Mawar Putih Berubah Merah

Mawar Putih Berubah Merah
*Episode 29


__ADS_3

"Tapi, Va. Kamu sudah meninggalkan dia waktu itu. Kenapa kamu mau kembali lagi padanya? Aku kurang apa buat kamu, Evaliana?"


"Kamu kurang mapan, Darius. Lagian, saat itu aku juga mengikuti kamu bukan karena cinta kok. Aku hanya pergi karena kamu lebih punya kedudukan dibandingkan dia."


"Tapi sekarang sudah berbeda. Kak Dewa sudah punya kedudukan yang lebih tinggi dari kamu. Karena itu, aku akan kembali padanya. Menikah, lalu menjadi istrinya yang baik. Yang bisa hidup dengan tenang dengan semua uang yang bisa ia hasilkan dari kerja kerasnya."


"Lalu ... bagaimana dengan benihku yang ada di dalam rahimmu saat ini, Eva? Apa kamu juga akan mengatakan itu anak Dewa?"


"Bodoh! Bicara apa kamu, Darius? Aku sudah menggugurkan benih kamu yang ada dalam rahimku sebelumnya. Karena aku tidak mungkin membawa benih itu saat hidup bersama kak Dewa."


"Apa! Kamu sudah membunuh calon anakku, Eva! Bagaimana mungkin kamu bisa sekejam itu. Dia itu .... "


"Cukup! Jangan dengarkan lagi! Ini semua tidak benar. Ini semua adalah fitnah saja. Itu bukan aku! Bukan!" Eva pun langsung menggila sekarang.


"Semua adalah bohong! Bohong! Ini semua adalah kebohongan yang di buat oleh perempuan ini karena dia benci padaku," ucap Eva sambil menunjuk ke arah di mana Ros berdiri sebelumnya.


Sayang, saat ini, Ros yang dia katakan tidak lagi ada di tempat tersebut. Tempat itu sudah kosong. Sedangkan Ros sendiri, tidak terlihat di manapun.


"Apa yang baru saja dia katakan? Dia ingin menyanggah dengan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sudah terbukti dengan sangat jelas?" Seorang tamu langsung berucap.


Sementara yang lain pun langsung angkat bicara. "Benar. Dia tidak ingin mengakui kesalahan yang sudah dia perbuat. Perempuan berwajah iblis. Sungguh menakutkan."


Begitulah omongan para tamu yang langsung menganggap Eva tidak baik karena sudah melihat semua kelakuan Eva dari vidio yang baru saja diputar.

__ADS_1


"Tidak! Tidak! Ini semua tidak benar. Itu bukan aku. Bukan!"


"Kak Dewa. Tolong dengarkan penjelasan ku, kak. Semua ini tidak benar, kak Dewa. Kamu ...."


Dewa yang sangat terpukul sebelumnya, sampai tidak bisa menggerakkan tubuh akibat kenyataan yang baru saja ia saksikan, kini sudah mulai sadar akan keadaan. Amarah yang memuncak membuat Dewa langsung menepis tangan Eva yang saat ini sedang memegang lengannya.


"Ternyata, inilah wajahmu yang sesungguhnya, Va. Sungguh seperti buah mangga yang busuk. Cantik diluar, tapi menggerogoti di dalamnya. Laknat!"


Plak! Sebuah tamparan langsung mendarat. Itu bukan dari Dewa. Melainkan, dari mama Dewa yang juga baru sadar dari rasa kaget yang menguasai diri.


"Perempuan ***- *** yang tidak tahu malu. Kamu tidak lebih berharga dari sampah yang tidak berguna! Berani sekali kamu membohongi anakku."


Eva pun langsung dihajar lagi oleh mama Dewa dengan cara menjambak rambut, memukul bahu, menampar wajah dengan keras, dan masih banyak lagi yang Eva terima. Seperti itulah Eva diperlakukan sangat kasar oleh mama Dewa sesuka hati selama beberapa waktu. Hingga datang pihak keamanan yang langsung melerai pertikaian tersebut.


