut mengeluarkan selembar kertas yang kusut itu. Dengan perasaan kesal meremas kertas itu dengan kedua tangannya lalu melemparnya ke pasir.


Selama sebulan lamanya dia menyimpan brosur bersama dengan tiket liburan gratis yang dia dapat dari kantor demi menemukan waktu yang tepat bersama Naira.


Tapi ujung-ujungnya tetap saja tidak bisa menikmati momen berdua.


Zain berjalan menghampiri mereka. Joy, Sasa dan Rio sedang berenang sementara Angga dan Naira sedang duduk menikmati hembusan angin pesisir.


Suara ombak kecil yang berkejaran berpadu dengan suara bising para pengunjung menjadikan pendengaran Naira lebih berwarna dan beragam.


Suara-suara indah itu sudah lama tidak ia dengar. Rasanya sangat bahagia bisa kembali menikmati tempat terbuka itu.


Zain duduk tepat di samping kanan Naira, sementara Angga sedari tadi duduk di sebelah kiri Naira.


"Za nggak berenang?" Tanya Angga menatap Zain diikuti Naira yang menoleh merasakan keberadaan Zain disampingnya.


"Lagi malas!" Balasnya datar membuat Angga menunggingkan senyum kecil sementara Naira hanya menyimak.


"GA AYO BERENANG!!" Panggil Joy berteriak sambil melambaikan tangan dan Angga pun berlari ke tengah.


"Aaaaaaa!" Teriaknya berlari lalu melompat dengan keras "JLUB!!!" membuat percikan gelombang air membasahi wajah Joy, Sasa dan Rio.


"Anggaaa!" Teriak Joy dan Sasa kompak sementara Rio terlihat mengusap wajahnya.


"Hahaha!" Kekeh Angga yang masih mengambang hanya memperlihatkan kepalanya.


"Jleb!"


"Jleb!


Jleb!"


Joy dan Sasa kompak memercikan air ke wajah Angga lalu disusul oleh Rio.


"Duh..aduhh ampun!" Angga mengangkat kedua tangannya menutupi wajahnya lalu berdiri tegap.


"Hehehh!" Kekeh Naira mendengar kegaduhan mereka. "Kayaknya seru yah?" Lirihnya.


"Heheh iya bener!" Balas Zain yang juga terkekeh melihat tingkah mereka.


"Naira Zain, sini!" Panggil Sasa.


"Nggak ah!" Balas Naira sedikit berteriak.


Joy dan Sasa saling melirik, lalu dengan cepat berlari menarik kedua temannya.


"Ra Ayo!" Ajak Sasa.


"Tapi sa..." belum sempat melanjutkan perkataannya Sasa sudah menarik lengannya sehingga tidak punya kesempatan menolak.


Begitu juga dengan Joy yang menarik paksa Zain. "Nggak Joy!" Ucapnya saat Joy menarik lengannya.


"Udah Ayo!" Joy menggandeng tangan Zain ke tengah sementara yang digandeng pasrah.


Naira menggenggam kuat tangan Sasa, dadanya sedikit berdebar perlahan merasakan dinginnya air laut membasahi telapak kakinya yang semakin lama semakin terasa tinggi.


"Gimana, enakkan Ra?" Tanya Sasa dan Naira hanya mengangguk mengulas senyum.


Sementara Joy juga sudah berhasil membawa Zain bergabung dengan mereka.

__ADS_1


***


"Jleb!" Angga dan Rio tiba-tiba memercikan air ke wajah Naira dan Zain.


"Ah!" Naira dan Zain terkejut.


Zain mengusap wajahnya lalu membalas memercikan air ke mereka, begitu juga dengan Naira.


"Jleb! Jleb! Hahahah" Zain Naira kompak.


"Yaaaa... Jleb! Jleb!" Balas Rio diikuti yang lain


"Hahahahh!" Kompak.


"Jleb! Jleb! Jleb!


"Hahahah!"


Mereka bermain air sambil tertawa lepas bersama seakan tidak ada beban. Joy naik ke punggung Angga, sementara Sasa bersama suaminya begitu juga dengan Naira yang berada dibelakang Zain.


