
Malam harinya, Winsty langsung datang ke kediaman Brawijaya untuk menghasut mama Rahan lagi. Dengan bukti palsu yang dia buat, dia akan memfitnah Ros agar mama Rahan tidak suka pada Ros. Dan tentunya, karena rasa tidak suka itu, Winsty bisa mendapatkan bantuan dari mama Rahan untuk melaksanakan rencana yang sudah ia bicarakan dengan Eva sebelumnya.
"Lihatlah, Tante! Aku punya bukti kalau Ros bukanlah perempuan baik-baik. Dia sudah bercerai dengan suaminya, tapi malah berhubungan dengan mantan suaminya lagi. Dan yang paling parah, dia malah langsung menjadi orang ke tiga dari pernikahan mantan suaminya. Kan kasihan istri sah suaminya yang sekarang, tante."
Winsty bicara dengan nada rada sedih yang dibuat-buat. Dia juga menyodorkan ponsel yang di sana ada berbagai foto Ros dengan Dewa.
Karena foto itu, tentu saja mama Rahan langsung percaya. Namanya juga orang tua yang masih belum terlalu kenal dengan calon menantunya. Tentu saja dia langsung termakan omongan Winsty yang sudah lama ia kenal sebagai anak baik yang sabar juga punya sikap lemah lembut selama ini.
"Ya Tuhan. Benarkah apa yang kamu katakan itu, Win? Bagaimana mungkin Rahan bisa dekat dengan wanita seperti ini? Dan, bagaimana pula Rahan bisa tidak mengetahui kebusukan perempuan ini?"
"Tante, jangan lupa dengan keberadaan oma Rita dong. Ros itu adalah bagian dari keluarga Muroja. Tentu saja oma Rita tidak akan membiarkan kak Rahan tahu akan hal buruk tentang Ros. Dan bayangkan, niat oma Rita selama ini seperti apa!"
Mama Rahan pun kembali termakan kata-kata Winsty. Dia yang cukup tahu kelemahan mama Rahan, tentu langsung menggunakan senjata itu buat menyerang orang tua tersebut.
"Tante, Ros adalah bagian dari oma Rita. Mereka mungkin akan mengambil kak Rahan agar mereka bisa memiliki seluruh harta keluarga Brawijaya yang terkenal ini. Karena itu, sebagai mama dari kak Rahan, tante harus bersikap tegas. Halangi pernikahan ini, tante. Dengan begitu, keluarga Brawijaya akan terselamatkan."
Mama Rahan terdiam dengan kata-kata itu. Tapi, benaknya langsung membenarkan apa yang Winsty katakan.
"Kamu benar, Win. Mereka pasti sedang merencanakan hal buruk yang seperti kamu katakan barusan. Tapi ... tante harus melakukan apa agar bisa mencegah pernikahan antara Rahan dengan perempuan itu, Winsty? Tante tidak tahu harus ngapain sekarang."
Winsty tersenyum kecil. Tapi, dalam hati ia tertawa karena pancingnya sudah di makan oleh ikan. Sama seperti yang ia harapkan.
"Aku juga tidak tahu pasti, tante. Tapi, aku punya satu cara agar kak Rahan dan Ros tidak menikah."
__ADS_1
"Cara? Cara apa? Katakan cepat sekarang juga!"
Dengan bahagia, Winsty mengatakan rencana yang sudah ia bicarakan dengan Eva sebelumnya. Lebih tepatnya, Eva yang mengatakan rencana itu pada Winsty. Yaitu, rencana menjebak Rahan tidur dengan Winsty sebelum lamaran itu terjadi.
Dengan cara itu, Rahan mau tidak mau harus menikah dengan Winsty. Karena dia sudah menodai perempuan lain, Ros juga tidak akan menerima lamaran dari Rahan jika Rahan bersikeras untuk melaksanakan lamaran tersebut.
Saat rencana itu Winsty katakan, mata mama Rahan langsung melebar. Dia cukup kaget dengan rencana tersebut. Namun, dia juga yakin jika rencana itu pasti akan berhasil. Setidaknya, pernikahan Rahan dengan Ros mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
"Bagaimana tante? Rencana ini bagus, bukan?"
