Mawar Putih Berubah Merah

Mawar Putih Berubah Merah
*Episode 36


__ADS_3

Eva hanya bisa diam sambil memberikan tatapan tajam ke arah Dewa. Dia juga menggenggam erat tangannya untuk menyalurkan amarahnya saat ini.


'Aku sudah tidak kuat lagi. Tunggu saja waktu yang pas, maka aku akan membuat kamu membayar semua kesalahan yang kamu perbuat.' Eva berkata dalam hati.


Eva pun memilih menarik diri dari tempat di mana ia berdiri sebelumnya. Perginya Eva membuat mama, tante, dan Dewa sendiri ikut membubarkan diri. Mereka pun sibuk dengan kesibukan masing-masing kembali.


....


Siang keesokan harinya, Mega bersama dengan sang mama mendatangi kediaman oma Rita. Rencana yang mereka susun, sudah mereka mulai sekarang.


"Apa semua ini? Aku sungguh sangat tidak mengerti," ucap oma Rita sambil membalikkan selembar kertas putih yang baru saja ia keluarkan dari amplop coklat. Tentu saja, amplop coklat itu datangnya dari mama Mega.


"Nyonya, itu semua adalah bukti kalau Roslin telah membohongi nyonya. Dia bukan cucu kandung nyonya yang sebenarnya. Dia hanya mengakui dirinya sebagai cucu agar bisa menjadi pewaris keluarga Muroja saja."


"Sebaliknya, Mega lah cucu kandung nyonya yang sesungguhnya. Dia adalah anak yang aku temui saat kecelakaan itu terjadi."


Mama Mega berucap dengan wajah yang dipenuhi dengan keseriusan. Selayaknya, apa yang ia bicarakan adalah sebuah fakta yang benar-benar terjadi.


Inilah rencana dari mama Dewa. Rencana yang susah payah mereka pikirkan ketika mereka mendengar pengumuman prihal Roslin adalah seorang pewaris dari keluarga kaya beberapa waktu yang lalu.


Mama Dewa yang paling tahu asal usul Roslin ketika menjadi menantunya, langsung berpikir kalau Roslin sudah menipu keluarga Muroja sebagai cucu untuk menjadi pewaris semua kekayaan. Karena itulah, dia merangkum semua data diri Roslin selama beberapa waktu.


Lalu, dengan liciknya ia menggantikan Mega pula sebagai cucu kandung dari keluarga Muroja. Sayangnya, mama Dewa tidak tahu kalau Ros bukan mengajukan diri untuk menjadi cucu dari oma Rita. Melainkan, pilihan oma Rita sendiri.

__ADS_1


Dan, ada banyak hal lagi yang mama Dewa tidak ketahui. Selama ini, mereka pikir kalau apa yang mereka dengar itu bisa mereka manfaatkan. Seperti, kabar hilangnya anak yang diberitakan oleh media ketika kecelakaan itu terjadi.


Sayangnya, berita itu tidaknya sama dengan apa yang mereka pikirkan. Dan, mereka juga lupa, kalau oma Rita bukan perempuan tua yang benar-benar lemah dan kesepian sebagai seorang wanita tua pada umumnya. Dia lebih teliti dari pada sebagian kepala keluarga pada umumnya.


Oma Rita tidak selemah yang mereka pikirkan. Karena selain memilih Ros dengan penilaian tersendiri, dia juga mengatur semua informasi dengan sangat baik. Karena itu, tidak ada yang bisa ia lewatkan. Dan, tidak ada yang bisa membohongi dia dengan hal tipuan yang kecil sekalipun.


"Sebenarnya, kalian sedang membicarakan soal apa? Ini ... kertas ini menjelaskan soal seseorang yang sudah mengadopsi anak perempuan. Maksudnya apa?"


Oma Rita masih ingin terlihat bo_ doh di depan ibu dan anak yang sudah pasti sedang ingin memanfaatkan dirinya. 'Aku ladeni kalian sebentar saja lagi. Karena setelah ini, aku akan pukul kalian tepat pada sasaran agar kalian tidak bisa bergerak lagi.' Oma Rita bicara dalam hati.