Mereka tiba-tiba terbagi menjadi 3 tim sambil bermain, saling memercikkan air sekalian berenang bersama.


Di bawah trik sinar sang surya menghiasi langit biru dengan hiasan awan putih, mereka menikmati indahnya suasana air laut, bermain dia tengah gulungan ombak kecil.


Setelah beberapa tahun Naira baru merasakan lagi bermain dalam air bersama. Sementara Zain, dia orang yang jarang liburan ke pantai apalagi berenang bersama.


Tapi kali ini dia terlihat menikmati kebersamaan mereka. Joy dengan girangnya melompat, berenang sementara Sasa dan Rio terlihat sangat menikmati seakan merasakan bulan madu kedua meskipun ditemani teman-temannya tapi justru memberikan warna yang berbeda.


Bahkan Angga yang terkesan cuek sering memasang wajah datar, hari itu terlihat sangat bahagia. Keceriaannya menyerupai Joy yang selalu terlihat senang setiap hari.


***


Setelah puas bermain yang menghabiskan tenaga, mereka beristirahat sambil menikmati segarnya kelapa muda.


Naira terlihat sedang duduk di kursi kayu berteduh dibawah payung khas pantai. Badannya bergetar merasakan hembusan angin. Bajunya belum sepenuhnya kering membuatnya merasa kedinginan.


Naira memegang kelapa mudanya dalam keadaan bergetar dan...


"Bagaimana? Sudah lebih baik?" Tanya Zain serak sambil merapikan handuk menutupi badan Naira.


Naira menatap bayangan putih keabu-abuan bak lensa berembun di depannya. Hatinya menghangat seketika merasakan bayangan wajah Zain yang cukup dekat dengannya.


"Terima kasih!" Lirihnya mengulas senyum begitu juga dengan Zain tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.


Bahkan dirinya dalam keadaan basah dan kedinginan tapi masih bisa memperhatikan Naira. Cintanya untuk Naira begitu besar bahkan sejak pertama melihatnya dan mungkin akan terus membesar seiring berjalannya waktu.


***


Sementara disisi lain, ada Sasa yang menunggingkan senyum kecil melihat mereka sambil menikmati kelapa muda. Sasa bersama yang lainnya sengaja duduk lebih jauh agar bisa memberikan ruang untuk kedua sejoli itu.


"Kakak bisa lihat kan bagaimana perhatiannya Zain ke Naira?" Sahut Joy.


"Yah cukup mengesankan!" Balasnya membuat Joy mengerutkan dahi.


"Bukan cukup kakak tapi sangat mengesankan! Asal kak Sasa tahu yah Zain itu jatuh cinta sama Naira sejak pandangan pertama!" Jelasnya mendukung Zain.


"Oh yah?" Sasa terkejut menoleh melihat Joy sementara Joy hanya mengangguk.


"Udahlah baby! Zain itu mungkin memang yang terbaik buat Naira." Sambung Rio.


Sementara Angga tidak ikut dalam pembicaraan, dia terlihat sibuk dengan kelapa mudanya sambil menikmati suasana di pantai mengamati orang-orang sekitar.


Tidak ada ucapan serius keluar dari mulutnya kala yang lain sedang sibuk membahas keseriusan Zain kepada Naira. Saat itu jiwa Joy dan Angga seakan tertukar beberapa saat.


"Nggak bisa dong baby! Inikan baru awal, baru satu kebaikan yang terlihat dan aku butuh banyak bukti!" Balasnya menatap suaminya.


"Zain itu tipe setia kak. Buktinya ada banyak cewek cantik yang berpakaian seksi lalu lalang, bahkan beberapa bule hanya mengenakan bikini. Dada menonjol, bokong montok, lekukan badan yang sempurna terlihat seksi." Ucapnya sambil menatap gadis-gadis seksi yang dimaksud.


"Tapi dia nggak lirik sama sekali kan?" Sambungnya masih melotot melihat para bule bikini itu.

__ADS_1


***


"Duh...aduh duh..." Ringisnya saat tangan Sasa menjewer telinganya.


"Menjelaskan boleh tapi liatnya biasa aja!" Ucap Sasa melepaskan jeweran.