"Iya. Rencana ini bagus, Win. Tante yakin kalau kita pasti akan berhasil dalam rencana ini."
Keduanya pun langsung sama-sama tersenyum. Selanjutnya, tanpa membuang banyak waktu, mama Rahan langsung bersiap-siap untuk menjalankan rencana tersebut.
Namun, ada yang tidak mama Rahan ketahui di kediaman utama ada begitu banyak mata-mata Rahan yang berkeliaran. Itu adalah para pelayan yang hampir semuanya memihak pada Rahan dan papanya. Karena kebetulan, mereka tidak menyukai Winsty. Karena perempuan itu terkesan sombong dan suka bertingkah semaunya. Dia juga terlihat sok berkuasa layaknya orang yang benar-benar punya kedudukan tinggi. Karena itu, para pelayan sangat tidak menyukai Winsty.
"Sudah aku duga, perempuan itu datang pasti akan membawa pengaruh buruk. Terutama buat mama." Rahan berucap dengan nada kesal penuh dengan amarah.
Tapi, dia tidak akan memperlihatkan amarahnya secara langsung sekarang. Karena Rahan ingin memberikan Winsty pelajaran yang tidak akan ia lupakan selamanya.
"Lalu ... apa yang harus saya lakukan sekarang, tuan muda?" Pelayan yang sebelumnya menyampaikan berita yang ia dengar langsung bertanya.
"Tidak ada. Jangan melakukan apapun di kediaman utama. Bersikap saja layaknya kamu tidak tahu apa-apa. Karena aku yang akan memberikan perempuan itu pelajaran."
__ADS_1
"Baik, tuan muda."
Setelah pelayan itu pergi, Rahan terus menatap lurus ke depan. 'Selama ini, aku masih diam dan terus membiarkan Winsty melakukan apapun karena aku masih menghormati kakaknya. Tapi sekarang, dia sudah sangat jauh bertidak. Membuat rasa sabar yang aku punya langsung terkikis habis. Karena itu, maafkan aku Raulin. Adikmu tidak akan bisa aku maafkan lagi.'
...
Malam hari berikutnya, pesta kecil-kecilan yang mama Rahan siapkan akhirnya berlangsung. Tidak terlalu ramai karena pesta itu hanya sebuah alasan agar bisa menjalankan rencana yang sudah mereka bicarakan.
Yang jelas, Winsty juga ada di sana karena dia datang dengan alasan untuk membantu mama Rahan menyiapkan pesta tersebut. Rahan yang sudah tahu akan rencana yang akan mamanya lakukan, tentu langsung berpura-pura tidak keberatan dengan kehadiran Winsty tersebut.
Mereka pun menikmati pesta selama beberapa puluh menit saja. Karena detik berikutnya, mereka yang menghadiri pesta langsung pingsan akibat obat tidur yang di campur si mama dalam minuman.
"Ya Tuhan, tante. Rencana ini ternyata lebih mudah dari yang aku bayangkan. Mereka semua pingsan karena obat tidur."
"Iya, semua ini tidak akan terjadi jika Rahan dan papanya tidak dalam suasana hati yang sangat bahagia. Karena mereka pasti akan langsung menolak pesta yang tante ajukan."
"Tante memang hebat. Sekarang, ayo laksanakan rencana kita, tan."
"Hm." Mama Rahan berucap sambil menganggukkan kepalanya.
Mama Rahan langsung memanggil dua penjaga yang sebelumnya sudah dia ganti dengan penjaga bayaran dari luar. Kemudian, mereka dimintai untuk memindahkan Rahan ke kamar yang berada tak jauh dari tempat pesta di adakan.
Namun, siapa sangka jika dua penjaga bayaran itu adalah orang yang Rahan bayar dengan harga yang lebih tinggi. Jadinya, dua pelayan itu malah bekerja untuk Rahan, bukan untuk mamanya.
__ADS_1
Kedua penjaga malah membius Winsty dan mama Rahan secara diam-diam hingga keduanya ikut pingsan. Rahan yang sebelumnya berpura- pura pingsan, tentu saja langsung bangun.