Mawar Putih Berubah Merah

Mawar Putih Berubah Merah
*Episode 39


__ADS_3

Obrolan itu berakhir dengan Ros yang masuk ke dalam rumah, lalu menuju kamar.


....


Seperti yang Rahan katakan, dia datang ke kediaman Muroja sebelum pukul tujuh. Ros yang awalnya malas untuk pergi, terpaksa bergerak cepat menyiapkan diri untuk makan malam bersama dengan Rahan.


Dengan dibantu oleh pelayan, Ros menyiapkan diri dengan cepat. Beruntung, hasilnya tidak mengecewakan. Dress hijau tua yang membalut tubuhnya terlihat sangat serasi dengan rambut yang di gerai ke depan. Mutiara putih yang pelayan letakkan juga terlihat sangat indah berpadu dengan make-up sederhana yang memolesi wajahnya.


Ros memang sudah dasarnya cantik. Jadi, sedikit saja sentuhan make-up, maka ia akan terlihat semakin cantik.


Saat dia turun dari kamarnya, Rahan lagi-lagi tidak bisa menghindari pandangan. Meskipun ini bukan yang pertama kali, tapi Rahan tetap terpesona akan kecantikan Ros dengan dandan pesta yang ia kenakan.


"Cantik sekali." Tanpa sadar, kata-kata itu meluncur dari bibir Rahan. Tak ia sadar akan keberadaan oma Rita yang saat ini ada di dekatnya.


"Jika cantik, maka cepat jadikan ia milikmu. Agar tidak ada yang merebutnya duluan."


Seketika, Rahan tersadar akan apa yang ia katakan. Dia pun menoleh dengan wajah malu ke arah oma Rita.


"Eh, oma. Ngomong apa sih, oma?"


"Anak muda zaman sekarang. Cinta, suka, sayang, tapi tidak ingin mengakuinya. Ujung-ujungnya, malah menyesal setelah digaet orang lain." Oma Rita malah terus menyindir Rahan. Tidak ia hiraukan apa yang Rahan katakan sebelumnya.


Sementara Rahan pula, ia semakin terasa malu.


"Oma ngomong siapa sih? Tentunya bukan lagi ngomongin aku, kan? Soalnya, aku udah bukan anak muda lagi lho sekarang. Udah mau jadi orang tua."


Belum sempat oma Rita menyanggah apa yang Rahan katakan, Ros malah datang. Obrolan antara Rahan dengan oma Rita langsung berakhir karena kedatangan Ros.


"Kalian lagi ngomongin apa sih?"


"Eh, Ros. Nggak ngomongin apa-apa," ucap Rahan dengan cepat.


"Rahan bilang kamu cantik tuh."

__ADS_1


Seketika, Rahan pun langsung memasang wajah malu kembali. Ia garuk sisi kepala bagian samping yang tidak gatal sama sekali.


"Oma .... "


"Itu ... ayo, Ros! Berangkat sekarang."


Oma pun hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah Rahan yang terkesan cukup lucu. Baginya, Rahan yang saat ini tidak ada bedanya dengan Rahan kecil yang dulu masih ia jaga dengan baik. Yang akal memperlihatkan wajah malu saat dia goda.


Waktu memang terasa sangat cepat bergulir membawa serta semua yang ada untuk ikut dengannya. Tapi, tidak dengan kenangan yang akan tetap abadi dalam ingatan meski waktu sudah jauh berjalan.


"Alangkah bahagianya jika kamu memang benar-benar bisa berpasangan dengan Roslin, Rahan. Kalian berdua adalah kesayanganku. Aku mungkin bisa pergi dengan tenang jika kalian sudah menikah kelak," ucap oma Rita sambil menatap mobil Rahan yang semakin lama. semakin menjauh dari pandangan.


"Apa nyonya tidak ingin melihat mereka punya anak?"


"Ya Tuhan!"


Pertanyaan itu langsung membuat oma Rita terkejut. Bagaimana tidak? Dia pikir, dirinya sendirian. Tetapi, pak Jaka malah muncul begitu saja di sampingnya.


"Maaf, nyonya. Saya pikir, saya tidak akan mengejutkan nyonya barusan. Tapi .... "


"Sekali lagi maaf, nyonya. Saya kan, hanya merasa penasaran aja tadi." Jaka berucap dengan wajah yang agak menyesal.


"Ah, sudahlah. Tidak perlu dibahas lagi, Jaka. Mm ... kamu datang mendadak seperti ini, pasti punya kabar buat aku, bukan?"