Joy menggosok telinganya yang memerah "kira-kira dong kak kalo jewer. Gimana kalo telinga gue copot?" Ketusnya melirik Angga yang acuh tak acuh sementara Zain sibuk dengan dunianya.


Kali ini Angga tidak menjewernya, tapi ada Sasa yang menggantikan. Dulu ada Zain yang selalu membelanya, tapi kali ini dia sibuk memperhatikan Naira. Sepertinya Dewi Fortuna sedang tidak berpihak kepadanya saat itu.


***


Sasa dan Naira sedang duduk menghadap bibir pantai sambil memejamkan mata menikmati sinarnya senja yang perlahan menyinari pesisir merasakan hembusan angin menerpa menerbangkan helaian rambutnya.


***


"Senja!" Suara serak terdengar tiba-tiba, mengejutkan dalam keheningan membuat Naira mengulas senyuman lebar.


"Matahari mulai tenggelam, sinarnya yang berwana jingga terlihat indah menghiasi pesisir pantai." Sambungnya sambil duduk di samping kiri Naira.


Sementara Sasa yang duduk di samping kanan Naira perlahan membuka matanya, menatap raut Zain yang terlihat tenang sama seperti raut Naira.


"Gulungan ombak kecil saling berkejaran, angin bertiup menggoyangkan pohon kelapa. Dan.. beberapa burung terbang diatas laut menikmati kebebasannya."


Zain menatap lekat wajah Naira yang tersenyum masih memejamkan mata. "Kamu bisa melihat keindahannya kan?" Tanyanya dengan lirih sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipi serta mata sipitnya yang hampir tertutup.


Naira perlahan membuka matanya, menoleh ke arah Zain, bayangan kecoklatan yang samar menyambutnya.


"Benar-benar indah. Terima kasih!" Lirihnya mengembangkan senyum.


Keduanya saling tersenyum selama beberapa saat merasakan bunga-bunga yang bermekaran di hati. Sampai lupa kalau ada Sasa yang ikut tersenyum bahagia menatap mereka.


***


"E'hem!" Deheman iseng dari Sasa membuyarkan mereka sontak saling menarik pandangan.


Naira sedikit menunduk malu, sementara Zain spontan terlihat menggaruk kecil kepalanya yang tidak gatal melirik ke arah Sasa sedikit malu-malu. Lalu dengan cepat mengalih pandangannya menghindari kontak mata dari Sasa dan...


Zain semakin terlonjak ketika melihat Angga, Joy dan Rio yang juga duduk di sampingnya. Saking asyiknya menatap wajah Naira, sampai tidak menyadari kehadiran mereka.


"Ka..kalian di sini ternyata?" Lirihnya sedikit terbata tertunduk malu dan hanya di balas anggukan oleh mereka.


Wajah Zain memerah, terlihat grogi di depan teman-temannya.


***


"Minum dulu!" Sahut Rio menyodorkan minuman kaleng dan langsung diambil olehnya.


Saat ini mereka sedang duduk menghadap pantai menikmati sunset sambil meneguk minuman.


***


"Terima kasih yah! Kalian sudah membawaku ke tempat ini. Selama 2 tahun ini, aku bahkan hampir lupa seperti apa rasanya berada di pantai." Ucap Naira di tengah keheningan saat itu.


Sasa dan Zain menatap wajah Niara yang terlihat sendu.


"Akan ada lebih banyak tempat yang indah di hari esok untuk mu!" Balas Zain masih menatap Naira.


"Aku juga akan selalu menemani mu!" Sambung Sasa membuat Naira mengulas senyum.


"Kami juga!" Celetuk Joy membuat Zain dan Sasa meliriknya.


"Maksudku.. aku, Angga dan kak Rio! iyakan?" Sambungnya melirik Angga dan Rio bergantian.


Angga dan Rio kompak mengangguk "iya!"


"Terima kasih!" Balas Naira menoleh ke sumber suara, mengulas senyum begitu juga dengan yang lainnya.


"Oh yah kalian kok bisa barengan di sini sih?" Tanya Zain yang sedikit penasaran.

__ADS_1


"Em... It..uuu." Joy sedikit ragu-ragu.


Bersambung....


__ADS_2