
Pada akhirnya, Ros pergi sendirian ke pesta pernikahan Dewa. Karena setelah penjelasan panjang lebar yang ia berikan, akhirnya bisa membuat pak Jaka paham juga.
Hari ini, Ros datang ke pesta dengan dandanan yang sangat cantik. Dengan balutan gaun putih yang mewah, di tambah perhiasan yang tersusun dengan indah di tubuhnya. Ros benar-benar membuat kagum semua mata yang melihat dia saat ini.
Gedung pernikahan kelas dua yang menjadi tempat resepsi dari pernikahan Dewa dan Eva terlihat sangat ramai sekarang. Kemungkinan, pesta pernikahannya masih belum di mulai. Karena masih ada banyak tamu yang baru datang memasuki gedung tersebut.
Ros yang baru tiba, tidak langsung turun dari mobil. Ia malah memperhatikan sekeliling dengan seksama.
"Ho ... ternyata gedung kelas dua yang mas Dewa sewa untuk acara resepsi pernikahannya dengan perempuan itu. Cukup bernyali besar juga mas Dewa ternyata. Tidak mikir soal banyak uang terbuang hanya untuk merayakan pernikahannya dengan perempuan itu."
Entah kenapa, Ros malah langsung teringat akan masa lalunya saat menikah dulu. Dewa tidak memberikan dia resepsi pernikahan kecil sekalipun. Mereka hanya menikah di kantor KUA saja. Setelah itu, pulang ke rumah layaknya bukan pengantin baru.
'Hah ... rasanya tidak adil sekali kamu padaku, mas. Kamu menikah dengan perempuan itu dengan pesta yang sangat megah. Bahkan, sampai rela menghabiskan banyak uang untuk menyewa gedung kelas dua sebagai tempat resepsi. Uh ... berarti, aku tidak kejam dong sama kamu kalo hari ini aku merusak pesta pernikahanmu. Karena sebelumnya, kamu terlalu kejam padaku, kan?' Ros bicara dalam hatinya.
Ia tarik napas dalam-dalam. Lalu, dia turun dengan anggun dari mobil tersebut. Seketika, sorot mata kagum pun langsung tertuju padanya.
__ADS_1
Ros tidak ingin menanggapi tatapan itu. Dia tetap berjalan dengan anggun untuk masuk ke dalam. Karena tujuannya saat ini hanya satu, merusak hari bahagia Dewa sebagai balasan atas apa yang sudah Dewa lakukan padanya.
Terkesan cukup kejam memang. Bahkan, terasa cukup jahat juga. Tapi, Dewa sungguh pantas mendapatkannya. Setelah semua yang Dewa perbuat pada Ros yang tulus, yang begitu sabar mengabdikan hidup sebagai istri. Dewa malah mengabaikan Ros begitu saja. Tidak hanya mengabaikan, Dewa malah menyakiti Ros dengan banyak cara. Karena itu, hukuman yang akan Ros berikan hari ini itu cukup wajar untuk Dewa dapatkan.
Ketika Ros sudah tiba di dalam gedung, dia malah langsung di sambut oleh mantan mama mertuanya. Si mantan mama mertua langsung melabrak Ros dengan kata-kata kasar meskipun diucapkan dengan nada pelan.
"Kamu? Kenapa datang ke sini, ha? Siapa yang mengundang kamu buat menghadiri pesta pernikahan anakku?"
Pertanyaan itu masih belum sempat Ros jawab. Eh, si mantan mama mertua malah kembali bicara. "Ah, jangan bilang kamu tidak bisa hidup tanpa anakku, Roslin. Karena jika pun iya kamu katakan begitu, anakku tidak akan pernah mau balikan sama kamu lagi. Dia sudah punya pasangan yang selaras dengannya."
Ros masih tetap diam. Dia akan bersabar mendengarkan ocehan mantan mama mertua yang sudah lama tidak ia dengarkan sejak ia meninggalkan Dewa. Jika ditanya ia kesal atau tidak, tentu saja jawabannya sudah jelas. Dia kesal akan ocehan itu.
Tapi, karena ini adalah tempat umum yang didatangi banyak orang. Maka dia harus tetap menjaga imejnya. Jangan sampai terlihat kasar hanya karena rasa kesal yang saat ini ia rasakan. Lagipula, kesal itu juga akan terbayar nantinya. Setelah ia membuka jati diri Eva di depan semua orang. Karena Ros yakin, mantan mama mertuanya ini akan sangat terguncang saat mengetahui siapa menantunya yang sesungguhnya.
"Lagian, kedudukan kamu yang hanya baru muncul sebagai orang kaya saat ini tidaklah terlalu membanggakan. Karena Eva menantuku jelas tidak lebih baik dari kamu. Dia adalah perempuan terbaik untuk Dewa. Jadi, jangan berharap hari ini kamu bisa merusak acara resepsi anakku, ya Ros."
__ADS_1
"Tante ... aku datang bukan untuk mengacau kok. Aku datang karena undangan yang menantu mu berikan. Ini surat undangannya," ucap Ros dengan nada lemah lembut sambil memperlihatkan undangan yang Eva berikan waktu itu.
"Menantu tante sangat mengharapkan aku datang. Makanya aku datang hari ini. Ya meskipun sebenarnya, aku sedang sangat sibuk, tapi karena aku sangat berharga untuk menantu tante, maka aku terpaksa hadir."
"Jangan bicara tanpa ada rasa malu sedikitpun, Roslin. Eva mengundang kamu datang, itu bukan karena kamu terlalu penting untuknya. Melainkan, karena dia ingin memperlihatkan padamu kalau yang cocok untuk Dewa itu adalah dia."
"Ah, dapat bekas aku kok malah bangga. Dewa itukan sudah bekas aku tante. Lagian, mana berartinya Dewa sekarang untukku. Harusnya ia sadar akan hal itu, bukan?"
"Lancang kamu, Roslin! Seenaknya kamu bilang anakku itu adalah bekas mu. Jangan lupa, dia menikahi kamu hanya sebagai seseorang yang ia manfaatkan saja. Bukan sebagai istri yang sesungguhnya."
"Jangan bicara keras-keras, tante. Tante gak ingin orang banyak tahu bagaimana sikap anak tante padaku, bukan? Atau ... tante memang ingin orang lain tahu seperti apa Dewa memperlakukan aku?" Ros bicara dengan nada pelan di kuping mantan mama mertuanya.
Mama Dewa yang kesal, tapi tidak bisa melakukan banyak hal, hanya bisa mundur. Dengan kesal dia berkata dalam hati. 'Kamu bisa tertawa sekarang. Tapi tetap saja, kamu sudah kalah sebelumnya, Roslin. Anakku tidak memilih kamu. Sejak awal, kamu hanya perempuan yang kami manfaatkan saja.'
Begitulah akhirnya Ros bebas dari mantan mama mertuanya. Ia pun langsung memasuki aula utama pesta, di mana pelaminan ada di sana. Ros tersenyum kecil ketika melihat Dewa dan Eva yang begitu bahagia.
__ADS_1