"Itu .... " Jaka pun langsung mengatakan maksud dari kedatangannya sekarang.


"Bagus sekali. Aku ingin mereka di penjara dalam waktu yang lama. Sebisa mungkin hadirkan semua bukti agar tuntutan dan hukuman buat mereka semakin berat."


"Nyonya tenang saja. Sidang akan dilakukan minggu depan. Tuntutan kita atas kasus penipuan pasti akan menahan ibu dan anak dalam waktu yang lama. Ditambah lagi, ada laporan tuduhan penganiaya yang Mega lakukan. Maka saya yakin, ibu dan anak itu semakin tidak bisa berkutik."


"Penganiayaan? Maksud kamu?"


Jaka pun menceritakan prihal kejahatan yang Mega lakukan sebelumnya. Ternyata, Eva melapor semua keluarga Dewa atas tuduhan penganiayaan terhadapnya. Semua itu dengan bukti rekaman cctv yang entah bagaimana bisa Eva memiliki hal itu.

__ADS_1


"Wow, semakin memanas saja keluarga itu. Beruntung Ros bisa aku selamatkan. Jika tidak, maka dia juga akan menjadi korban dari manusia yang tidak berhati nurani seperti keluarga Dewa."


"Lalu ... bagaimana dengan Eva sendiri?" Mendadak, oma Rita merasa penasaran dengan keadaan Eva. Itu bukan tanpa alasan. Karena Eva bisa punya rekaman cctv atas kejahatan yang keluarga Dewa lakukan padanya. Jadi, tidak menutup lemungkinan kalau tuduhan Dewa atas Eva juga bisa dibuktikan dengan rekaman cctv.


"Untuk Eva, dia di bebaskan karena tuduhan atas dirinya tidak terbukti. Karena, dari rekaman cctv yang memperlihatkan, mama Dewa jatuh sendiri. Tidak ada unsur kesalahan dari Eva sedikitpun."


Sungguh hal yang mengejutkan bagi oma Rita. Karena dia tahu siapa Eva sebelumnya. Maka dia langsung mencemaskan Ros.


"Gawat. Aku pikir dia juga akan mendekam di penjara. Kalau begini, cucu ku sedang dalam bahaya sekarang. Karena musuhnya bebas berkeliaran tanpa ada penghalang sedikitpun."


"Tenang, nyonya. Nona Roslin bukan perempuan yang lemah lagi. Dia sudah berubah tangguh sekarang, bukan?"


"Iya ... tapi bagaimanapun, aku masih mencemaskan keadaan Ros saat ini.


...


Di sisi lain, perjalanan Ros dan Rahan sudah sampai ke tempat yang ingin mereka tuju. Restoran ternama yang sangat terkenal.


"Kita ... makan di sini?" Ros berucap sambil memperhatikan sekeliling dengan wajah agak bingung.


"Iya. Kita makan di sini. Kenapa memangnya?"


"Tidak ada. Aku merasa ada yang aneh saja dengan restoran ini. Kamu yakin kalau restoran ini sedang tidak tutup?"


"Maksud kamu?" Rahan berucap sambil memperhatikan wajah Ros. Perlahan tapi pasti, bibirnya mengukir senyum indah akan apa yang ia lihat saat ini.


"Ya ... aneh aja kalo restoran termegah mendadak sepi seperti ini. Apa coba kalo bukan tutup atau ada masalah mendesak."


"Tidak. Restoran tidak tutup. Juga tidak ada masalah. Ayo masuk! Jangan dipikirkan apa yang tidak perlu kamu pikirkan."


Ros mengikuti apa yang Rahan katakan. Mendadak, dia melupakan siapa Rahan. Karena sedang bersama Rahan, dia jadi terlihat seperti gadis desa yang baru pertama kali menjejakkan kaki ke kota. Jadi lupa kalau Rahan bisa melakukan apa saja dengan kekuasaan yang ia punya.


Ketika masuk ke dalam, ruangan di dekor dengan perbedaan yang sangat nyata. Jauh berbeda dari waktu sebelumnya. Waktu di mana Ros pernah berkunjung ke restoran tersebut.

__ADS_1


Ada banyak bunga yang menghiasi dalam restoran. Anehnya, hanya ada satu meja dengan dua kursi saja. Sedangkan meja yang lainnya tidak terlihat sama sekali. Sambutan para pelayan juga sangat berbeda dari biasanya.


__ADS_2