"Nyonya, apakah laporan itu tidak bisa nyonya pahami? Tanggal lahir anak itu sama dengan anak yang nyonya cari beberapa tahun yang lalu. Dan anaknya adalah Mega," ucap mama Mega sambil melihat ke arah anaknya.


Sementara Mega yang ada di samping si mama hanya diam saja. Dia berperan sebagai orang lugu yang tidak tahu apa-apa. Dia juga ingin memberikan kesan kalau ia adalah seorang pemalu yang tidak banyak bicara.


Itu ia lakukan agar oma Rita terkesan padanya. Karena dari hasil penyelidikan yang ia lakukan beberapa waktu yang lalu, oma Rita sangat suka pada anak pendiam dan pemalu. Karena itu, Mega ingin memberikan kesan itu agar oma Rita tertarik.


"Iya, nyonya. Dia Mega. Putri yang saya besarkan dengan susah payah."


"Oh. Maksudmu, kamu menyesal karena telah membesarkan anak ini?"


"Ah, bu-- bukan begitu, nyonya. Saya tidak menyesal karena telah membesarkan Mega. Karena dia anak yang baik, saya bahkan sangat bahagia karena telah membesarkannya."


"Tapi ... jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya kasihan padanya. Dia yang seharusnya menjadi cucu dari seorang keluarga ternama, tapi malah hidup sengsara dalam kemiskinan dengan saya."

__ADS_1


"Karena itu, saya putuskan untuk menyerahkan dia pada nyonya. Meskipun dengan sangat amat berat hati untuk saya berpisah dengannya," ucap mama Mega kali ini disertai wajah sedih yang sangat kelihatan dipaksakan.


Oma Rita pun tidak kuat menahan geli hati akan apa yang baru saja ia saksikan. Diapun bangun dari duduknya sambil tersenyum kecil.


"Kamu ingin menyerahkan perempuan ini padaku?"


"Tunggu! Biar aku jelaskan semuanya agar kalian bisa berpikir ulang sekarang," ucap oma Rita dengan cepat.


"Pertama, anak yang aku carikan waktu itu bukanlah anakku. Melainkan, anak dari pelayan rumahku yang menghilang. Tapi, dia sudah ditemukan."


"Kedua, soal kecelakaan keluarga Muroja yang mengatakan ada anak yang hilang saat kecelakaan itu. Itu bukan anak yang seperti kalian pikirkan. Tepatnya, itu bukan anak manusia. Melainkan, seekor kucing kesayangan anakku."


Penjelasan itu sontak langsung membuat wajah Mega beserta mamanya berubah kaget. Meskipun mereka berusaha keras untuk tenang, tapi sayangnya, rasa kaget itu sulit untuk mereka sembunyikan.


Bagaimana tidak? Semula, rencana yang mereka pikir adalah rencana terbaik langsung gagal begitu saja. Sudah banyak uang yang mereka habiskan untuk mencari tahu soal keluarga Muroja beberapa waktu yang lalu. Tapi nyatanya, info yang mereka dapatkan tak lebih dari kabar burung yang tidak berguna.


"Ti-- tidak mungkin, nyonya. Bagaimana bisa seperti ini? Kabar yang saya dengar itu sungguh benar kok."


Mama Mega masih tidak ingin mengaku kalah. Dia dengan dibantu oleh anaknya berusaha terus mengatakan kalau Mega adalah cucu dari keluarga Muroja. Tak lupa, dia mengatakan semua tentang keburukan Ros. Asal usul Ros, dan semua yang mereka ketahui tentang Ros yang mereka anggap sudah membohongi oma Rita agar bisa diangkat sebagai cucu.


"Cukup! Aku sudah sangat lelah mendengarkan omongan palsu kalian. Asal kalian tahu, Ros memang bukan cucu kandungku. Jadi, kalian tidak perlu susah payah menjelaskan soal itu padaku. Karena yang meminta ia menjadi cucu dan pewaris untuk keluarga Muroja itu aku sendiri."


"Ap-- apa?" Mama Mega membelalak tak percaya.

__ADS_1


Sementara Mega juga merasakan hal yang sama. "Tidak mungkin. Ini pasti tidak benar, bukan?"


"Ma .... " Mega dengan kesal melihat ke arah mamanya.


__ADS_2