Sementara Dewa sendiri, dia yang awalnya diam saja atas sikap sang mama, kini langsung ikut memarahi Eva. Itu semua karena Eva sudah membongkar semua kebusukannya di depan semua tamu.


Pesta pernikahan Dewa dan Eva pun hancur berantakan. Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia buat keduanya, kini malah menjadi hari yang paling menyedihkan.


Mama Dewa karena tidak kuat menahan amarah yang tidak bisa ia salurkan, langsung terkapar pingsan. Dewa yang kaget pun langsung membawa mamanya ke rumah sakit. Para tamu juga langsung membubarkan diri mereka setelah kepergian Dewa.


Eva yang di tinggalkan dengan pakaian berantakan pun langsung berjalan pelan. Entah ke mana ia akan pergi. Yang jelas, dia sangat kesal dan sangat marah sekarang.


"Perempuan sialan! Gara-gara kamu, semua yang sudah susah payah aku dapatkan, langsung lenyap seketika. Kamu akan terima akibatnya kelak! Aku janji itu," ucap Eva sambil terus melangkah.

__ADS_1


Eva dengan gaun yang robek dan rambut yang berantakan, mengundang perhatian para anak-anak yang ada di sekitarnya. Eva diteriaki orang gila oleh anak-anak tersebut sambil di lempari batu-batu kerikil kecil.


"Dasar anak-anak tidak terpelajar! Aku bukan orang gila. Kalian yang anak-anak gila. Kalian tidak diberi pelajaran oleh orang tua kalian."


Ucapan Eva tidak dianggap oleh anak-anak itu. Mereka malah semakin gencar melempari Eva dengan batu. Hingga akhirnya, sebuah batu langsung mendarat di kening Eva. Kening itupun langsung terluka.


"Auh! Anak sialan! Kalian sudah berani melukai aku! Akan aku balas kalian." Eva berteriak sambil berlari untuk mengejar anak-anak itu.


Karena ulah Eva yang persis seperti orang gila, para warga yang melihat hal tersebut langsung melakukan tindakan. Mereka langsung menangkap Eva, lalu mereka bawa ke pihak yang berwajib. Tidak mereka hiraukan tanggapan Eva akan apa yang mereka lakukan. Eva pun di serahkan ke rumah sakit jiwa setelah beberapa saat di tangkap.


"Manusia gila! Berani sekali kalian memperlakukan aku seperti orang gila yang sesungguhnya. Aku tidak gila! Kalian tidak punya mata, hah? Tidak bisakah kalian membedakan orang gila atau bukan?"


Ucapan Eva tidak sedikitpun digubris. Mereka benar-benar menganggap Eva seperti orang gila yang sesungguhnya. Tidak akan menanggapi setiap yang Eva katakan. Hingga pada akhirnya, Eva benar-benar dimasukkan ke dalam kamar rumah sakit jiwa.


"Agh! Bagaimana ini? Aku tidak bisa seperti ini terus. Mereka pasti akan menganggap aku benar-benar gila jika aku terus-terus berteriak pada mereka," kata Eva bicara pada dirinya sendiri.


Sementara itu, rekaman vidio pernikahan Eva dan Dewa yang kacau saat ini sedang sangat terkenal di media sosial. Hampir di semua media sosial, topik pembahasan yang paling panas adalah pernikahan kacau Eva dan Dewa.


"Nona Ros sungguh hebat, nyonya. Dia sudah berhasil menagih hutang pada keluarga mantan suaminya. Pernikahan yang seharusnya bahagia itu langsung kacau berantakan akibat balas dendam nona. Sungguh sangat mengerikan ternyata, jika perempuan sudah bertindak."


Jaka terlihat begitu kagum akan apa yang sudah Ros perbuat pada pernikahan Dewa. Sambil terus memutar ulang vidio yang beredar, dia terus memperlihatkan senyum di bibirnya.


Oma Rita pula masih tidak bergeming. Dia juga sedang sibuk memperhatikan vidio yang ada di ponselnya saat ini. Ada yang janggal bagi oma. Karena itu, dia masih tidak ingin berkomentar saat Jaka mengajaknya bicara soal vidio yang mereka lihat saat ini.

__ADS_1


__ADS_2